
Sementara Kral, menjadi satu-satunya murid Continent Venerate yang masih duduk dan terlihat tenang, walaupun sebenarnya sangat terkejut dengan apa yang dilihat olehnya.
Karena baru pertama kali melihat hal tersebut terjadi kepada Zchaira, membuat Kral, Illios dan Astrapi sontak merasa lebih terkejut dibandingkan dengan murid-murid akademi sihir yang lain, serta para tetua dan guru-guru akademi sihir.
“Zchaira… Continent Venerate…” Ucap Astrapi, nampak tidak melihat hal tersebut.
**
Karena Arlias masih belum kunjung mengumumkan tekanan kekuatan Zchaira karena masih mengharapkan yang lebih, gadis itu pun tetap berusaha mengeluarkan tekanan kekuatan yang lebih besar.
Bersamaan dengan hal tersebut, tiba-tiba kekuatan makhluk suci yang berada dalam diri Zchaira mengalami pengaktifkan walaupun dalam skala yang kecil, namun membuat warna diagram sihir yang berada tepat dibawahnya kembali berubah warna menjadi warna merah.
Hal itu pun langsung membuat tekanan kekuatan Zchaira menjadi lebih besar lagi, hingga membuat Kral, Illios, Astrapi, serta enam tetua yang merupakan Continent Venerate menjadi bergetak merasakannya.
**
“Ap…”
“Tidak mungkin…” Ketika Illios hendak berbicara karena tidak menyangka bahwa kini tekanan kekuatan Zchaira setarah dengan World Venerate, tiba-tiba Kral pun memotongnya dan sontak berdiri dari tempat duduknya karena sudah tidak bisa menahan rasa terkejutnya.
Hal itu pun langsung membuat Illios dan Astrapi terkejut, karena tidak menyangka bahwa Kral, saudara tertua mereka yang selalu bersikap tenang dalam keadaan apapun bisa dibuat sangat terkejut oleh apa yang dilakukan oleh Zchaira.
**
Ketika sudah mencapai batasnya, tiba-tiba tekanan kekuatan dari Zchaira perlahan-lahan mulai menurun, dan disaat bersamaan diagram sihir yang berada tepat dibawahnya kembali berubah menjadi warna jingga, kuning, hijau, biru muda, dan bertahan sampai ke warna biru karena penurunan tekanan kekuatan dari gadis itu telah menjadi lebih stabil.
**
Setelah cukup lama berlangsung dan tidak kembali melihat perubahan warna diagram sihir yang merespon tekanan kekuatan Zchaira, para tetua kemudian saling menatap satu sama lain untuk kini menentukan tingkatan kekuatan dari gadis itu.
Para tetua kemudian menganggukkan kepala mereka sekali, merespon bahwa tekanan kekatan Zchaira telah berakhir di warna yang tampak tersebut.
“Zchaira Hairowl… Division Venerate…” Ucap Arlias.
**
Mendengar pernyataan dari sang tetua kepala, Zchaira pun mehentikan tekanan kekuatannya sambil menunjukkan ekspresi senyuman di wajahnya, namun yang sebenarnya gadis itu sedikit kecewa karena kali ini masih belum bisa berada pada tingkatan yang lebih tinggi.
Zchaira pun berjalan kembali menuju ke tempatnya dan menemui Wenra serta Dorolia yang sebelumnya duduk bersamanya.
“Jangan khawatir kakak…” Ucap Wenra, menyemangati Zchaira untuk tidak terlalu kecewa dengan hal tersebut.
“Benar kakak… Setidaknya kau sudah berusaha sebaik mungkin…” Sambung Dorolia, yang menyemangati Zchaira untuk jangan terlalu kecewa.
Zchaira pun langsung merespon ucapan kedua anak perempuan itu dengan menunjukan ekspresi tersenyum kepada mereka.
**
“Zchaira Hairowl… Anak paling muda dari tuan Hefaistos dan nyonya Artemis…”
“Aku sangat yakin gadis itu akan menjadi Venerate yang sangat kuat di masa depan…” Ucap Arlias, merasa yakin bahwa Zchaira berpotensi menjadi seorang Venerate yang kuat ke depannya.
**
“Division Venerate… Bagaimana mungkin? Sebelumnya warna lingkaran sihir itu menjadi warna merah,” ucap Illios, bertanya-tanya mendengar pernyataan dari Arlias yang mengumumkan bahwa Zchaira masih tetap berada di kelas Division Venerate.
“Illios bodoh, apa yang kau lakukan?” Mendengar Illios memperingati pernyataan dari Arlias, Astrapi pun langsung merasa malu dan lantas memperingati kakaknya tersebut.
**
“Apa-apaan preman itu? Sepertinya dia tidak menerima bahwa saudara perempuannya itu masih berada di kelas Division Venerate setelah melihat hal tersebut tadi,” respon Arlias.
Namun, sang tetua kepala itu tidak mau merespon komentar dari Illios karena sudah yakin bahwa Zchaira masih berada pada tingkatan Division Venerate.
**
“Dasar kepala abu-abu preman… Mentang-mentang adalah murid Contiient Venerate, beraninya dia memanggil tetua degan sebutan pak tua…” Ucap Megathirio, beraksi terhadap komentar dari Illios.
***
“Haniwa dari clan Bloodshifter daerah Calfarinai…” Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Arlias memanggil murid Division Venerate terakhir untuk menuju ke tengah aula.
**
Mendengar namanya dipanggil Haniwa lantas berdiri dari tempat duduknya yang berada diantara para murid Division Venerate. Karena berada di dekat Zchaira, sebelum menuju ke tengah aula, anak laki-laki itu terlebih dahulu menatap ke arah Zchaira.
“Hei cantik, tolong perhatikan aku… Kali ini aku yakin bahwa tingkatanku akan menjadi lebih tinggi,” ucap Haniwa sambil sedikit menggoda Zchaira.
“Semangatlah… Kuharap kau bisa menjadi District Venerate…” Walaupun merasa risih dengan ucapan dari Haniwa, namun Zchaira tetap tersenyum sambil memberikan semangat kepada anak laki-laki itu.
“Wuhu…! Si cantik memberikanku semangat…!” Sambil berlari menuju ke tengah aula, Haniwa pun berseru karena mendapatkan semangat dari Zchaira.
Tak berapa lama, Haniwa sampai di tengah aula kemudian langsung mengaktifkan tekanan kekuatannya tepat dibawah diagram sihir berwarna putih.
Dimulai dari perubahan warna ungu, diagram sihir tersebut seketika kembali berubah menjadi warna biru. Karena dalam waktu yang cukup lama masih belum kembali mengalami perubahan warna, Haniwa pun langsung berkonsentrasi meningkatkan kekuatannya, yang lantas membuuat diagram sihir tersebut berubah warna menjadi warna biru muda.
**
“Wah… Ternyata benar dia tingkatan kekuatannya telah menjadi lebih tinggi,” ucap Zchaira, nampak sedikit terkejut melihat Haniwa kini telah menjadi District Venerate.
**
“Haniwa Bloodshifter… District Venerate…” Disaat yang bersamaan, Arlias pun langsung mengumumkan tingkatan kekuatan dari Haniwa yang secara resmi kini berada pada tingkatan District Venerate.
**
Setelah mendengar pernyataan dari sang tetua kepala, Haniwa pun langsung menghentikan pengaktifan tekanan kekuatannya dan kemudian berjalan dengan percaya diri kembali ke tempat para murid Division Venerate.
“Selamat yah… Kau berhasil masuk ke kelas District Venerate.” Ketika Haniwa sampai, Zchaira pun langsung memberikan selamat kepada anak laki-laki itu.
“Apa aku tidak salah dengar? Kakak cantik ini memberikan selamat kepadaku…” Mendengar hal tersebut, Haniwa pun langsung merasa senang karena tidak meyangka bahwa Zchaira akan memberikan selamat kepadanya.
***
“Baiklah… Waktunya kita lanjut kepada para murid-murid yang berada di kelas District Venerate…” Beberapa saat kemudian, Arlias pun langsung mengumumkan bahwa penentuan tekanan kekuatan dari para murid kelas District Venerate akan segera dimulai.
Setelah pernyataan dari tetua kepala itu, satu per satu murid District Venerate langsung menuju ke tengah aula dan mengaktifkan tekanan kekuatan mereka.
Dari enam ratus dua puluh delapan murid District Venerate yang ada, hanya berjumlah kurang dari sepuluh yang akhirnya berada pada tingkatan Regional Venerate.