
Melihat Ailene melancarkan serangan proyeksi elemen api berbentuk menyerupai seekor serigala raksasa, Merour pun sontak memasang sebuah kuda-kuda sambil menarik nafasnya panjang-panjang.
**
“Oh tidak… Ini bahaya…” Ucap Artemis, diantara penonton yang sedang memperhatikan jalannya pertarungan, dimana dirinya mengetahui sebuah teknik yang hendak dilancarkan oleh peserta yang merupakan salah satu dari ras Bansheeman tersebut.
**
“Kurasa Bansheeman itu mau mengeluarkan kemampuan yang sebenarnya…” Begitu juga dengan Rox, yang nampak mengetahui tentang teknik yang hendak dilancarkan oleh ras Bansheeman tersebut.
***
Ketika Ailene meluncur bersama dengan serangan elemen api miliknya, seketika Merour berteriak dengan sangat keras, hingga menciptakan sebuah hempasan angin yang kuat.
Hal tersebut lantas membuat serangan elemen api dari Ailene pun seketika lenyap tak bersisa, membuat juga perempuan itu seketika terhempas menghantam dinding arena dengan kerasnya.
**
Melihat serangan yang dilancarkan oleh Meour, para anggota tim Machora Tira sontak menutup kedua telinga mereka.
**
“Tutup telinga kalian…” Ketika Zchaira melihatnya, gadis itu lantas mengikuti mereka menutup kedua telinganya rapat-rapat, serta menyuruh semua yang berada di sekitarnya untuk melakukan hal yang sama.
Mendengar hal tersebut, para anggota tim Lighito, beserta anggota dari tim lain langsung menutup telinga mereka secara bersamaan.
Setelah hal tersebut dilakukan oleh mereka, tiba-tiba sebuah hempasan angin yang kuat datang menerjang mereka semua.
***
“Eh… Apa-apaan itu?”
Jauh diluar arena turnamen, tampak Illios yang sedang bersama dengan Kral terkejut mendengar suara teriakan dari Merour, yang dapat di dengar oleh kedua pria itu.
“Entahlah…” Ucap Kral, tidak paham dengan apa yang terjadi pada arena turnamen.
Walaupun sempat penasaran, Kral dan Illios yang tengah memakai seragam pelayan melanjutkan perjalanan mereka menuju ke kediaman clan Drown untuk kembali mencari benda yang dicari oleh mereka.
***
Kembali ke arena turnamen, dimana Ailene yang terhempas ke dinding arena, jatuh ke tanah, kemudian terkapar dan langsung tak sadarkan diri.
Setelah tersisa Merour yang kini menjadi satu-satunya peserta, yang masih berdiri di tengah arena tersebut, tak berapa lama kemudian sang wasit datang menghampirinya.
“Pemenangnya dalam pertandingan kali ini adalah Merour Freuse dari tim Machora Tira,” ucap sang wasit, mengumumkan bahwa Bansheeman itu menjadi pemenang dalam pertandingan tersebut.
Tak berapa lama kemudian, layar yang berada di dalam arena turnamen tersebut langsung memperlihatkan perolehan poin dari seluruh tim yang ada.
Vielass (5), Lightio (4), Machora Tira (4), Fuegonia (1), Mormist (1), Neodela (1), Cielas (1), Asimir (1).
**
“Haah… Aku pikir Ailene yang akan memenangkan pertandingnnya…” Ucap Rox, nampak sedikit kecewa pada kekalahan dari putrinya, namun tetap merasa bangga karena ini pertama kalinya tim negeri Fuegonia mendapatkan poin pada turnamen tersebut.
**
“Selama tiga pertandingan berjalan, ternyata tim Vielass masih tetap lebih unggul dibandingkan dengan tim yang lain… Selain tim Lightio yang berada dibawahnya, kini tim Machora Tira, berhasil mengambil tempat yang lebih tinggi,” ucap Astrapi, melihat perolehan poin dari seluruh tim yang ada.
***
Beberapa saat kemudian, setelah pertandingan sebelumnya usai, sang pembawa acara turnamen tersebut datang memasuki tengah arena.
“Bagi nama peserta yang tertera di layar, diharapkan untuk segera bersiap, dan menuju ke tengah arena…”
Setelah sang pembawa acara mengatakan hal tersebut, layar yang berada di arena turnamen tersebut, langsung mengacak nama-nama peserta yang ada.
Tak berapa lama kemudian, terlihatlah empat nama peserta dari masing-masing empat tim yang akan saling berhadapan satu sama lain.
Lightio, Rayvor Silkbar, 18 tahun, 182 cm, Human, Regional Venerate.
Mormist, Relnis Borexath, 29 tahun, 191 cm, Tritonman, Regional Venerate.
Vielass, Mesen Wycencor, 18 tahun, 154 cm, Pixieman, Regional Venerate.
Asimir, Stix Weagsai, 20 tahun, 185 cm, Goblinman, Regional Venerate.
**
“Kakak… Waktunya giliranmu…” Ucap Flogaz.
“Aku tidak mau tahu, pokoknya kau harus memenangkan pertandingan ini…”
“Iya… aku mengerti, tenang saja… Aku pasti akan keluar sebagai pemenangnya,” respon Rayvor, kemudian berjalan menuju ke tengah arena.
“Tritonman… Pixieman… Dan Goblinman… Aku penasaran dengan kemampuan mereka semua,” ucap Zchaira.
“Hmph… mereka semua yah… Setahuku kemampuan ras Tritonman hampir sama seperti ras Mermaidman. Mereka memiliki kemampuan menggunakan elemen air, namun sepertinya kekuatan fisik mereka lebih kuat dari para Mermaidman…” Ucap Flogaz.
“Dan untuk kekuatan dari ras Goblinman, mereka memiliki kemampuan menggunakan elemen api, serta memiliki kemampuan bergerak dalam kecepatan yang tinggi,” lanjut Flogaz, menjelaskannya kepada Zchaira.
“Ternyata kakak Rayvor memiliki lawan yang cukup sulit…” Respon Zchaira mengenai kemampuan dari dua peserta yang akan berhadapan dengan Rayvor.
“Sebenarnya hal yang paling dikhawatirkan adalah peserta dari tim negeri Vielass…” Ucap Aphrodia.
“Kau lihat pria kecil itu…” Aphrodia kemudian menunjuk peserta ras Pixieman yang sedang menuju ke tengah arena.
Walaupun terlihat lebih, namun kemampuan yang dimiliki oleh pria yang merupakan salah satu dari ras Pixieman itu cukup menyusahkan dibandingkan dengan peserta yang lain…” Ucap perempuan itu.
***
Saat keempat peserta kini telah berada di tengah arena, tak berapa lama kemudian, sang wasit pun datang untuk memulai pertandingan dari keempat peserta itu.
“Baiklah… Bersiap… Mulai…” Ucap sang wasit, memulai pertandingannya.
Tanpa berlama-lama, Stix yang merupakan peserta ras Goblinman langsung memperlihatkan kemampuannya bergerak dengan kecepatan yang tinggi, kemudian melancarkan serangan proyeksi elemen api berskala besar ke arah Rayvor dan dua peserta lain.
Melihat serangan tersebut, peserta ras Pixieman, tiba-tiba memunculkan sepasang sayap dari punggungnya, lalu terbang ke atas menghindarinya.
“Difesa sillabare…” Sementara itu, Rayvor dengan sigap menciptakan sebuah perisai proyeksi, menahan serangan elemen api yang dilancarkan oleh Goblinman tersebut.
Sedangkan peserta yang merupakan ras Tritonman langsung membalas serangan elemen api tersebut dengan melancarkan serangan proyeksi elemen air yang kalah besar.
Ketika dua serangan tersebut saling bertabrakan, sontak terciptalah sebuah kabut yang tebal menutup permukaan tengah arena akibat menguapnya serangan elemen air yang diterjang oleh panasnya serangan elemen api.
**
Ras Pixieman bernama Messen, yang berada di atas udara, dengan sigap langsung mengendalikan uap yang menutup permukaan tengah arena tersebut, naik ke atas.
Ketika Pixieman tersebut mengakses kekuatan miliknya, dalam sekejap mata uap tersebut menghilang, yang ternyata berubah menjadi elemen angin tak kasat mata.
Pixieman tersebut seketika mendorong hempasan angin tersebut ke bawah, membuat ketiga peserta langsung terhempas ke dinding arena.