The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 74 - Sihir pertahanan



–12 sampai 21 September 3024–


Keesokan harinya, Zchaira, Megathirio, serta semua para murid-murid baru akhirnya mulai berlatih untuk memanipulasikan energi sihir mereka. Dimulai pada pelatihan kali ini para murid-murid baru akan mencoba untuk memanipulasikan kekuatan sihir pertahanan, dimana untuk yang paling pertama mereka diwajibkan menciptakan sebuah perisai dari proyeksi energi sihir mereka atau yang biasa disebut dengan Mana.


Para murid-murid baru akademi berkonsentrasi memfokuskan Mana mereka dimulai pada bagian anggota tubuh mereka yaitu tangan, dimana merupakan cara paling mudah untuk memproyeksikan sebuah energi sihir.


Di hari pertama tersebut, sebagian kecil dari para murid baru berhasil memanipulasi Mana mereka menjadi sebuah perisai proyeksi dengan baik, dimana dua murid dengan tingkatan tertinggi yang berada pada level Regional Venerate yaitu Megathirio dan Lucia berhasil melakukan hal tersebut dengan mudah.


Tidak kalah dengan dua murid Regional Venerate tersebut, tampak Zchaira juga sebagai murid Division Venerate yang berada dua tingkat dibawah mereka mampu memanipulasikan energi sihirnya menjadi sebuah perisai proyeksi dengan sempurna.


Bahkan kemampuan Zchaira dalam memproyeksikan perisai proyeksi dari energi sihirnya nampak lebih baik dibandingkan dengan murid-murid Division Venerate yang memiliki tingkatan yang sama dengannya.


***


Pada hari kedua, para murid-murid baru kembali berlatih memproyeksikan Mana mereka menjadi sebuah perisai proyeksi.


Di hari kedua tersebut, tiga murid dengan kemampuan paling baik, yaitu Megathirio, Lucia serta Zchaira dengan mudah bisa menguasai teknik tersebut, dengan kini dapat memproyeksikan sebuah perisai proyeksi mereka tanpa harus mengacungkan salah satu atau kedua mereka ke depan. Dengan hanya menggunakan kekuatan pikiran mereka, ketiga murid tersebut mampu untuk memproyeksikan sebuah energi sihir tanpa harus menggunakan sebuah gerakan tertentu.


***


Hingga pada hari ketiga, Megathirio, Lucia, Zchaira telah menguasai dengan baik teknik tersebut dibandingkan dengan para murid-murid baru yang lain.


“Difesa sillabare… Holy eldritch shield…”


Tiba-tiba anak laki-laki bernama Haniwa yang sedikit iri dengan kemampuan ketiga murid terbaik itu, langsung mengeluarkan kemampuan tersembunyinya dengan langsung memproyeksikan sebuah perisai energi sihir dalam skala yang lebih besar dibandingkan dengan mereka.


Hal tersebut lantas membuat Megathirio, Lucia serta Zchaira pun terkejut, dimana mereka masih belum bisa mengakses sihir pertahan lanjutan tersebut.


Begitu juga dengan para murid-murid baru yang lain, nampak iri melihat kemampuan dari Haniwa karena merasa akan mulai tertinggal lebih jauh dibandingkan keempat murid tersebut.


***


Pada hari kelima sampai dengan hari yang ketujuh, para murid-murid melanjutkan pelatihan sihir pertahanan mereka dengan kini diwajibkan harus memanipulasikan Mana mereka lebih besar untuk dapat menciptakan sebuah proyeksi penghalang.


Sama seperti saat berlatih untuk memproyeksikan sebuah perisai proyeksi, para murid harud terlebih dahulu memfokuskan Mana ke tangan meraka masing-masing, agar energi sihir mereka tersebut dapat terproyeksikan dengan baik.


Berbeda saat menciptakan sebuah perisai proyeksi, dimana beberapa murid yang sebelumnya dapat dengan baik melakukan hal tersebut kini mendapatkan kesulitan dalam menciptakan sebuah penghalang dari energi sihir mereka.


Berbanding terbalik dengan beberapa murid yang sebelumnya kurang baik dalam menciptakan perisai proyeksi, kini dengan mudah dapat menciptakan sebuah penghalang dari energi sihir mereka tersebut.


Hal tersebut dikarenakan perbedaan kemampuan berpikir serta berimajinasi dari masing-masing murid, yang membuat sebagian dari mereka dapat menguasai teknik penciptaan perisai proyeksi, serta sebagian yang lain dapat dengan mudah menguasai teknik penciptaan proyeksi penghalang.


Akan tetapi, hal tersebut tidaklah berpengaruh terhadap Megathirio, Lucia serta Zchaira, dimana mereka dengan mudah juga dapat menciptakan sebuah penghalang proyeksi dengan mudah sama seperti ketika mereka menciptakan sebuah perisai proyeksi.


“Difesa sillabare… Holy eldritch barrier…”


Tidak mau kalah dengan Haniwa, Zchaira kemudian berkonsentrasi memfokuskan energi sihir yang lebih banyak untuk melakukan hal yang sama seperti anak laki-laki itu.


“Difesa sillabare… Holy eldritch barrier…”


Dengan mudah Zchaira menciptakan sebuah penghalang proyeksi dalam skala yang lebih dan langsung membungkam kesombongan dari anak laki-laki tersebut.


***


Kemudian di hari kedelapan sampai dengan hari kesembilan pelatihan mereka, para murid-murid baru akhirnya harus mempelajari teknik sihir pertahanan ketiga yaitu memfokuskan energi sihir untuk bisa melapisi tubuh mereka menjadi sebuah pertahanan.


Para murid-murid baru bukan hanya harus memfokuskan Mana pada satu atau dua tangan mereka, namun kini mereka ditantang harus memfokuskan Mana yang lebih besar ke seluruh tubuh agar dapat meningkatkan pertahanan tubuh mereka dalam waktu yang singkat.


Beberapa murid tidak mudah melakukan hal tersebut karena tingkat kesulitan dalam teknik tersebut tampak lebih besar dibandingkan teknik yang sebelumnya.


Namun, hal tersebut tetap juga tidak berpengaruh kepada ketiga murid dengan kemampuan paling baik, yang tidak merupakan Magathirio, Lucia serta Zchaira. Mereka bertiga dengan mudah dapat menguasai teknik tersebut hingga membuat tubuh mereka memancarkan energi sihir.


***


Dan akhirnya pada hari yang kesepuluh, teknik-teknik sihir pertahanan yang dipelajari serta dikuasai oleh mereka akan diuji satu per satu.


Dimulai dari proyeksi perisai mereka, dimana beberapa murid harus berbaris melingkar di sebuah tempat yang luas sambil mengakses teknik penciptaan perisai proyeksi mereka.


Brynzel sebagai guru dalam bidang tersebut pergi ke tengah-tengah kemudian langsung melancarkan sebuah serangan proyeksi yang besar hingga beberapa diantara para perisai proyeksi yang diproyeksikan oleh sebagian murid seketika hancur dan lantas langsung menghempaskan mereka.


Beberapa kali murid-murid lain bergantian berbaris dalam bentuk melingkar untuk menguji perisai proyeksi mereka untuk menahan serangan yang akan dilancarkan oleh Brynzel.


Hal tersebut terus berlanjut hingga saat giliran dari Megathirio, Lucia, Zchaira serta Haniwa tidak ada satu pun perisai proyeksi dari mereka yang hancur ketika bertabrakan dengan serangan yang dilancarkan oleh Brynzel.


***


Selanjutnya, satu per satu dari para murid kemudian mengakses teknik proyeksi penghalang mereka untuk diuji oleh serangn yang dilancarkan oleh Brynzel.


Sebagian dari mereka mampu mempertahankan penghalang proyeksi mereka, termasuk Megathirio, Lucia, Zchaira serta Haniwa, namun sebagian dari murid-murid yang lain tidak mampu mempertahankan penghalang proyeksi mereka ketika bertabrakan dengan serangan proyeksi dari Brynzel.


***


Pengujian sihir pertahanan dari murid-murid baru terus berlanjut, dimana mereka kini harus menguji kemampuan proyeksi energi mereka ke seluruh tubuh layaknya sebuah baju zirah.


Sama seperti sebelumnya, dimana beberapa murid harus berbaris berbentuk melingkar, dan harus menerima serangan yang dilancarkan oleh Brynzel.


Semua murid bergantian melakukan hal tersebut hingga saat giliran dari keempat murid terbaik, tiba-tiba Zchaira menjadi kurang akibat kurang percaya diri dengan kemampuannya, membuat proyeksi energi sihir daru gadis itu seketika lenyap saat serangan dari Brynzel meluncur ke arahnya.


Zchaira pun langsung menerima serangan tersebut hingga menghempaskannya dan langsung menganggap gadis tersebut gagal dalam ujian tersebut.