The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 91 - Rencana penyerangan



“Aku saat itu terkejut dengan kemampuan gadis itu… Yah, walaupun sebelum melihat kemampuannya tersebut aku sempat meganggap remeh dirinya, karena tidak mungkin bisa bahwa aku yang adalah salah satu murid Land Venerate berani dilawan olehnya, walaupun kemungkinan memiliki tekad yang besar,” ucap Toner.


“Memangnya kenapa dengan kemampuan gadis itu?” Tanya Roselix.


“Ibu, disitu yang membuatku terkejut dan tidak percaya bahwa bukan hanya kecepatannya yang sangat cepat, namun kekuatan tekanan serangannya mampu membuatku terhempas… Ada kemungkinan bahwa gadis itu memiliki sebuah kekuatan khusus hingga bisa mengimbangi kekuatan Venerate yang berada di atas tingkatannya sendiri,” jawab Toner.


“Sebuah kekuatan khusus… Memangnya kekuatan seperti apa yang digunakan oleh gadis itu?” Tanya Caimiyah, nampak penarasan dengan kekuatan yang dimiliki oleh Zchaira.


“Bisa jadi dia menggunakan kekuatan dari senjata suci, atau mungkin sebuah alat-alat sihir yang mampu meningkatkan kemampuannya… Walaupun alat-alat sihir tidak mungkin bisa meningkatkan kemampuan yang bahkan bisa membuat Venerate dengan tingkatan yang tinggi mampu untuk tersudut…” Roselix pun langsung memperkirakan bahwa kekuatan khusus yang digunakan oleh Zchaira merupakan sebuah kekuatan yang berasal dari senjata suci serta yang lain.


“Atau mungkin…” Disaat memikirkan hal yang lain, tiba-tiba Roselix nampak terkejut setelah mengingat sesuatu.


“Iya, kemungkinan gadis itu adalah salah satu pewaris kekuatan dari para makhluk suci,” ucap Roselix.


“Makhluk suci…” Mendengar hal tersebut Toner beserta Caimiyah pun sontak terkejut, karena tidak menyangka bahwa hal itu kemungkinan bisa terjadi.


“Iya… Bisa dikatakan bahwa dia memiliki kekuatan makhluk suci…” Ucap Roselix.


“Daripada memikirkan lebih lama tentang hal itu, lebih baik kau panggil semua murid-murid yang ada karena kita akan segera menyusun rencana untuk menyerang para pemberontak,” lanjut Roselix, menyurh Toner untuk memanggil murid-murid yang ada.


“Baik ibu…” Toner lalu meninggalkan ruangan tersebut untuk pergi memanggil semua murid yang datang bersama dengannya ke kota tersebut.


***


Masih di dalam kediaman clan Syndiotactic, dimana Megathirio yang sedang berjalan menglilingi kediaman tersebut tiba-tiba berpapasan dengan Lucia.


Mereka berdua berhenti kemudian saling bertatapan, namun Lucia langsung menunjukan ekspresi kesal sembari Megathirio hanya menatap Vampireman perempuan itu dengan ekspresi datar.


Tidak mau menghiraukan pemuda tersebut Lucia pun langsung berjalan melewatinya, namun dengan cepat Megathirio langsung menahan tangan dari perempuan itu.


“Hei, lepaskan tanganku,” ucap Lucia sambil berusaha melepaskan tangannya yang dipegang erat oleh Megathirio.


Lucia semakin berusaha mencoba melepaskan kekangan erat dari Megathirio yang terus memegang tangannya, namun sekuat apapun perempuan itu mencobanya, dia tetap tidak bisa melepaskan tangan pemuda itu.


“Hei pasangan mudah, setidaknya jika ingin bermesraan carilah tempat yang lain…” Tiba-tiba dua Venerate Pavonas muncul di depan mereka.


Mendengar bahwa salah satu Venerate dari Pavonas itu nampak salah paham melihat Megathirio dan Lucia saling berpegangan tangan, pemuda itu pun lantas langsung melepaskan tangannya pada Lucia.


“Kami bukan pasangan… Dan siapa juga kau? Aku tidak mengenalmu,” ucap Megathirio.


“Aku juga tidak mengenalmu…” balas salah satu Venerate Pavonas itu.


Kedua orang itu pun lantas saling menatap tajam, nampak merasa kesal mendengar ucapan dari satu sama lain.


“Megathirio… Lucia…” Tiba-tiba Toner datang menghampiri mereka yang berada di tempat itu.


Toner kemudian menatap dua Venerate dari negeri Pavonas itu, dia seketika merasa heran melihat kedua orang karena tidak mengenal dan bertanya-tanya dalam benaknya siapa sebernarnya kedua Venerate yang berada di depannya tersebut.


“Maaf, kalian berdua siapa?” Tanya Toner, penasaran.


“Siapa juga kau bertanya identitas kami?” Salah satu Venerate Pavonas lantas bertanya balik, tidak mau menjawab pertanyaan dari pemuda itu.


“Aku adalah salah satu anggota clan Syndiotactic yang tinggal di kediaman ini… Aku bertanya karena tidak pernah melihat kalian sebelumnya,” jawab Toner.


“Mohon maaf tuan…” Tiba-tiba Venerate Pavonas bernama Vahal datang menghampiri mereka serta meminta karena kedua rekannya nampak sedikit kasar dengan pemuda tersebut.


“Kami adalah para Venerate Pavonas, yang ditugaskan untuk membantu dalam masalah pemberontakan di daerah ini,” ucap Vahal, menjelaskan identitas serta maksud kedatangan mereka ke daerah Xetas, khususnya di kediaman itu.


“Kalau begitu kami duluan, karena sepertinya ketua clan Syndiotactic menyuruh kita berkumpul untuk membahas rencana penyerangan kali ini,” ucap Vahal, kemudian berjalan terlebih dahulu bersama kedua rekannya meniggalkan Toner, Megathirio dan Lucia di tempat itu.


“Pavonas… Aku tidak pernah mendengar nama daerah itu di negeri ini…” Ucap Toner, tampak tidak mengetahui bahwa Pavonas merupakan sebuah negeri.


“Itu bukankah daerah atau berada di negeri ini… Pavonas adalah negeri yang berada di benua seberang… Bisa dikatakan negeri Pavonas itu adalah negeri paling luas di dunia ini,” sambung Lucia, memberitahukan kepada Toner tentang hal tersebut.


“Jadi mereka Venerate dari luar Lightio yah…” Respon Toner.


“Kalau begitu ayo kita pergi…” Lanjut Toner, mengajak Megathirio dan Lucia beranjak dari tempat itu.


***


Beberapa saat kemudian, Toner, Megathirio dan Lucia sampai di ruangan tempat Andras, Shaevanjoe, Rayvor, Flogaz, Zchaira, Wenra serta Dorolia berada, dimana keenam murid akademi tersebut sedari tadi hanya duduk serta merasa bosan tidak melakukan apa-apa.


“Kalian semua ayo ikut bersamaku, kita diperintahkan harus segera berkumpul untuk membahas rencana penyerangan,” ucap Toner.


Semua murid yang duduk di dalam ruangan itu kemudian berdiri dan pergi meninggalkan ruangan tersebut mengikuti Toner pergi ke ruangan yang lain.


***


Tak berapa lama, semua murid-murid akademi sampai di sebuah ruangan pertemuan yang cukup luas, dimana mereka semuanya langsung duduk di tempat duduk mereka masing-masing yang telah disediakan.


Hingga beberapa saat kemudian, semua Venerate daerah Xetas yang akan bertugas dalam penyerangan kali serta Venerate dari negeri Pavonas, telah berkumpul di dalam ruangan yang luas tersebut.


“Terima kasih sudah berkumpul di tempat ini, terutama untuk para Venerate yang berasal dari negeri Pavonas,” ucap Roselix.


“Beberapa bulan yang lalu, satu per satu para Venerate yang berada di beberapa bagian daerah ini mulai melakukan sebuah pemberontakan, hingga seiring waktu berjalan pergerakan mereka mulai meluas hingga mereka dapat menguasai wilayah daerah Xetas lebih besar dibandingkan kita…”


“Kami tidak bisa membiarkan hal itu lebih lama lagi dan langsung melakukan sebuah penyerangan… Sampai akhirnya kami bisa merebut kembali beberapa wilayah daerah Xetas dari para pemberontak itu, namun mereka masih ada sampai sekarang serta masih tetap melakukan sebuah pergerakan,” ucap Roselix, menceritakan awal mula pergerakan pemberontakan di daerah Xetas kepada seluruh orang yang berada di dalam ruangan tersebut.