
“Pemenang dalam pertandingan ini adalah Neyndra Drown dari tim Fuegonia…”
Setelah wasit mengumumkan Neyndra sebagai pemenang, tampak sorakan dari para penonton yang merupakan para warga kota Novacurve terdengar. Mereka nampak merasa senang karena ini pertama kalinya anggota dari tim negeri mereka berhasil mendapatkan kemenangan dia turnamen Venerate tersebut.
**
“Mereka menyoraki perempuan itu layaknya satu-satunya pendukung yang berada di arena ini hanyalah tim Fuegonia,” ucap Zchaira, melihat serta mendengar para penonton menyoraki Neyndra yang berhasil mendapatkan kemenangan.
**
“Terima kasih…” Ucap Neyndra sambil tersenyum dan melambaikan tangannya kepada para penonton di sekitar arena turnamen tersebut.
Setelah melakukan hal tersebut, Neyndra kemudian pergi meninggalkan wilayah tengah arena tersebut untuk kembali ke tribun khusus peserta, menemui rekan-rekan setimnya.
**
Sementara itu, layar yang berada di dalam arena turnamen sontak memperlihatkan perolehan poin dari seluruh tim yang ada.
Fuegonia (5); Lightio (5); Mormist (5); Vielass (5); Machora Tira (4); Neodela (2); Cielas (2); Asimir (2).
**
Kemudian tampak dua Continent Venerate negeri Fuegonia, yang tidak lain merupakan Rox, dan Achilles berada di dalam ruangan khusus yang sedari tadi telah melihat pertandingan di dalam arena turnamen.
“Poin-poin dari semua mulai setara satu sama lain… Hanya saja tim Lightio, Vielass, termasuk Fuegonia lebih unggul, tim Neodela, Cielas, serta Asimir memiliki poin paling rendah… Sementara Machora Tira dan Mormist berada di tengah-tengah mereka,” ucap Rox, melihat perolehan poin dari semua tim yang ada.
“Hmph… Aku malah penasaran bagaimana jika negeri Blueland dapat ikut serta dalam turnamen ini,” sambung Achilles.
Mendengar hal tersebut Rox sontak memperlihatkan ekspresi wajah sedikit terkejut karena tidak menyangka bahwa pria Elfman tersebut akan berkata seperti itu.
“Walaupun Blueland satu-satunya negeri yang tidak diperbolehkan ikut serta dalam turnamen ini, tapi aku juga merasakan hal yang sama sepertimu tuan Achilles…”
“Namun, selain tidak bisa ikut serta, sebenarnya banyak juga berpendapat bahwa kalian khususnya para Elfman mampu memenangkan turnamen ini,” ucap Rox.
“Memangnya kenapa dengan kami?” Tanya Achilles, penasaran mendengar ucapan dari salah satu premier daerah negeri Fuegonia tersebut.
“Kurasa aku tidak perlu menjelaskannya, karena sejarah menjelaskan bahwa kemampuan sihir kalian sebenarnya masih lebih unggul dari para penyihir negeri Lightio…” Jawab Rox.
“Aku tidak pernah mendengar hal tersebut sebelumnya… Tapi, kurasa itu sedikit berlebihan…” Respon Achilles.
Sementara mereka sedang berbincang, Rox serta Achilles sedari tadi sebenarnya sedang memperhatikan di sekitar tribun penonton, dimana mereka merasakan sebuah tekanan kekuatan dari Venerate yang nampak samar-samar, yang membuat mereka curiga bahwa diantara para penonton terdapat Venerate, yang kemungkinan merupakan penyusup yang sebelumnya telah memasuki kediaman clan Drown.
**
Berpindah ke sisi para penonton, dimana diantara lautan manusia yang sedang berada di tribun, terlihat Artemis yang sedang menonton pertandingan turnamen tersebut dengan memperlihatkan ekspresi wajah cemas.
*
“Apakah mereka merasakan keberadaanku?” Ucap Artemis dalam hati sambil memperhatikan dua Continent Venerate di dalam ruangan khusus karena kemampuannya untuk menyamarkan tekanan kekuatannya perlahan mulai memudar.
“Padahal sedikit lagi pertandingan dari tim Lightio… Tapi, aku sepertinya harus pergi dulu dari tempat ini,” lanjut Artemis, kemudian berdiri hendak meninggalkan arena turnamen itu.
***
Beberapa saat kemudian, setelah pertandingan sebelumnya usai, tampak sang pembawa acara masuk ke tengah arena untuk mengumumkan pertandingan selanjutnya.
“Baiklah para hadirin sekalian… Pertandingan selanjutnya merupakan pertandingan terakhir dari para anggota tim tingkatan Regional Venerate…”
Setelah sang pembawa acara mengumumkan hal tersebut, layar yang berada di tengah arena langsung memperlihatkan empat nama petarung yang akan saling berhadapan tanpa harus mengacak terlebih dahulu.
Fuegonia, Elford Drown, 21 tahun, 183 cm, Human, Regional Venerate.
Lightio, Flogaz Silkbar, 17 tahun, 183 cm, Human, Regional Venerate.
Mormist, Darulms Ghivaur, 25 tahun, 176 cm, Faunman, Regional Venerate.
Cielas, Zuora Andracouis, 26 tahun, 166 cm, Human, Regional Venerate.
**
“Flogaz, Waktunya kau beraksi… Berjuanglah… Aku harap kau bisa memenangkan pertandingan ini,” ucap Rayvor memberi semangat kepada Flogaz, melihat saudaranya tersebut mendapat giliran untuk bertarung.
“Baik… Sesuai yang kau katakan…” Respon Flogaz, kemudian hendak menuju ke tengah arena karena sudah tidak sabar memulai pertarungannya.
Akan tetapi, pemuda itu tiba-tiba saja menghentikan langkahnya kemudian berbalik, lalu menatap Zchaira.
“Flogaz… Ada apa?” Tanya Zchaira, melihat pemuda itu berhenti.
“Zchaira… Entah jika aku menang ataupun tidak, tapi setelah turnamen hari ini berakhir aku ingin berbicara denganmu… Apa kau bisa berjanji?” Tanya Flogaz.
“Baik…” Walaupun nampak penasaran dengan apa yang akan dibicarakan Flogaz kepada gadis itu, namun Zchaira pun sontak menyetujuinya.
Mendengar hal tersebut Flogaz pun langsung menunjukkan ekspresi tersenyum, kemudian bergegas menuju ke tengah arena dengan perasaan senang.
**
“Lihat dia Haniwa… Karena kini menjadi harapan kita, dia nampak sedikit di depan para perempuan…” Ucap Rayvor pada Haniwa.
“Benar juga kakak… Tapi kuharap kakak Flogaz bisa memenangkan pertandingan ini,” sambung Haniwa.
Disamping Rayvor dan Haniwa yang tampak tidak mengerti dengan maksud perkataan Flogaz sebelumnya, tampak Aphrodia terkejut karena sebenarnya menduga apa yang akan dibicarakan oleh Flogaz kepada Zchaira nantinya.
*
“Apa mungkin aku salah menduganya? Tapi, jika hal itu benar, bukankah mereka itu bersaudara,” ucap Aphrodia dalam hati, menduga-duga bahwa Flogaz hendak menyatakan perasaannya kepada Zchaira.
**
Berpindah ke tengah arena, dimana keempat peserta telah berkumpul. Tampak tiga peserta selain Flogaz telah bersiap dengan senjata suci mereka masing-masing. Peserta dari tim Fuegonia bernama Elford, nampak siap dengan menggunakan sepasang belati yang mirip seperti senjata yang dipakai oleh Neyndra sebelumnya, peserta dari tim Cielas telah bersiap dengan sebuah pedang, sedangkan peserta dari tim Mormist yang merupakan ras Faunman telah bersiap dengan sebuah kapak.
“Sepertinya kita akan saling beradu senjata suci masing-masing,” ucap Flogaz, tidak mau kalah dan sontak mengakses kekuatan sihirnya, memunculkan sebuah tombak senjata suci yang pernah digunakan sebelumnya.
**
“Wah… Aku merasa bahwa ketiga peserta lain akan kesulitan jika Flogaz menggunakan senjata itu,” ucap Rayvor, melihat adiknya tersebut memunculkan tombak yang memiliki kemampuan elemen api hitam, yang sebelumnya menjadi penangkal dari serangan para pemberontak daerah Xetas.
**
Sementara wasit masih belum kunjung masuk ke tengah arena, anggota tim Mormist bernama Darulm menyempatkan diri melepas sepatunya, hingga membuat para peserta, termasuk Flogaz pun terkejut melihat kaki dari pria itu tampak menyerupai sepasang kaki dari seekor kambing atau sejenisnya.
**
“Baiklah… Tunjukan apa yang kau bisa Darulm…” Ucap anggota ras Mermaidman bernama Nolani dari tim Mormist, tampak tersenyum ketika melihat rekannya memperlihatkan ciri khusus dari ras Faunman.