
“Kakak Kral… Bagaimana denganmu? Apakah kau juga percaya diri bahwa dirimu telah berada pada tingkatan World Venerate?” Tanya Zchaira.
“Tentu saja aku tidak memikirkan hal itu… Aku datang kemari hanya karena memenuhi kewajibanku sebagai salah satu murid akademi sihir ini,” jawab Kral.
Kral kemudian berjalan perlahan-lahan mendekati Zchaira, kemudian memegang kepala adiknya tersebut.
“Kuharap kali ini tingkatan kekuatanmu akan lebih tinggi dari sebelumnya… Namun, jika hal itu masih belum tercapai, tetaplah bersemangat,” ucap Kral sambil tersenyum kemudian hendak pergi meninggalkan adiknya tersebut.
“Eh, kau mau kemana kakak Kral?” Melihat kakak tertuanya tersebut hendak pergi, Zchaira pun lantas bertanya.
“Kami akan pergi kesana…” Kral kemudian berhenti sejenak dan menunjuk sebuah tempat yang berada di bagian atas lantai, dimana merupakan tempat yang sudah disiapkan oleh para murid yang berada di kelas Continent Venerate, bahkan murid World Venerate jika hal tersebut memungkinkan.
“Baiklah Zchaira… Tetaplah semangat… Kalian berdua juga…” Ucap Astrapi, memberi semangat kepada adiknya, serta kepada Wenra dan Dorolia.
“Terima kasih atas dukungannya kakak…” Ketiga gadis itu lantas berterima kasih pada Astrapi sambil membungkuk karena telah memberikan semangat kepada mereka.
Astrapi kemudian pergi meninggalkan mereka berjalan bersama dengan Kral dan Illios menuju ke tempat mereka.
**
Sembari berjalan menuju ke tempat khusus murid kelas Continent Venerate, ketiga orang itu nampak diperhatikan oleh para murid-murid yang berada di sekitar. Mereka nampak sedikit terkejut karena jarang sekali melihat ketiga murid tersebut berada di dalam akademi sihir, bahkan sebagian besar dari para murid-murid baru menjadi kali pertama melihat ketiga murid Contient Venerate tersebut.
**
Karena mendengar beberapa murid-murid yang berada di sekitar mereka membicarakan tentang ketiga murid Continent Venerate tersebut, hal itu lantas membuat perhatian Megathirio dan yang lain pun langsung tertuju kepada mereka.
“Memangnya sebegitu terkenalnya mereka bertiga itu di akademi ini?” Ucap Megathirio, nampak bertanya-tanya mengenai kepopuleran dari ketiga kakaknya tersebut, yang padahal jarang sekali terlihat di dalam akademi sihir tersebut.
“Tentu saja kakak… Karena diantara murid-murid yang ada, hanya mereka bertigalah yang memiliki kekuatan setarah dengan para tetua akademi,” ucap Rayvor.
**
Kral, Illios dan Astrapi terus berjalan hingga hampir mendekati tempat dari para murid Land Venerate.
**
“Aphrodia… Lihat siapa yang datang.” Salah satu murid Land Venerate lantas memberitahukan kepada perempuan bernama Aphrodia ketika melihat Kral, Illios dan Astrapi datang mendekati.
Mendengar hal tersebut, Aphrodia lantas menengok dan langsung terkejut ketika melihat Kral datang mendekat.
Ketiga murid Contient Venerate itu lantas menghentikan langkah mereka ketika telah berada di depan sepuluh murid Land Venerate, termasuk Toner yang berada di tempat itu.
“Salam semuanya… Lama tidak bertemu,” ucap Illios menyapa kesepuluh murid Land Venerate yang ada.
Murid-murid Land Venerate, selain Toner, Eliadryn, Pedrobal, Charlett dan Auphia, lantas langsung merespon sapaan Illios secara bersamaan dengan menganggukkan kepala mereka sekali.
“Bukankah kita baru saja bertemu belum lama ini…” Ucap Toner.
“Bukankah begitu kakak Aphrodia...” Lanjut Illios berbicara kepada Aphrodia sambil menunjukkan ekspresi tersenyum.
Karena tidak tahu harus merespon apa, Aphrodia pun langsung menganggukan kepalanya dengan ekspresi yang canggung.
“Illios...” Melihat hal tersebut membuat perempuan bernama Aphrodia itu nampak merasa canggung Kral pun langsung bereaksi dengan memanggil Illios sambil memperhatikan ekspresi serius.
“Oh maaf-maaf kakak, sepertinya kau harus menyapa kakak Aphrodia khusus kali ini karena kalian memang sudah lama tidak bertemu.”
“Hei...” Illios pun lantas menjadi pekah dengan keadaan tersebut, dan langsung mendorong Kral lebih mendekati Aphrodia.
Sejenak Kral nampak terdiam ketika bertatapan dengan perempuan bernama Aphrodia tersebut, pria itu nampak bingung harus berkata apa dalam suasana yang dirasanya sangat canggung itu.
“Eh... Lama tidak bertemu... Bagaimana kabarmu?” Akan tetapi, Kral pun memberikan diri untuk bertanya kabar tentang perempuan bernama Aphrodia itu walaupun menengok ke arah lain.
“Aku baik-baik saja... Bagaimana denganmu?” Jawab Aphrodia sambil tersenyum, kemudian bertanya balik.
“Seperti yang kau lihat aku masih baik-baik saja...” Jawab Kral.
Walaupun nampak merasa canggung dari kedua belah pihak, namun baik Kral maupun Aphrodia tampak merasa senang telah bertemu dan saling menyapa satu sama lain.
Ketika tiga Continent Venerate itu masih berada di tempat para murid-murid Land Venerate, tiba-tiba tepat di permukaan tengah aula tersebut muncul sebuah diagram sihir berukuran besar. Dalam sekejap Arlias, sang tetua kepala muncul bersama dengan lima tetua lainnya, serta para guru-guru akademi sihir.
**
“Selamat siang wahai semua para murid-murid akademi sihir. Hari ini kalian kita akan melihat sampai dimana perkembangan kalian semua setelah berada cukup lama di dalam akademi sihir ini dengan kembali mengetes tingkatan kekuatan kalian satu per satu...” Ucap Arlias kepada seluruh murid dengan suara yang menggema di seluruh bagian aula tersebut.
“Berbeda dengan yang sebelumnya, dimana kita kali ini kedatangan ketiga murid Continent Venerate, dan bisa dikatakan merupakan murid yang terkuat... Jika kalian merasa penasaran ketiga murid tersebut berada di sebelah sana.” Arlias kemudian menunjuk ke tempat khusus dari para murid Continent Venerate, yang lantas langsung membuat seluruh murid menengok ke arah yang ditunjuk oleh tetua itu.
“Eh...” Arlias lantas terkejut dan merasa bingung ketika melihat Kral, Illios dan Astrapi tidak berada di tempat mereka.
“Apa mereka bertiga belum datang?” Sambil berbisik Arlias pun langsung bertanya kepada para tetua lain tentang ketiga murid Continent Venerate tersebut.
“Itu mereka...” Salah satu tetua akademi pun langsung menunjuk keberadaan dari Kral, Illios dan Astrapi yang masih berada di tempat para murid Land Venerate.
“Ternyata ada murid yang tidak tertib dan harus diarahkan kembali menuju ke tempat mereka masing-masing,” ucap Arlias kepada tiga murid Continent Venerate tersebut, sambil kembali dengan suara yang menggema.
“Maaf pak tua! Kau dan yang lain terlalu cepat datang kemari...! Kami saja belum selesai saling menyapa rekan-rekan kami disini!” Dari sisi tempat para murid Land Venerate, Illios pun menjelaskan kepada kepada tetua kepala itu dengan suara kencang mengapa ketiga orang tersebut masih belum berada di tempat mereka.
“Kalau begitu, cepat segera pergi ke tempat kalian, dasar para murid-murid nakal,” ucap Arlias
**
“Ayo kita pergi... Pak tua itu akan mengomel lagi...” Ucap Illios sambil mendorong Kral dan Astrapi.
Kral, Illios serta Astrapi pun langsung bergegas menuju ketempat khusus para Continent Venerate setelah perkataan dari tetua kepala tersebut.