The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 124 - Kedatangan Hefaistos dan Artemis



Para Venerate pemberontak yang sedang bertarug seketika terkejut dan langsung menghentikan pertarungan mereka bersama dengan para Venerate daerah Xetas, ketika melihat pemimpin mereka telah terkapar tak sadarkan diri.


**


Begitu juga dengan empat Land Venerate, yaitu Perlex, Winscarlo, Olirvine serta Grovenzo, yang seketika menghentikan pertarungan mereka ketika melihat Aiver telah terkapar tak sadarkan diri.


“Tidak mungkin… Bagaimana Aiver bisa dikalahkan…” Ucap Perlex, nampak terkejut serta tidak percaya bahwa Aiver mampu dikalahkan, padahal setahunya teknik yang digunakan oleh pria itu mampu menyerap serangan proyeksi dari lawan.


Walaupun tidak menyangka kekalahan pemimpin mereka, Perlex serta tiga Land Venerate yang lain pun lantas menghentikan pertarungan, serta menyatakan bahwa diri mereka telah menyerah.


**


Akan tetapi, para Venerate pemberontak tidak menerima kekalahan dari pemimpin mereka, dan seketika masih bersikers untuk melawan para Venerate daerah Xetas yang ada.


Mereka satu per satu mengalahkan para Venerate daerah Xetas dengan menggunakan proyeksi energi hitam yang sering digunakan oleh Aiver.


Akibat hal tersebut, para Venerate daerah Xetas pun mundur menjauhi para Venerate pemberontak karena telah kekurangan jumlah pasukan mereka satu per satu akibat kehabisan tenaga setelah menerima serangan proyeksi energi hitam yang mampu menyerap energi mereka.


Disaat para murid-murid Land Venerate akan membantu para Venerate daerah Xetas, tiba-tiba serangan proyeksi layaknya sebuah anak panah dalam jumlah banyak meluncur ke arah para Venerate pemberontak, dan langsung diterima oleh mereka satu per satu. Dalam sekejap, serangan proyeksi yang menancap pada tubuh mereka seketika menciptakan sebuah ledakan, hingga membuat para Venerate pemberontak itu pun langsung terkapar tak sadarkan diri.


**


Dari kejauhan tampak sebuah pesawat mendekati kota tempat persembunyian utama para Venerate pemberontak. Terlihat di atas pesawat tersebut, seseorang yang ternyata melancarkan serangan kepada para Venerate pemberontak tidak lain merupakan Artemis.


Dengan menggunakan busur panah senjata sucinya, Artemis memanipulasi kekuatan sihir miliknya menjadi sebuah proyeksi energi layaknya sebuah anak panah dan dengan sigap langsung meluncurkannya serangan proyeksi tersebut yang dalam sekejap langsung memecah menjadi beberapa bagian.


Ketika masih terlihat beberapa Venerate pemberontak yang masih bersikeras untuk menyerang lawan yang berada di sekitar mereka, seketika Hefaistos yang juga berada di dalam pesawat tersebut terbang keluar menghampiri mereka semua.


Dengan menggunakan palu bergagang panjang miliknya, Hefaistos sontak menghantamkan senjata suci tersebut ke permukaan, hingga membongkar tanah yang berada di sekitar para Venerate pemberontak sambil memancarkan kobaran api dalam skala yang besar.


Hal tersebut langsung membuat para Venerate pemberontak pun sejenak terhempas ke atas kemudian jatuh ke permukaan kembali. Mereka pun dalam sekejap terkapar dan langsung tak sadarkan diri.


Setelah Hefaistos melancarkan serangannya, seketika Artemis pun mendarat tepat di samping pria itu.


“Itu… Presiden penyihir dan wakil presiden presiden penyihir…” Ucap salah satu Venerate pemberontak, nampak terkejut melihat Hefaistos dan Artemis datang ke daerah tersebut.


Para Venerate pemberontak pun langsung mengurungkan niat mereka untuk menyerang setelah mengetahui bahwa dua World Venerate, sekaligus pemimpin negeri mereka tersebut turun tangan untuk mengatasi masalah pemberontakan mereka.


“Ada yang masih mau melawan lagi?” Tanya Hefaistos dengan nada suara yang tinggi.


Mendengar pertanyaan dari presiden penyihir negeri Lightio itu, tanpa harus beralasan lagi para Venerate pemberontak pun satu per satu langsung mengangkat kedua tangan mereka, menyatakan bahwa mereka semua telah menyerah.


Setelah pernyataan menyerah dari para pemberontak bahkan para Venerate Pavonas yang sebelumnya terlebih dahulu mengurungkan niat mereka untuk menyerang, para Venerate darah Xetas pun satu per satu mulai memborgol mereka semua.


***


Beberapa saat kemudian, para Venerate pemberontak telah dikurung dalam sebuah penghalang proyeksi bersamaan dengan Aiver, Anmaguel serta empat Land Venerate, yaitu Perlex, Wnscarlo, Olirvine dan Grovenzo, di dalamnya.


“Aiver Portner… Kau pikir dengan membuat pergerakan ini, aku sebagai presiden penyihir akan sangat berterimah kasih kepadamu… Kau hanya akan menciptakan sebuah kubuh lain yang akan saling bertentangan dengan wilayah barat serta wilayah timur jika rencanamu ini berhasil,” ucap Hefaistos.


Aiver pun hanya diam tidak bisa berkata apa-apa setelah gagal dengan rencananya yang dipikirnya tersebut akan membuat para Venerate wilayah timur percaya dengannya.


“Dan kau, tuan Anmaguel… Aku penasaran apa yang sebenarnya terjadi padamu sampai kau harus mendukung orang ini?” Tanya Hefaistos pada Anmaguel.


“Tentu saja pria ini menawarkan sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh kalian semua,” jawab Anmaguel.


Tidak peduli dengan apa yang ditawarkan oleh aiver kepada tetua akademi itu, Hefaistos pun langsung pergi meninggalkan mereka bersama dengan Artemis, Arlias serta Illios.


**


Mereka kemudian datang menghampiri Roselix yang berada di tempat itu sebagai pemimpin dari daerah tersebut.


“Terima kasih karena sudah datang membantu kami walaupun pada saat-saat terakhir tuan Hefaistos… Nyonya Artemis…” Ucap Roselix.


“Walaupun sebenarnya aku lebih mengharapkan kalau tuan Vertorn-lah yang akan datang untuk membantu kami,” lanjut Roselix berkata.


“Walau para Venerate daerah ini sangat bertentangan dengan para Venerate wilayah timur, namun aku sebagai pemimpin Lightio masih lebih berhak dibandingkan Giantman itu untuk datang serta menghentikan masalah yang berada di tempat ini,” ucap Hefaistos.


Roselix pun hanya bisa setuju dengan perkataan dari Hefaistos, karena bagaimanapun juga pria yang berada di depannya tersebut merupakan pemimpin resmi dari negeri mereka dibandingkan dengan Vertorn sendiri.


“Maaf mengganggu pembiracaraan kalian, namun ada yang harus kukatakan kepada tuan Hefaistos dan nyonya Artemis sebagai kedua orangtuaku,” ucap Illios, meminta ijin terlebih dahulu sebelum mengatakan tujuannya.


“Memangnya apa itu?” Tanya Hefaistos.


“Begini… Sebenarnya, Megathirio dan Zchaira, bahkan Rayvor dan Flogaz datang ke tempat ini karena sedang menjalankan misi,” jawab Illios.


“Apa?” Ucap Hefaistos dan Artemis secara bersamaan.


“Dimana mereka?” Tanya Hefaistos.


“Mungkin mereka berada di dalam kota… Ayo ikut aku sekarang.”


Hefaistos dan Artemis kemudian bergegas masuk ke dalam kota mengikuti Illios untuk mencari Zchaira yang lain.


***


Tak berapa lama kemudian, di dalam kota terlihat Zchaira yang sudah bisa menggerakan tubuhnya kembali, tampak sedang bersama dengan Megathirio serta para Venerate yang bersama dengannya bertarung melawan Aiver, serta tidak lupa juga Wenra dan Dorolia yang telah menemui mereka.


“Eh…” Zchaira dan yang lain seketika terkejut ketika melihat Illios datang bersama dengan Hefaistos dan Artemis.


Karena melihat kedua orangtuanya, Zchaira pun langsung berlari dengan cepat untuk menghampiri mereka.


Melihat Zchaira datang ke arahnya, Hefaistos langsung membuka tangannya, namun Zchaira lebih memilih menghampiri ibunya Artemis untuk memeluknya.