
“Nyonya Artemis, kurasa ada yang harus diakui oleh suamimu juga,” ucap Vertorn.
“Apa maksudmu?”
“Hefaistos apa yang sebenarnya dia bicarakan?” Artemis sontak bertanya kepada Hefaistos tentang apa yang dibicarakan oleh Giantman itu.
Akan tetapi, Hefaistos hanya diam. Dia tidak mengatakan apapun kepada Artemis.
“Apa kau tahu bahwa selama ini ketiga anakmu Kral, Illios dan Astrapi telah menjadi bagian dari kami sejak lima tahun yang lalu?”
Artemis pun terkejut mendengar pernyataan dari Giantman tersebut. Dengan ekspresi wajah serius Artemis mendekati Hefaistos lalu mencengkram kerah pria itu.
“Katakan padaku apa itu benar Hefaistos?” Ucap Artemis dengan ekspresi melotot.
Tidak ada kata yang keluar dari mulut pria itu, Hefaistos hanya memalingkan wajahnya tidak mau menjawab pertanyaan dari Artemis.
“Jawab aku Hefaistos!” Artemis menjadi geram hingga berbicara dengan nada suara tinggi kepadanya.
Hefaistos tetap memalingkan wajahnya, tidak mau menatap Artemis ataupun melihat wajah wanita itu.
Saking kesalnya Artemis, wanita itu lantas mendorong Hefaistos dengan kuat hingga terjatuh.
“Kral...! Illios…! Astrapi…!” Dia kemudian pergi mencari sambil berteriak pada ketiga anaknya diantara kerumunan orang-orang.
Tak berapa lama mencari, wanita itu akhirnya menemukan anak-anaknya dan menghampiri mereka dengan ekspresi wajah yang serius.
“Ibu…” Ucap Kral, sedikit terkejut melihat ibunya tersebut datang menghampiri mereka dengan ekspresi seperti itu.
“Jawab ibu, apakah kalian bertiga benar telah meninggalkan kota Hawkingson dan pergi wilayah barat sejak lima tahun yang lalu?” Tanpa pikir panjang Artemis langsung mencengkram kerah dari Kral juga dan bertanya pada pria itu tentang kebenaran yang dikatakan oleh Vertorn sebelumnya.
Mendengar hal tersebut, Kral serta Illios dan Astrapi pun terkejut, tidak menyangka bahwa ibunya tersebut bisa mengtahui hal itu.
“Jawab aku…” Artemis memaksa Kral mengatakan kebenarannya, namun pria itu tidak mau menjawabnya.
“Ibu biar aku yang menjawabya… Benar bahwa kami sudah meninggalkan kota Hawkingson dan pergi ke wilayah barat dari lima tahun yang lalu.” Illios pun melepaskan cengkram Artemis pada Kral lalu menjawab pertanyaan dari ibu mereka itu.
Artemis tidak menyangka bahwa ucapan Vertorn ternyata memang benar. Dia tidak percaya selama ini ketiga anaknya itu telah berada kepada pihak yang selalu bertentangan dengan pihak dari pemimpin negeri Lightio.
**
“Ayo kita pergi… Itu sudah menjadi permasalahan keluarga mereka sendiri.” Ucap Vertorn, menyuruh para Venerate datang bersamanya ke kota untuk pergi.
***
“Ibu maafkan kami… Tapi, kami memilih alasan mengapa harus meninggalkan wilayah ini,” ucap Illios.
“Kalau begitu, katakan apa alasan kenapa kalian tidak tinggal di tempat ini lagi,” ucap Artemis, kembali berdiri dan sekarang malah mencengkram kerah Illios.
“Ibu, aku tidak bisa mengatakannya disini…” Ucap Illios kemudian melihat kepada Astrapi.
Lantas Artemis pun mengikuti Illios melihat Astrapi, dan langsung memikirkan sesuatu dari hal tersebut.
“Apa ini berhubungan ada hubungannya dengan Astrapi?” Tanya Artemis.
Illios menganggukan kepalanya, merespon bahwa yang ditanyai oleh ibunya itu adalah benar.
“Kalau begitu, jika semuanya sudah pergi katakan semua alasan kalian… Dan jangan berusaha kabur,” ucap Artemis, melepaskan cengkramannya pada Illios lalu pergi meninggalkan mereka dengan perasaan kecewa.
**
Tak jauh dari tempat itu, para clan Portner dari daerah New Hammershine melihat Artemis marah-marah ingin mengetahui kebenaran dari beralih Kral serta yang lain ke wilayah barat.
“Aiver, nyonya Artemis sebentar lagi akan mengetahui kebenarannya… Aku tidak bisa melindungimu lagi jika dia kelak nanti tahu bahwa kau juga menjadi masalah di dalam alasan perginya tiga bersaudara itu.” Salah satu Continent Venerate clan Portner lantas memperingati anaknya bernama Aiver tersebut, karena sepertinya ikut andil dalam permasalahan tersebut.
“Lebih baik kita juga pergi dari sini,” Continent Venerate itu kemudian menyuruh keluarganya juga untuk beranjak dari kota Hawkingson.
***
***
Hingga pada malam harinya semua keluarga Hefaistos berkumpul pada salah satu ruangan di kediaman itu.
“Lucierence, Flophia… Bisakah kalian membawa Megathirio dan Zchaira keluar sebentar,” ucap Artemis, meminta Lucierence dan Flophia untuk mengajak dua anak termudanya itu untuk keluar, karena mereka akan mulai membicarakan dengan alasan Kral dan yang lain meninggalkan kota Hawkingson.
Lucierence dan Flophia pun mengajak Megathirio dan Zchaira untuk keluar dari ruangan itu.
***
“Maaf karena terpaksa harus membawa kalian keluar… Ayah dan ibu kalian mau membahas tentang hal yang penting mengenai ketiga saudara kalian,” ucap Lucierence.
“Sebenarnya aku sudah mengetahuinya bahwa tiga saudaraku dari tuan Hefaistos semalam.”
“Aku juga sudah mengetahuinya,” ucap Megathirio.
“Apa? Kau juga sudah mengetahuinya kakak?” Tanya Zchaira, sedikit terkejut ternyata saudaranya itu sudah mengetahuinya juga.
“Semalam aku masih berada diluar dan tidak sengaja mendengar pembicaraanmu dengan tuan Hefaistos.”
Lucierence serta Flophia terkejut ternyata dua bersaudara itu sudah mengetahuinya lebih dulu daripada ibu mereka.
***
“Kalau begitu ceritakan apa yang sebenarnya terjadi.” Kembali ke ruangan sebelumnya, Artemis bertanya tentang alasan yang masih belum diketahuinya tersebut.
“Masalah ini harus diceritakan oleh orang yang bersangkutan… Astrapi jika kau merasa ragu untuk menceritakannya tidak apa-apa,” ucap Illios sambil menatap Astrapi.
“Astrapi…” Panggil Artemis, ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada putri pertamanya itu.
“Ini berawal saat aku bertemu dengan seorang laki-laki bernama Aiver Portner.” Astrapi sejenak diam enggan untuk bercerita, namun beberapa saat perempuan itu akhirnya bersuara.
–10 Juli 3016 sampai tahun 3018–
Dimulai dari delapan tahun yang lalu, ketika Astrapi berusia dua belas tahun, dia pertama kali masuk ke akademi sihir yang berada di kota Xemico, wilayah selatan negeri Lightio, dimana tempat itu sendiri merupakan tempat para Venerate mudah berkembang, mempelajari kekuatan sihir, serta teknik-teknik khusus yang dimiliki oleh para Venerate Lightio pada umumnya.
Selama menjadi murid di dalam akademi tersebut, Astrapi merupakan murid yang berbakat serta menonjol dibandingkan dengan murid-murid yang memiliki tingkatan yang sama dengannya.
–21 November 3018–
“Astrapi Silkbar, ternyata perempuan itu sudah berhasil berada di kelas Land Venerate.”
Suatu ketika Astrapi dengan lebih cepat naik ke tingkatan Land Venerate, beberapa murid yang berada di tingkatan yang sama dengannya nampak membahas tentangnya.
“Siapa yang kalian bilang?” Tak berapa lama, Aiver Portner datang menghampiri mereka.
“Oh Aiver… Kami sedang membicarakan tentang putri dari presiden penyihir yang ada disana,” ucap salah satu murid Venerate sambil menunjuk Astrapi yang berada di kejauhan.
Aiver melihat Astrapi dari kejauhan dan pertama kalinya terpesona dengan kecantikan perempuan itu. Saat itu Aiver tampak langsung menaruh hati kepada Astrapi.
***
“Astrapi Silkbar, benarkan?”
“Maaf…”
Di hari itu juga Aiver datang menghampiri Astrapi dan menyapa perempuan itu.
“Salam kenal, aku adalah Aiver Portner, dari daerah New Hammershine,” ucap Aiver, memperkenalkan dirinya.
Setelah Aiver memperkenalkan dirinya, tiba-tiba dia pergi meninggalkan Astrapi. Astrapi kebingungan dengan sikapnya yang datang menghampirnya hanya untuk meperkenalkan diri saja.