The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 120 - Aiver hampir dikalahkan



Di sisi lain, tampak Joker terhempas setelah menerima serangan proyeksi energi berwarna hitam yang dilancarkan oleh Aiver. Vampireman tersebut, nampaknya belum mengetahui sebelumnya bahwa efek dari serangan yang dilancarkan oleh pria itu mampu menyerap serangan yang lain.


Masih belum menyerah, Vampireman itu seketika menggunakan teknik perpindahan ruangnya, dan muncul tepat di atas Aiver sambil hendak melancarkan serangan elemen api berwarna biru.


Ketika Vampireman itu melancarkan serangannya dari arah atas, tiba-tiba Aiver langsung mengetahui keberadaannya, dan dengan cepat melancarkan serangan proyeksi energi hitam.


Serangan proyeksi elemen api biru Joker pun seketika kembali terserap masuk ketika diterjang oleh serangan proyeksi energi hitam dari Aiver.


“Uakh…!” Alhasil Vampireman itu pun langsung menerima serangan dari Aiver, membuatnya terhempas ke atas, menabrak langit-langit ruangan dengan kerasnya, kemudian jatuh ke permukaan, tepat di depan Aiver.


Dalam keadaan tak sadarkan diri, Joker kini tidak bisa melakukan apa-apa, sembari Aiver mengeluarkan pancaran proyeksi energi hitam dari salah satu tangannya, bermaksud untuk mengakhiri Vampireman tersebut.


Melihat saudaranya dalam bahaya, Lucia dengan cepat menggunakan teknik teleportasi untuk mendahului pergerakan dari Aiver. Lucia muncul di dekat Joker, kemudian dalam sekejap menghilang bersama saudaranya tersebut untuk melarikan diri.


**


Akan tetapi, Lucia beserta Joker tiba-tiba muncul kembali di depan salah satu dinding pada ruangan tersebut. Lucia mencoba teknik perpindahan ruang miliknya kembali sambil memikirkan tempat yang lebih jauh dari dalam ruangan tersebut, namun tetap saja Vampireman perempuan itu bersama saudaranya tetap muncul kembali di dalam ruangan tersebut.


“Kenapa seperti ini?” Dengan ekspresi yang keheranan, Lucia pun bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.


**


“Gadis Vampireman, sepertinya kau kebingungan yah… Jelas saja, aku tidak akan membiarkan kalian pergi. Sebelumnya, dan tanpa diketahui oleh kalian, aku telah memasang sebuah penghalang disekitar ruangan ini yang membuat kalian para Vampireman tidak bisa melewatinya walaupun menggunakan teknik perpindahan ruang,” ucap Aiver, menjelaskan alasan mengapa Lucia terus muncul di dalam ruangan tersebut.


“Daripada berlama-lama, lebih baik kita selesaikan semuanya… Karena masih banyak musuh diluar sana yang harus kuselesaikan.”


Aiver seketika memproyeksikan energi berwarna hitam miliknya kemudian melancarkannya dalam skala yang besar ke arah Lucia dan Joker.


Melihat serangan tersebut, Lucia dengan refleks langsung menghilang dan berpindah ke bagian ruangan yang lain.


Aiver pun tidak kehabisan akal, pria itu seketika memproyeksikan energi hitam miliknya lebih besar lagi hingga dalam sekejap menerjang ke seluruh ruangan tersebut.


Lucia pun kini tidak bisa berbuat apa-apa dikerenakan sudah tidak memiliki tempat untuk menghindar, Vampireman perempuan itu memeluk Joker untuk berusaha melindungi saudaranya tersebut.


Disaat keadaan seperti itu, tiba-tiba Zchaira datang dari sebuah pintu keluar. Karena berada dalam mode kekuatan makhluk suci miliknya, gadis itu dengan mudah dapat menembus penghalang tak kasat mata yang diciptakan oleh Aiver sebelumnya.


Dengan sigap, Zchaira memproyeksikan energi berwarna biru yang memancar dari tubuhnya, yang seketika membuat proyeksi energi hitam milik Aiver pun seketika lenyap.


**


“Zchaira…” Ucap Lucia, nampak terkejut melihat gadis itu datang menolong dirinya dan saudaranya.


**


“Apa-apaan ini?” Melihat kemampuan yang dikeluarkan oleh Zchaira, Aiver pun nampak terkejut, serta bertanya-tanya bagaimana mungkin proyeksi energi berwarna biru dari gadis tersebut bisa menetrasil serangan miliknya.


**


“Penetrans sillabare…” Disaat yang bersamaan, Astrapi datang sambil menggunakan kekuatan sihirnya, hingga mampu menembus penghalang proyeksi yang diciptakan oleh Aiver.


“Ukh…” Astrapi seketika mengibaskan pedang senjata sucinya, hingga mengeluarkan kobaran api biru, yang langsung diterima oleh Aiver hingga pria itu terhempas menabrak dinding ruangan dengan kerasnya.


**


“Kakak Lucia…” Sementara itu, Zchaira datang menghampiri Lucia dan Joker untuk melihat keadaan mereka berdua.


“Zchaira, apa yang terjadi padamu?” Tanya Lucia, melihat gadis itu memancarkan proyeksi energi berwarna biru dari tubunya.


“Ini adalah kekuatan makhluk suci yang berhasil kuaktifkan…” Jawab Zchaira.


Gadis itu kemudian menyalurkan proyeksi energi yang memancar dari tubuhnya pada Lucia dan Joker untuk memulihkan keadaan dari dua Vampireman tersebut, namun setelah melakukannya Joker masih tetap saja tidak bisa tersadar.


“Pria bodoh… Ayo bangun…” Tidak tahu harus melakukan apa lagi, Zchaira seketika langsung menampar Joker, hingga seketika membuat Vampireman itu tiba-tiba tersadar kembali.


“Eh… Apa yang terjadi?” Tanya Joker, yang seketika tersadar.


“Kau… Apa yang terjadi padamu?” Joker kemudian bertanya karena terkejut melihat Zchaira memancarkan proyeksi energi berwarna biru.


Tanpa menjawab pertanyaan dari Vampireman itu, Zchaira bersama dengan Lucia kemudian mebantu Joker kembali berdiri.


Mereka kemudian memperhatikan pertarungan dari Aiver dan Astrapi, yang perlahan-lahan mulai didominasi oleh Aiver.


**


Aiver tampak melancarkan serangan proyeksi energi hitam yang membuat serangan proyeksi elemen api biru dari Astrapi seketika terserap masuk hingga lenyap. Serangan proyeksi energi berwarna hitam tersebut terus meluncur ke arah perempuan itu, hingga langsung diterima olehnya.


“Akh…” Astrapi pun langsung terhempas menghantam dinding ruangan dengan keras.


“Eh…” Perempuan itu tiba-tiba merasa heran tidak bisa sulit menggerakan tubuhnya, serta merasa bahwa energi hampir terkuras habis setelah menerima serangan proyeksi energi hitam dari Aiver.


**


“Ada apa Astrapi? Kenapa kau terlihat begitu kebingungan?” Dengan memasang ekspresi senyuman menyeringai di wajahnya, Aiver pun tampak senang melihat perempuan itu sulit untuk bergerak.


Dengan cepat pria itu meluncur mendekati Astrapi sambil kembali melancarkan serangan proyeksi energi miliknya.


“Akh…” Akan tetapi, hal tersebut langsung digagalkan oleh Joker, yang langsung muncul menggunakan kemampuan perpindahan ruang miliknya, dan seketika melancarkan serangan proyeksi elemen api biru dari arah lain.


Aiver pun sontak terhempas dan langsung menabrak dinding ruangan tempat mereka berada. Merasa kesal dengan serangan tersebut, Aiver dengan cepat berdiri, dan tidak henti-hentinya melancarkan serangan proyeksi energi hitam milknya.


Namun, tiba-tiba Zchaira datang dan langsung menetralisilkan proyeksi energi hitam pria itu, menggunakan serangan proyeksi energi berwarna biru dari gadis tersebut.


Aiver pun terhempas menabrak dinding kembali, setelah menerima serangan proyeksi energi biru dari Zchaira.


Melihat kesempatan tersebut, Zchaira dengan cepat memfokuskan energi berwarna biru yang memancar dari tubuhnya, pada salah satu tangannya untuk berusaha menyerang Aiver.


“Eh…” Ketika masih berusaha memfokuskan energi berwarna biru tersebut, tiba-tiba mode kekuatan makhluk sucinya berakhir.


Hal tersebut langsung membuat Zchaira jatuh tersungkur, serta membuat gadis itu pun kembali tidak bisa menggerakan tubuhnya sama seperti sebelumnya, walaupun masih bisa sadar.


Aiver yang nampak merasa tegang sebelumnya, seketika merasa heran melihat serangan yang dilancarkan oleh gadis itu tiba-tiba gagal.