
“Tuan Timonar, kalau begitu apa kau tahu pria itu? Aku merasakan tekanan kekuatan yang sama besar seperti pria besar tadi,” tanya Zchaira.
“Orang itu? Dia adalah salah satu dari empat Venerate terkuat yang dimiliki oleh negeri Lightio saat ini, selain ayah dan ibumu, serta pria besar yang tadi…” jawab Timonar.
“Namanya adalah Levianther Zee, Venerate yang berasal dari benua Greune… Hanya itu yang kuketahui tentangnya, tapi menurut informasi dia adalah orang yang dingin,” lanjut Timonar menjelaskan tentang orang yang barusan melewati mereka itu.
“Salah satu Venerate terkuat seperti ibu dan tuan Hefaistos yah… Aku bahkan tidak bisa membayangkan seberapa kuat kekuatan dari kedua tuaku saja… Bagaimana dengan World Venerate yang lain,” respon Zchaira, merasa penasaran seberapa kuatkah tingkatan teratas tersebut.
***
Beberapa saat kemudian, Zchaira nampak menyendiri di sebuah balkon sambil melihat Venerate Lightio yang terdiri dari para pemimpin daerah serta para Continent Venerate satu per satu mulai berdatangan dari segala penjuru negeri tersebut.
Diantara mereka merupakan orang-orang yang telah diperlihatkan sebelumnya. Hayliver Bridgehunts, Venerate pemimpin daerah Risoumi yang pernah membantu para Vampireman masuk ke wilayah pedalaman utara.
Terlihat juga Nor Stargaze, pemimpin dari daerah Vermossa dan Galfred Frashunt yang kini telah menjadi Continent Venerate. Kedua orang itu tidak lain merupakan para anggota tim Hefaistos dan Artemis pada perang melawan negeri Machora Tira dua puluh lima tahun silam.
Tidak lupa juga tujuh dari sepuluh Continent Venerate Lightio dari wilayah selatan yang dulu berada pada perang Lightio dan Machora Tira hadir di kota itu untuk melihat penobatan wakil presiden penyihir mereka.
“Zchaira, sedang apa kau disini?” Tak lama kemudian Rayvor datang menghampiri dan bertanya kepada gadis itu.
“Aku hanya sedang memperhatikan orang-orang penting yang hadir untuk melihat penobatan calon wakil presiden penyihir,” jawab Zchaira.
“Aku tidak menyangka sebanyak ini Venerate yang setarah dengan tuan Timonar, ayahmu kakak, bahkan tuan Hefaistos dan ibuku,” lanjutnya.
“Kau benar, bahkan negeri Lightio saja sudah memiliki Venerate sebanyak itu… Bagaimana dengan puluhan negeri yang lain? Jika kujumlahkan Venerate yang mendiami dunia bahkan bisa sampai jutaan,” sambung Rayvor.
Zchaira paham bahwa hanya dengan berada di dalam negeri yang ditinggalinya tersebut hanya akan membuatnya mengetahui sebagian kecil dari dunia ini.
Di dalam benaknya, gadis itu ingin sekali berkeliling dari satu negeri ke negeri lainnya untuk mengetahui hal-hal beragam yang terdapat di dunia tersebut, yang bahkan sangat jauh berbeda dengan apa yang dilihatnya di dalam negeri Lightio. Dia sangat penasaran dan ingin mengetahui secara langsung tentang hal-hal yang berbeda tersebut.
“Kakak, ada yang ingin kutanyakan padamu?”
“Iya… Apa yang ingin kau tanyakan?”
“Jika suatu hari nanti kau meninggalkan negeri ini, apa yang akan lakukan?” Ucap Zchaira.
“Meninggalkan negeri ini? Apa maksudmu sudah tidak kembali lagi atau memiliki hubungan dengan Lightio?” Tanya Rayvor, sedikit terkejut mendengar ucapan Zchaira.
“Iya, benar…”
“Hmph… Memang sedikit mengejutkan, tapi aku juga sebenarnya memiliki sebuah keinginan untuk berkeliling dunia… Aku ingin mengetahui macam-macam Venerate yang ada di dunia ini, serta ingin sekali untuk mempelajari teknik-teknik yang mereka miliki.”
“Haah… Kau ingin mempelajari teknik-teknik dari Venerate lain... Apakah itu mungkin?” Tanya Zchaira, nampak penasaran.
“Itu mungkin saja… Aku tidak menyombongkan diri, tapi aku sedikit percaya diri bahwa kemampuanku bisa menirukan teknik-teknik dari Venerate lain dalam sekali lihat…”
“Aku ingin mengeteskan sampai dimana kemampuanku itu.”
Mendengar pernyataan dari Rayvor, Zchaira pun tersenyum karena setidaknya pemuda itu memiliki keinginan yang hampir sama dengannya.
“Aku… Tentu saja aku ingin sekali berkeliling dunia ini… Aku ingin mengetahui hal-hal yang sangat berbeda dengan yang terdapat di negeri Lightio ini,” jawab Zchaira.
“Tapi, dibalik itu… Keinginan utamaku ingin berkekling dunia adalah untuk mencari seorang pemuda yang dulu pernah menolongku.”
“Ada yang pernah menolongmu?”
“Iya, itu terjadi beberapa tahun yang lalu… Sejak hari itu, aku sudah tidak pernah lagi bertemu dengannya. Padahal aku ingin sekali mengucapkan terima kasih kepadanya karena sudah menolongku, jika tidak ada pemuda itu aku pasti tidak bisa berada sampai disini.”
Zchaira kemudian menceritakan kepada Rayvor tentang pertemuannya dengan pemuda berambut putih sekitar delapan tahun yang lau, dimana gadis itu secara tidak sengaja tersesat di dalam hutan dan kemudian dikejar oleh gerombolan serigala.
Disaat itu munculah seorang pemuda berambut putih serta memiliki mata berwarna biru yang indah. Pemuda itu memberikan sebuah kalung bunga salju untuk menuntun gadis itu kembali ke desa, yang sampai sekarang kalung itu juga masih disimpan dan kembali dipakai oleh Zchaira.
“Hmph… Jadi kau memiliki seorang idola yah… Aku jadi merasa cemburu,” respon Rayvor pada hal yang diceritakan oleh Zchaira.
“Idola… Tidak, aku hanya ingin berterima kasih saja pada orang itu… Tapi, kenapa kau mengatakan bahwa kau merasa cemburu?” Tiba-tiba Zchaira tersipu malu, hingga wajahnya pun memerah saat mendengar ucapan Rayvor.
“Hahaha… Padahal aku hanya mengetesnya saja, tapi ternyata benar…” Melihat ekspresi gadis itu, Rayvor pun langsung menertawainya.
“Untuk kenapa aku merasa cemburu lupakan saja. Aku hanya bercanda… Namun, benarkan… Kau menyukai orang yang menolongmu itu?” Tanya Rayvor.
Zchaira menjawab pertanyaan Rayvor dengan perlahan menganggukan kepalanya walaupun sedikit malu untuk menyatakan bahwa dia memiliki perasaan pada pemuda misterius itu.
“Tidak ada salahnya kau menyukai seseorang… Jika takdir menghendaki, pasti kau akan bertemu dengannya lagi,” ucap Rayvor.
Disaat mereka sedang berbincang tiba-tiba terdengar sebuah suara yang cukup keras hingga membuat Rayvor dan Zchaira pun terkejut.
Mereka menatap ke langit dan melihat dua pesawat dari dua arah yang berbeda sedang menuju ke kota itu.
“Negeri Fuegonia dan Cielas…” Rayvor langsung mengetahui dua pesawat tersebut merupakan pesawat yang berasal dari dua negeri berbeda dengan melihat lambang yang berada di masing-masing badan pesawat tersebut.
Tampak sebuah lambang berwarna merah di samping sisi kiri dan kanannya, dengan warna putih yang membatasi kedua warna merah tersebut. Terdapat juga lambang api serta bintang berwarna emas yang berada ditengah bendera, serta garis berwarna biru di kedua sisi, yang membatasi warna merah dan putih di badan pesawat negeri Fuegonia.
Sedangakan untuk lambang yang berada di pesawat milik negeri Cielas tampak sebuah bintang berwarna putih dengan berlatarkan lingkaran biru serta dedaunan yang melingkari lingkaran tersebut.
“Mereka juga datang kemari untuk menghadiri acara penobatan ibumu,” ucap Rayvor.
Disaat terkejut melihat dua pesawat tersebut, Rayvor serta Zchaira nampak tegang merasakan tekanan kekuatan yang besar berasal dari dalam masing-masing pesawat tersebut.
“Kakak, apa mungkin yang berada di dalam dua pesawat itu terdapat Venerate-Venerate yang kuat?” Tanya Zchaira.
“Iya, kurasa sepertinya para Venerate yang berada di dalam pesawat-pesawat itu juga adalah para pemimpin serta petinggi dari masing-masing negeri Fuegonia dan negeri Cielas.”