The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 206 - Pertandingan usai dengan dua peserta tersisa



“Jadi kalian ingin bekerja sama mengalahkanku…” Ucap Govorus, sambil menghindari serangan dari Ascelin maupun Rys.


“Aku sebenarnya tidak sudi melakukan hal ini… Ini hanya karena aku sedang berada dalam kendali Fairyman itu,” balas Ascelin, menjelaskan bahwa dirinya enggan melakukan kerja sama dengan lawan-lawannya jika saja tidak dikendalikan oleh kemampuan milik Eldriata.


Setelah mengerti Govorus kemudian melancarkan serangan proyeksi energi dalam skala yang besar ke arah Ascellin maupun Rys, yang sontak langsung dihindari oleh mereka melalui kendali dari Eldriata.


“Untung saja aku bisa terhindar dari serangan itu… Mungkin saja Fairyman itu memang membutuhkan kita mengalahkan pria Cielas itu,” ucap Ascelin.


Ascelin serta Rys pun kemudian kembali meluncur ke arah Govorus untuk kembali menyerang pria tersebut secara bergantian.


Akibat pergerakan yang cukup lincah dibandingkan dengan dirinya sendiri, perlahan-lahan Govorus pun menjadi kewalahan harus menghindari setiap serangan yang dilancarkan oleh dua ras keturunan campuran tersebut.


“Ukh…” Seketika pria Cielas itu pun menerima serangan tebasan pedang dari Ascelin, hingga membuat fokus lantas terganggu.


“Akh…” Hal tersebut langsung dimanfaatkan oleh Eldriata, Fairyman perempuan itu kemudian mengendalikan Rys untuk melancarkan sebuah serangan tebasan dari cakar Goblinman perempuan tersebut secara beruntun hingga membuat Govorus harus menerima beberapa luka cakaran yang cukup menyakitkan.


Disaat bersamaan, Ascelin meluncur kemudian menendang pria itu dengan kuat hingga terhempas menabrak penghalang yang diciptakan oleh Achilles.


Belum sampai disitu, Eldriata mengendalikan Ascelin dan Rys meluncur mendekati Govorus untuk mengakhiri pria itu.


Akan tetapi, karena masih belum menyerah dengan keadaannya, Govorus lantas kembali berdiri kemudian dengan sigap meningkatkan kekuatannya sampai membuat tubuhnya memancarkan proyeksi energi dalam skala yang besar.


“Ukh…” Dia kemudian dengan cepat melancarkan serangan proyeksi energi ketika Ascelin datang untuk menyerangnya.


“Ekh…” Saat Ascelin terhempas, Govorus langsung mencengkram leher Rys, kemudian membanting Goblinman perempuan itu dengan kerasnya ke tanah.


“Uakh…!” Govorus melompat ke atas kemudian melancarkan serangan proyeksi energi yang memancar dari tubuhnya dalam skala yang besar, dan sontak diterima oleh Rys sampai membuatnya menjerit.


Serangan tersebut begitu kuatnya hingga memancarkan tekanan kekuatan, serta hempasan angin yang cukup kuat, membuat Ascelin lantas ketakutan karena dalam kendali Eldriata dirinya lantas tidak bisa menggunakan kemampuan perpindahan ruang untuk setidaknya menghindari serangan yang besar seperti itu.


Setelah menerima serangan tersebut, Rys pun terkapar tak sadarkan diri, dan akhirnya menjadi peserta pertama yang mengalami kekalahan pada pertandingan tersebut.


**


“Hei Fairyman… Setidaknya jika kau mau mengendalikanku, buat aku bisa menggunakan teknik teleportasiku,” ucap Ascelin pada Eldriata.


**


“Diam kau… Tentu saja itu mustahil…” Balas Eldriata, menyuruh Ascelin untuk diam karena dirinya tidak bisa melakukan apa yang dikatakan oleh Vampireman tersebut.


**


“Sial…” Ascelin pun mengumpat dengan kesal karena merasa ragu jika dirinya akan berakhir seperti Rys akibat hanya mampu menyerang dengan mengayunkan pedangnya saja.


Tiba-tiba Ascelin kembali bergerak dengan sendirinya, meluncur ke arah Govorus untuk menyerang.


Melihat Vampireman tersebut meluncur ke arahnya mengayunkan pedang, Govorus dengan sigap langsung menghindarinya kemudian mencengkram kepala Vampireman tersebut, membantingnya dengan kuat ke tanah.


Dengan cepat pria Cielas itu pun menggunakan pancaran energi yang dilancarkan pada kedua tangannya menjadi sebuah kekuatan dorongan untuk meluncur ke arah Eldriata yang sedang melayang di udara.


**


Eldriata memasang ekspresi tersenyum melihat pria Cielas itu mendekat hendak melancarkan sebuah serangan. Percaya dengan kemampuannya yang mampu menciptakan sebuah tekanan dorongan yang kuat dari kekuatan pikirannya, Eldriata pun lantas mengangkat salah satu tangannya ke arah Govorus.


Serangan proyeksi energi tersebut saling bertabrakan tekanan dorongan yang diciptakan oleh Eldriata, membuat serangan dari Govorus sulit untuk mendekati Fairyman perempuan itu.


Akan tetapi, Govorus terus berusaha sambil terus-terusan memproyeksikan proyeksi energi sambil secara bersamaan menyerap energi yang berada di alam.


Serangan proyeksi energi dari pria Cielas itu pun menjadi semakin besar, sampai perlahan-lahan mampu menandingi tekanan dorongan yang diciptakan oleh Eldriata.


Fairyman perempuan itu pun lantas terkejut karena tekanan dorongannya perlahan tidak mampu menahan besarnya serangan yang dilancarkan oleh pria Cielas tersebut.


“Rasakan ini…!” Ketika tekanan dorongan dari Eldriata mampu ditandingi olehnya, Govorus sudah berada satu titik dihadapan Eldriata, dalam sepersekian detik memfokuskan proyeksi energi ke salah satu tangannya hingga membantuk sebuah bola energi sama seperti sebelumnya.


“Akh…!” Tanpa pikir panjang, pria itu pun langsung melancarkannya pada Eldriata hingga terhempas.


Disaat bersamaan, sebuah efek ledakan kembali tercipta, membuat Govorus pun harus melindungi dirinya dengan memproyeksi energi, walaupun serangan tersebut berasal darinya sendiri.


**


Sementara Ascelin yang akhirnya bisa terlepas dari kendali Eldriata dengan cepat memproyeksikan kobaran api biru untuk melindungi dirinya dari efek ledakan yang memancarkan proyeksi energi tersebut.


**


Setelah efek ledakan tersebut berakhir, tampak Eldriata terkapar dengan keadaan lemah, namun masih mampu untuk mempertahankan kesadarannya.


Pada saat itu pun Ascelin tiba-tiba muncul di depannya sambil memperlihatkan ekspresi kesal karena sebelumnya telah berani mengendalikan dirinya.


“Biar aku yang mengakhirimu…” Ucap Ascelin, menyerap kekuatan dari pedangnya, hingga Vampireman tersebut memancarkan pancaran energi berwarna putih dari tubuhnya.


“Argh…!” Tanpa pikir panjang, Ascellin langsung melancarkan serangan tebasan secara beruntun pada Eldriata, membuat Fairyman perempuan itu lantas menjerit kesakitan.


***


Setelah puas dengan serangan brutalnya tersebut, Ascelin pun lantas menghentikannya membiarkan Eldriata terkapar tak sadarkan diri dikalahkan olehnya.


Perhatian Ascelin kemudian tertuju pada Govorus yang nampak masih tetap mempertahankan pancaran energi yang keluar dari tubuhnya.


Walaupun secara tidak langsung bertema kasih karena telah melepaskannya dari jeratan Eldriata, namun Ascelin tidak memiliki pilihan selain bertarung dengan lawan terakhirnya itu.


Keduanya nampak saling memasang ekspresi menyeringai kemudian dalam sekejap meluncur untuk saling melancarkan serangan satu sama lain.


Pertarungan pun kembali terjadi, dimana Ascelin serta Govorus saling melancarkan serangan proyeksi energi mereka masing-masing. Dengan pertarungan yang sengit itu, keduanya nampak setara dan tidak yang bisa memprediksi siapa yang akan berhasil memenangkan pertarungan tersebut.


***


Hingga beberapa saat kemudian, baik Ascelin serta Govorus terus melancarkan serangan saru sama lain, hingga terdengar sebuah suara lonceng berbunyi.


Mendengar suara tersebut, Ascelin dan Govorus lantas berhenti bertarung karena mengetahui bahwa pertandingan tersebut telah usai, dimana mereka berdua masih tetap berdiri sampai di akhir pertandingan.


**


“Aku tidak menyangka ternyata mereka mampu bertahan sampai waktu habis…” Ucap Rox.


Setelah mengetahui bahwa pertadingan telah berakhir, Achilles kembali berdiri dari tempat duduknya kemudian mengakses kekuatannya, menonaktifkan penghalang proyeksi yang berada di sekitar tengah arena agar wasit bisa kembali masuk ke dalam.