
“I… Iya…” Jawab Lucia sambil tersipu malu ketika mendengar pertanyaan dari pemuda itu.
Tiba-tiba Megathirio dengan cepat membuat Lucia kembali berdiri lalu dengan kuat menendangnya. Megathirio seketika melancarkan beberapa serangan fisik kepada Lucia tanpa memperdulikan bahwa lawan yang sedang dihadapinya merupakan seorang perempuan.
**
“Kakak, apa yang kau lakukan?”
Melihat hal tersebut Rayvor dan Flogaz yang sedang memperhatikan pertarungan mereka dengan sigap berdiri kemudian langsung menahan Megathirio.
“Hei kalian… Jangan menganggu…” Megathirio sontak meronta ketika dua orang itu menghalanginya untuk menyerang Lucia.
“Jangan bodoh… Kau sudah keterlaluan…” Ucap Rayvor dengan nada suara tinggi, memperingati Megathirio pada perbuatannya.
“Aqua sillabare… Shooting star…” Dengan berusaha keras Megathirio meloloskan salah satu tangannya kemudian dengan cepat meluncurkan serangan tebakan elemen air bertekanan tinggi kepada Lucia.
“Akh…!” Tidak mengira serangan dari pemuda itu, Lucia pun lantas menerimanya hingga membuatnya langsung terhempas.
Untung saja disaat yang bersamaan Andras pun sampai di dalam ruangan tersebut dan dengan refleks langsung menangkap Lucia ketika melihat Vampireman perempuan itu sedang terhempas.
“Kau tidak apa-apa?” Tanya Andras tentang keadaan Lucia.
“Aku baik-baik saja… Terima kasih,” jawab Lucia sambil berterima kasih pada pemuda itu.
**
“Lepaskan…” Megathirio pun lebih keras meronta hingga pegangan Rayvor dan Flogaz langasung terlepas darinya.
Megathirio perlahan-lahan berjalan menuju ke arah Lucia, namun tiba-tiba pemuda itu berhenti saat Andras langsung menghalanginya.
“Minggir kau…” Ucap Megathirio dengan ekspresi wajah serius.
“Lawan aku saja… Aku tidak mau membiarkanmu menyakitinya,” balas Andras, dengan tegas tidak mau menyingkir dari hadapan Megathitio.
“Aku tidak punya urusan denganmu, karena itu kau lebih baik menyingkir dari jalanku.”
“Sudah kukatakan lawan aku saja sialan…” Andras pun seketika memunculkan sebuah tongkat sabit senjata sucinya dan dengan cepat menganyunkannya ke arah Megathirio.
Melihat ayunan serangan dari pemuda itu, Megathirio pun dengan sigap melompat ke belakang untuk menghindarinya.
“Senjata suci…” Ucap Megathitio, terkejut tiba-tiba melihat Andras mengeluarkan sebuah senjata suci.
Andras meluncur ke arah Megathirio kemudian beberapa kali menganyunkan tongkat sabitnya tersebut, namun dengan sigap Megathirio pun langsung menghindari setiap yang dilancarkan oleh pemuda itu.
Tiba-tiba Andras melancarkan serangan proyeksi energi berwarna merah ke arah Megathirio.
“Difesa sillabare…”
“Uakh…!” Walaupun sempat menciptakan sebuah perisai proyeksi, namun karena tekanan yang kuat dari serangan proyeksi energi yang dilancarkan oleh Andras, membuat Megathirio seketika terhempas.
**
Rayvor dan Flogaz yang sempat menghentikan Megathirio kini tidak mau lagi menghalangi pertarungan kedua dari pemuda itu dan lebih memilih pergi menghampiri Lucia yang sedang terduduk di dekat pintu masuk ruangan tersebut.
“Kakak kau tidak apa-apa?” Tanya Rayvor.
“Iya, jangan khawatir,” jawab Lucia.
***
Kembali pada pertarungan antara Megathirio dan Andras, dimana karena tidak mau kalah, Megathirio lantas memunculkan pedang senjata suci pemberian dari Hefaistos yang memiliki bilah berwarna biru toska tersebut.
Ketika Andras melancarkan sebuah serangan tebasan energi berwarna merah, dengan mudah Megathirio menepisnya hingga lenyap tak bersisa meggunakan pedang yang merupakan senjata sucinya tersebut.
Dengan sigap Andras pun menangkis serangan elemen air itu menggunakan senjata sucinya, namun karena memiliki tekanan yang tinggi hal tersebut tetap membuatnya terhentak ke belakang.
Megathirio meluncur mendekati Andras kemudian beberapa kali menganyunkan pedangnya. Karena memegang sebuah senjata suci berukuran besar, Andras pun hanya bisa menangkis ayunan serangan dari pemuda itu tanpa mendapatkan kesempatan untuk menyerang balik.
**
Dari luar ruangan tiba-tiba Shaevanjoe, adik dari Andras muncul dan seketika terkejut melihat saudaranya tersebut sedang bertarung melawan Megathirio.
Disaat bersamaan Shaevanjoe melihat Rayvor, Flogaz serta Lucia sedang berada di dekat pintu masuk sambil memperhatikan pertarungan dua orang itu dengan ekspresi khawatir.
“Hei, apa yang terjadi?” Tanya Shavanjoe.
“Ini bukan latihan… Mereka berdua bertarung sungguhan akibat sebuah permasalahan,” jawab Rayvor.
Mendengar hal tersebut, anehnya Shaevanjoe tiba-tiba berlari menginggalkan ruangan tersebut.
***
Pemuda itu berlari menuju jembatan penghubung menuju ke bangunan dari para murid Land Venerate.
Shaevanjoe tiba-tiba berhenti ketika melihat salah satu murid Land Venerate bernama Toner yang sebelumnya pernah ditabrak oleh Zchaira, berada sendirian di dalam sebuah ruangan.
“Kakak Toner, tolong bantu aku… Tolong bantu aku menghentikan pertarungan Andras bersama salah satu murid Regional Venerate,” ucap Shaevanjoe meminta tolong kepada pemuda itu.
“Apa? Pertarungan…” Mendengar hal tersebut pemuda bernama Toner itu langsung keluar dari ruangan tempatnya berada kemudian berlari bersama Shaevanjoe menuju ke bangunan para murid Regional Venerate.
***
Ketika Toner dan Shaevanjoe sampai ke ruangan tempat pertarungan Megathirio dan Andras, pemuda itu lantas terkejut melihat kedua murid Regional Venerate itu masih saling berhadapan saling melancarkan serangan.
**
Disaat mendapatkan sebuah kesempatan, Andras dengan sigap menepis pedang Megathirio kemudian melancarkan serangan tebasan energi merah.
Akan tetapi, tiba-tiba Megathirio dengan tidak sengaja mengaktifkan kekuatan dari senjata suci ketika hendak menepis serangan tebasan energi merah dari Andras.
Hal tersebut lantas membuat Megathirio seketika mengakses sebuah teknik dari pedangnya tersebut yang seketika menciptakan sebuah duri-duri kristal yang tajam tumbuh di setiap permukaan ruangan tersebut.
Melihat hal itu, Andras dengan sigap mengakses kekuatan sihirnya, menciptakan sepasang sayap proyeksi untuk terbang menghindari munculnya duri-duri kristal tersebut.
“Difesa sillabare… Holy eldritch shield…” Melihat duri-duri kristal tersebut terus bermunculan hingga hampir menuju ke arah Lucia dan yang lain, dengan sigap toner langsung menciptakan sebuah perisai proyeksi untuk menahan hal tersebut.
“Hentikan…” Ucap Toner dengan tegas memperingati Megathirio serta Andras untuk berhenti bertarung.
“Siapa juga kau? Apa kau kemari mau menantangku juga?” Akan tetapi, Megathirio lantas tidak mau mendengar peringatan pemuda itu dan langsung menatap tajamnya.
“Jika kau ingin menghentikanku… Lebih baik lakukan dengan kekuatanmu sendiri…” Tanpa pikir panjang, Megathirio meluncur ke arah Toner sambil menganyunkan senjata sucinya.
“Fiamma sillabare… Holy blast…” Dengan sigap Toner melancarkan serangan elemen api kea rah Megatirio, yang seketika menciptakan sebuah ledakan ketika Megathirio menerima serangan tersebut.
“Uakh…!” Hal tersebut lantas membuat Megathirio seketika terhempas menjebol dinding ruangan tersebut hingga keluar dari bangunan para murid Regional Venerate.
**
Ketika Megathirio terkapar tak berada serta seketika tak sadarkan diri, disaat yang bersamaan Zchaira bersama dua temannya yang sedang berjalan sontak terkejut melhat pemuda itu.
“Kakak…” Zchaira pun langsung menghampiri dan melihat keadaan dari saudaranya tersebut.
“Apa yang terjadi?” Ucap Zchaira sambil melihat ke arah dinding yang jebol, dimana merupakan tempat Megathirio terhempas.
Saat melihat ke arah tersebut, tiba-tiba Zchaira dikejutkan kembali melihat Toner, seorang pemuda yang pernah ditabraknya.