
“Akhirnya aku bisa keluar… Kenapa tidak dari tadi saja aku terpikir cara itu…” Gumam Lucia.
Vampireman perempuan itu kemudian bergegas keluar dari ruangan tersebut tanpa diketahui oleh para Venerate pemberontak yang kemungkinan berada di sekitar tempat tersebut.
**
Saat berada diluar, dengan menggunakan kekuatan instingnya, Lucia perlahan menciba mengingat ruangan tempatnya dibawah oleh Anmaguel menemui Aiver sebelumnya.
Lucia pun menggunakan kemampuan perpindahan ruang miliknya dan dalam sekejap menghilang.
***
Vampireman perempuan itu seketika muncul di dalam ruangan yang belum lama ditinggalkan Aiver sebelumnya.
Sambil mengendap-ngendap, Lucia memperhatikan keadaan sekitar, yang ternyata tidak ada satupun orang berada di dalam ruangan tersebut.
“Kenapa tidak ada orang di tempat ini?” Gumam perempuan itu, nampak kebingungan memperhatikan ruangan tersebut tidak terdapat satupun para Venerate pemberontak.
Tanpa diketahui oleh Vampireman perempuan itu bahwa yang sebenarnya para Venerate pemberontak, termasuk Aiver kini sedang bersiaga dengan kedatangan para rekan-rekannya, yang bersamaan juga datang bersama dengan saudaranya Joker menuju ke tempat tersebut.
Tidak mau berlama-lama merasa bingung, Lucia pun bergegas mengambil semua gelang yang dilepaskan oleh Aiver pada pergelangan tangannya sebelumnya.
Saat memakai salah satu gelang, tampilan Lucia sebagai ras Vampireman akhirnya bisa tersamarkan kembali menjadi penampilan dari ras manusia murni.
Setelah berhasil mengambilkan gelang-gelang tersebut dan memakainya, Lucia kemudian kembali bergegas pergi dari ruangan tersebut untuk mencari jalan keluar dari tempat persembunyian para Venerate pemberontak.
***
Beberapa saat kemudian, di depan kota yang merupakan tempat persembunyian utama dari para Venerate pemberontak, tampak Aiver beserta para Venerate bawahannya, yang tidak lain merupakan para pemberontak itu sendiri, bersama dengan para Venerate negeri Pavonas telah menunggu kedatangan dari Illios dan yang lain menuju ketempat mereka tersebut.
Illios bersama Astrapi dan Joker yang terbang lebih dulu tiba-tiba berhenti ketika melihat Aiver bersama pasukan Venerate pemberontak berada di depan mereka.
“Lama tak jumpa Aiver Portner… Aku tidak menyangka bahwa kau yang membuat kekacauan di tempat ini,” ucap Illios.
**
“Kupikir kita baru saja bertemu saat penobatan wakil presiden penyihir sebelumnya…” Respon Aiver.
“Ngomong-ngomong ini bukanlah sebuah kekacauan… Pergerakanku ini hanya bertujuan agar para penentang seperti kalian di wilayah barat ini sadar bahwa kamilah para Venerate wilayah timur yang berkuasa,” lanjut pria itu berkata.
**
“Heh… Tentu saja tujuanmu itu hanya akan menambah kekacauan di negeri ini… Kau pikir para Venerate wilayah timur akan menerima tindakanmu ini,” ucap Illios dengan nada suara tinggi.
**
“Aku tidak peduli dengan hal itu… Yang pasti tujuanku kini adalah untuk perlahan-lahan menundukan kalian para Venerate kubuh barat,” balas Aiver.
**
“Kalau begitu, aku tidak akan tinggal diam dengan perbuatanmu…”
Illios sontak mengangkat salah satu tangannya ke atas kemudian memproyeksikan elemen api dalam skala yang besar hingga membentuk layaknya seekor kuda raksasa.
“Fiamma sillabare… Fire horse…” Seketika kobaran api menyerupai seekor kuda raksasa tersebut, diluncurkan olehnya menuju ke arah Aiver dan para Venerate pemberontak.
Melihat serangan elemen api itu meluncur, Aiver dengan sigap melancarkan serangan proyeksi energi berwarna hitam miliknya, yang seketika langsung menyerap habis serangan elemen api dari Illios.
Illios mengibaskan pedang, melancarkan sebuah serangan tebasan proyeksi elemen api berskala besar, hingga anehnya mampu membakar proyeksi energi hitam yang diluncurkan oleh Aiver, hingga lenyap tak bersisa.
Illios seketika kembali mengibaskan pedangnya, melancarkan sebuah serangan tebasan elemen api berskala besar lagi mengarah pada Aiver dan para Venerate pemberontak.
“Difesa sillabare… Holy eldritch shield…” Namun, kali ini Anmaguel yang telah menggunakan topeng sontak maju dan menahan serangan elemen api tersebut dengan menciptakan sebuah perisai proyeksi.
Dalam sekejap, Anmaguel memanipulasi perisai proyeksinya menjadi sebuah energi yang lantas mengurung kobaran api yang diluncurkan oleh Illios sebelumnya.
Proyeksi energi yang membendung serangan elemen api itu kemudian dikirim kembali oleh tetua akademi sihir tersebut kepada Illios.
**
Melihat serangan tersebut, Astrapi bersama Joker dengan sigap langsung menghindar ke belakang, namun berbeda dengan Illios, dimana pria itu tidak mau beranjak dan hendak menahan menahan serangan tersebut sambil mengayunkan pedang senjata sucinya.
Dengan melancarkan serangan tebasan elemen api, serangan yang diluncurkan oleh Anmaguel itu seketika terbelah menjadi dua.
**
“Incantesimo segreto… Coup de explosion…”
**
Akan tetapi, Anmaguel tiba-tiba menggunakan sebuah mantra yang lantas membuat serangan miliknya yang ditebas oleh Illios pun seketia menciptakan ledakan yang besar.
Iliios pun tidak sempat memperkirakan serangan tersebut dan dalam sekejap langsung terhempas ke jarak yang jauh.
**
Disaat yang bersamaan, Para Land Venerate dari sisi pemberontak, yang tidak lain merupakan Perlex, Winscarlo, Olirvine dan Grovenzo, serta Venerate Pavonas, Viecion dan Sineto seketika meluncur sambil melancarkan serangan mereka secara bersamaan ke arah Zchaira dan yang lain.
**
Melihat hal tersebut, para Land Venerate yang terdiri dari Toner, Eliadryn, Pedrobal, Charlett, Auphia serta Zeidonas langsung bergerak untuk menepis semua serangan dari Land Venerate di pihak pemberontak.
Para Land Venerate dari kedua belah pihak kemudian saling melancarkan serangan mereka masing-masing secara bergantian.
Tak berapa lama, para pasukan Pemberontak dibantu dengan Venerate Pavonas pun maju untuk menyerang. Para murid-murid akademi beserta Venerate yang datang bersama Joker dengan sigap langsung menghadang pasukan tersebut yang hendak mengganggu pertarungan dari para Land Venerate.
Megathirio dan para Regional Venerate di sisinya dengan sigap melawan pasukan pemberontak hingga beberapa diantaranya langsung dikalahkan oleh mereka.
**
Sementara itu, Astrapi dan Joker meluncur ke arah Aiver, hendak menyerang pria itu, namun Anmaguel yang sedang dalam sebuah penyamaran, dengan sigap menahan serangan Astrapi dan Joker secara bersamaan.
“Aku yakin kau adalah tuan Jaimeburg kan…” Ucap Astrapi, menduga bahwa orang misterius yang adalah Anmaguel tersebut, merupakan Jaimeburg Portner, salah satu Continent Venerate Lightio wilayah timur, dan merupakan ayah dari Aiver.
Anmaguel tidak merepos ucapan dari Astrapi dan dengan sigap kembali melancarkan serangan perempuan itu serta Joker di dekat tempat tersebut.
Ketika Joker dan Astrapi melancarkan serangan secara bersamaan, Anmaguel pun dengan lincah mampu menangani serangan mereka berdua dengan menghindarinya kemudian dengan cepat langsung melancarkan serangan balasan.
Tanpa bantuan dari Aiver yang sedang memperhatikan pertarungan tersebut, Anmaguel dengan mudah dapat mengimbangi kemampuan dari Joker dan Astrapi, padahal tingkatan kekuatan dari tetua akademi tersebut sebenarnya setarah dengan kedua Venerate yang dilawan olehnya.
Sementara Anmaguel bertarung melawan Joker dan Astrapi, Aiver pun perlahan-lahan berjalan meninggalkan mereka.