The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 198 - Potensi tertinggi kekuatan kesuburan abadi



“Lethis… Maksudmu wanita yang mirip denganmu ibu?” Tanya Illios.


Artemis pun sontak menganggukkan kepalanya, merespon pertanyaan dari anaknya tersebut, dimana Illios nampak sedikit terkejut walaupun sebelumnya sudah mengetahui kebenaran tersebut ketika Kral hendak kembali ke negeri Lightio, menginformasikan hal tersebut kepada Artemis.


“Aku mengerti ibu… Entah dia adalah ibumu serta nenek kami, namun aku tidak akan segan-segan kepadanya jika dia mencoba untuk mengincar Zchaira,” ucap Astrapi.


Artemis pun paham dengan ucapan Astrapi, putrinya itu, dimana dia akan mengesampingkan terlebih dahulu rasa rindu kepada ibunya tersebut jika saja Lethis hendak mengincar Zchaira, sama seperti para Venerate Machora Tira lainnya, mengingat bahwa wanita tersebut juga merupakan salah satu dari Venerate Machora Tira yang kemungkinan harus mengikuti perintah yang diberikan oleh atasannya.


“Illios… Astrapi… Mungkin kita harus membagi tugas menjaga kelima murid akademi, termasuk Zchaira yang menjadi incaran utama mereka serta mencari batu kristal yang disimpan oleh Rox Drown di kediamannya,” ucap Artemis.


“Baik ibu… Kami pasti segera mendapatkan batu kristal itu…” Respon Illios.


–7 Januari 3025–


Malam hari pun berlalu dan berganti pada keesokan harinya, dimana tampak Zchaira kembali berada di pegunungan untuk melakukan pelatihannya bersama dengan sang naga merak.


Zchaira yang pada hari sebelumnya telah berhasil memfokuskan energi Mana miliknya mengaktifkan kekuatan kesuburan abadi dari sang naga merak, kini nampak lebih baik lagi hingga membuat Shydhie pun sedikit terkejut dengan perkembangan gadis tersebut yang terbilang cukup cepat.


“Aku tidak menyangka perkembangan gadis ini begitu pesat setelah kemarin hari…” Gumam Shydhie masih terlihat terkejut melihat Zchaira yang kini mampu dengan mudah mengaktifkan kekuatan tersebut, dengan keadaan memancarkan proyeksi energi berwarna biru.


Sambil dalam mode tersebut, Zchaira juga kini mampu memproyeksikan pancaran energi biru dari tubuhnya tersebut menjadi sebuah serangan. Gadis itu melancarkan serangan proyeksi energi dalam skala menengah ke arah bebatuan besar hingga hancur berkeping-keping.


“Bagus… Kau sepertinya memiliki sebuah motivasi hingga mampu membuat perkembanganmu menjadi secepat ini,” ucap Shydhie, nampak terpukau serta memuji gadis tersebut.


“Jika bisa dikatakan dalam mode kekuatan kesuburan abadi ini kau kini telah memiliki kekuatan satu tingkat lebih besar dibandingkan dengan tingkatanmu saat ini,” lanjut sang naga merak, menjelaskan mengenai potensi kekuatan makhluk suci yang kini dimiliki oleh Zchaira.


Mendengar hal tersebut, Zchaira lantas menjadi senang, namun disaat yang bersamaan, gadis tersebut nampak merasa sedikit kecewa karena tingkat kekuatannya masih kurang untuk mampu melindungi dirinya sendiri, bahkan para rekan-rekannya, termasuk Rayvor yang semalam mendapatkan serangan hingga harus ditangani dengan serius.


“Shydhie… Aku ingin bertanya… Sebelumnya dengan kekuatan ini aku mampu mengalahkan Continent Venerate, dan bahkan yang kedua kalinya hampir mengalahkan Land Venerate… Bagaimana hal itu bisa terjadi?” Tanya Zchaira, nampak penasaran.


“Jadi kau pernah mengalahkan Continent Venerate sebelumnya?” Balas Shydhe, balik bertanya kepada gadis itu.


“Iya… Bahkan sebelumnya tingkatan kekuatanku kemungkinan masih berada pada Division Venerate… Itu terjadi ketika aku mengira bahwa diriku sudah tiada, dan tiba-tiba bertemu denganmu di dalam alam bawah sadar…” Jawab Zchaira.


Shydhie mengingat tentang momen pertemuan pertamanya dengan gadis tersebut di dalam alam bawah sadar, dan seketika menunjukkan ekspresi tersenyum dalam wujudnya sebagai seekor naga, yang lantas membuat Zchaira sedikit merasa tegang melihat ekspresi sang makhluk suci yang nampak terlihat cukup mengerikan.


“Itu kemungkinan adalah kemampuan tertinggi ketika kau mengaktifkan kekuatan kesuburan abadi…”


Shydhie kemudian menjelaskan bahwa gadis tersebut pada saat itu secara otomatis mengaktifkan kekuatan kesuburan abadi, karena belum mampu mengontrol pengaktifan kekuatannya tersebut, hal itu membuat kekuatan kesuburan abadi berada pada potensi tertinggi. Walaupun memang cukup menguntungkan untuk gadis tersebut secara sesaat, namun efek samping yang terjadi akan membuat Zchaira kehilangan banyak energi Mana sampai membuatnya tidak bisa bergerak, seperti pada kejadian sebelumnya, dimana kekuatan tersebut secara tiba-tiba menghilang kemudian membuat gadis itu jatuh terkapar tidak bisa menggerakkan tubuhnya akibat kehabisan Mana.


“Jangan merasa kecewa… Kekuatan ini memiliki banyak potensi yang bisa kau gunakan… Selain menggunakannya sebagai serangan, kau juga sebenarnya bisa memanipulasinya menjadi kekuatan yang lain…”


“Kekuatan seperti apa itu?” Mendengar hal tersebut, membuat Zchaira pun menjadi penasaran.


“Sebagai seorang penyihir dengan kemampuan manipulasi energi paling beragam diantara tipe Venerate lainnya, kau bisa secara bebas menggunakan kekuatan kesuburan abadi sebagai energi Mana milikmu…”


“Kau bisa memproyeksikannya menjadi sebuah sayap untuk terbang, jikalau dirimu masih masih mencapai tingkatan Venerate atas… Tentu saja, itu lebih unggul dibandingkan energi Mana yang kau gunakan untuk menciptakan hal tersebut...”


“Kecepatan terbangmu akan meningkat dengan pesat… Ini juga berlaku pada perisai atau penghalang yang biasa para penyihir ciptakan, dimana pertahanannya akan menjadi lebih kuat,” ucap Shydhie, menjelaskan hal tersebut.


Masih belum puas menjelaskan hal tersebut, Shydhie kemudian menambahkan penjelasan mengenai arti nama dari kekuatan kekangan surgawi, dimana memiliki kekuatan utama dalam hal penyembuhan serta memanipulasi tubuh dari sang pengguna sendiri.


Shydhie menjelaskan kepada Zchaira bahwa kekuatan tersebut tanpa sadar telah memanipulasi organ tubuhnya menjadi kuat menahan tekanan energi alam, yang sebenarnya sangat lemah akibat mengalami kelainan sejak lahir.


“Benar juga… Kekuatan utama ini adalah kemampuan regenerasi yang tinggi…” Respon Zchaira, merasa senang mendengar hal tersebut.


“Terima kasih atas penjelasanmu Shydhie…” Ucap gadis tersebut sambil tersenyum manis.


Setelah mendengar penjelasan tersebut, Zchaira akhirnya mulai berlatih untuk mencoba mengganti energi Mana utama miliknya menjadi energi dari kekuatan kekangan surgawi.


***


Berpindah pada Artemis yang tidak berada jauh di pegunungan tersebut sambil memperhatikan keadaan sekitar menggunakan busur panah senjata suci miliknya, yang memiliki kemampuan visualisasi jarak jauh.


“Aelacia… Ada dimana kau?” Gumam Artemis, menjadi keberadaan dari World Venerate Machora Tira yang kunjung tidak ditemukannya setelah memperhatikan kapal negeri Machora Tira.


“Eh…” Artemis lantas tersenyum ketika melihat Aelacia berada di salah satu kota Novacurve.


***


Di sisi lain, tampak Aelacia bersama dengan dua Continent Venerate Machora Tira, yaitu pria ras Lamiaman bernama Alexei dan pria ras Harphyman bernama Lovarge sedang berada ditengah kota dengan penampilan manusia normal sedang membaur dengan para warga, yang padahal jika saja mereka menampakkan penampilan asli mereka, hal tersebut sontak akan membuat para warga seketika menjadi ketakutan.


“Sepertinya ada yang sedang memperhatikan kita…” Ucap Aelacia.


Lamiaman perempuan itu lantas menatap ke arah pegunungan, tepat di titik tempat beradanya Artemis yang sedang memperhatikan mereka.


Dengan mengakses kekuatannya, Aelacia tiba-tiba memancarkan pancaran aura berwarna merah meluncur ke arah pegunungan.