
“Tapi… Bagaimana caranya?” Tanya Flogaz.
Mendengar pertanyaan tersebut Aphrodia lantas terdiam karena dirinya juga tidak tahu harus berbuat apa untuk memanggil Artemis dan para tiga murid Continent Venerate, sedangkan dirinya juga beserta yang lain, tidak yakin keberadaan dari para Venerate tingkat atas tersebut berada dimana.
“Bagaimana caranya menemukan mereka?” Gumam Aphrodia, merasa kebingungan sambil memikirkan cara untuk mengatasi masalah tersebut.
Ketika merasa khawatir masih kunjung tidak bisa menemukan sebuah cara untuk memanggil para Venerate tingkat atas, tiba-tiba saja Aphrodia teringat mengenai masa lalu ketika dirinya pernah diberikan oleh Kral sebuah peluit, dimana Kral pernah mengatakan bahwa jika Aphrodia mendapatkan sebuah masalah atau kesulitan, perempuan itu harus meniup peluit untuk agar pria itu bisa langsung datang menemuinya.
Dengan cepat perempuan itu pun langsung mengakses kekuatan sihirnya, memunculkan peluit tersebut.
“Kakak… Apa yang mau kau lakukan?” Tanya Flogaz, lantas penasaran melihat Aphrodia tiba-tiba memunculkan sebuah peluit.
“Ini satu-satunya jalan untuk memanggil salah satu dari mereka,” jawab Aphrodia.
Dia kemudian langsung meniup peluit tersebut sekuatnya, berharap agar Kral memang akan datang menemui mereka.
***
“Eh…” Suara yang dihasilkan oleh peluit tersebut secara khusus langsung bisa terdengar oleh Kral yang ternyata sedang berada di dalam kediaman clan Drown.
*
“Suara ini seperti peluit yang pernah kuberikan pada Aphrodia…” Ucap Kral dalam hati sedikit terkejut karena baru kali ini dirinya mendengar suara peluit tersebut setelah memberikannya kepada Aphrodia.
Disaat yang bersamaan, Kral pun berpikir tujuan Aphrodia meniup peluit tersebut, dimana pria itu merasakan bahwa ada sesuatu yang memang tidak beres.
**
“Ini Jarang sekali terjadi…” Gumam Kral.
Walaupun sedang menjalankan sebuah misi, Kral lantas beranjak dari ruangan tempat dirinya berada.
***
Pria itu terus berjalan di dalam kediaman clan Drown yang cukup luas tersebut untuk berusaha keluar.
Ketika berada dipersimpangan lorong, tiba-tiba pria itu berpapasan dengan Achilles, salah satu Continent Venerate Fuegonia.
**
Melihat pelayan yang nampak mencurigakan, Achilles tiba-tiba penasaran dan sontak mencoba untuk mengikuti Kral yang sedang menyamar tersebut.
***
Hingga akhirnya Kral melewati pintu gerbang khusus para pelayan keluar dari kediaman clan Drown, dimana Achilles juga secara diam-diam mengikutinya dari belakang.
**
Kral terus berjalan hingga menemui Artemis yang tidak berada jauhu berada di luar kediaman clan Drown tersebut.
“Kral… Ada apa?” Tanya Artemis, lantas penasaran melihat pria itu keluar dari kediaman clan Drown.
“Maaf ibu, aku secara tiba-tiba mendapatkan sebuah panggilan dari Aphrodia… Sepertinya ada yang tidak beres, dan mungkin juga ini berhubungan dengan yang lain,” jawab Kral.
“Apa mungkin terjadi sesuatu?” Gumam Artemis sambil berpikir apa yang sebenarnya terjadi.
“Kalau begitu ibu ikut denganmu… Biar Illios dan Astrapi yang mengurus hal disini,” ucap Artemis.
Kral pun setuju kemudian bersama dengan Artemis lantas terbang ke udara pergi menuju ke penginapan para murid akademi sihir.
**
“Artemis Hairowl…” Ucap Achilles lantas terkejut dengan jelas melihat bahwa salah satu World Venerate Lightio berada di kota tersebut, tanpa sepengetahuan dari mereka para Venerate tingkat atas Fuegonia selama ini.
Tanpa pikir panjang, pria Elfman itu pun kembali masuk ke dalam kediaman clan Drown untuk mencari dua Venerate Lightio yang sedang berada di dalam.
***
Beberapa saat kemudian, Kral bersama dengan Artemis mendarat di lantai atap tempat penginapan murid akademi sihir.
**
Ketika berada di dalam penginapan Kral serta Artemis sontak terkejut melihat Rayvor terbaring dengan keadaan lemah, layaknya pemuda itu mendapatkan sebuah sengatan ular, namun lebih parah, dimana bisa yang diterimanya sudah menyebar luas di tubuhnya, dan dengan jelas dapat dilihat oleh mereka.
“Bagaimana ini bisa terjadi?” Tanya Artemis sambil menunjukkan ekspresi wajah khawatir melihat keadaan pemuda itu.
“Entahlah… Sebelumnya kakak Rayvor tiba-tiba datang di depan penginapan dengan keadaan yang seperti ini,” jawab Zchaira, tidak mengetahui dengan pasti alasan pemuda itu bisa berada dalam keadaan seperti itu.
*
“Ini pasti ulah wanita itu…” Ucap Artemis dalam hati, mengetahui siapa Venerate yang sudah menyerang Rayvor.
**
“Kral… Ayo bantu ibu… Kau tanpa penyebaran racunnya…”
Tidak mau membuang waktu untuk memikirkan hal tersebut terlalu lama, Artemis sontak menyuruh Kral untuk membantunya menyelamatkan Rayvor.
Kral pun mendekati Rayvor yang terbaring kemudian mengakses kekuatan sihirnya, memproyeksikan energi yang sontak langsung disalurkannya ke dalam pembuluh darah yang berada di dalam tubuh Rayvor untuk menahan penyebaran dari bisa yang diterima oleh pemuda itu.
Sementara itu, Artemis mencoba titik gigitan yang berada bagian belakang leher Rayvor. Artemis memegang bagian belakang leher Rayvor kemudian mengakses kekuatan sihirnya.
“Apa sudah kau tahan?” Tanya Artemis pada Kral.
“Lakukan saja ibu…” Jawab Kral, menyuruh ibunya untuk menarik bisa yang berada di dalam tubuh Rayvor.
Dengan menggunakan kekuatannya, Artemis perlahan-lahan mengeluarkan semua bisa dari tubuh Rayvor.
“Sebenarnya bisa ini dinetrasilisir, namun itu bisa memakan waktu yang cukup… Setidaknya bisa ini bisa digunakan untuk hal yang lain,” ucap Artemis, menjelaskan kepada semuanya sambil memegang gumpalan bisa yang dilapisi oleh proyeksi kekuatan sihirnya.
Artemis kemudian memunculkan sebuah botol, kemudian memasukan bisa tersebut ke dalamnya.
“Jangan khawatir… Rayvor sekarang sudah baik-baik saja,” ucap Artemis.
“Tapi, kenapa dia masih belum sadar?” Tanya Flogaz, kebingungan.
“Mungkin saja, Rayvor mempertahankan penyebaran bisa ini menggunakan energi Mana miliknya hampir terkuras habis,” jawab Artemis.
“Rayvor buka mendapatkan gigitan ular biasa… Apa yang menggigitnya sebenarnya?” Tanya Aphrodia.
Artemis kemudian menjelaskan kepada semuanya bahwa ini adalah perbuatan Venerate, dimana mereka memiliki kemampuan khusus menghasilkan bisa mematikan dari tubuh mereka.
“Venerate itu adalah salah satu ras keturunan campuran dari negeri Machora Tira,” Ucap Artemis.
“Apakah ini perbuatan dari ras Vampireman?” Tanya Zchaira, menduga salah satu ras yang kemungkinan bisa melakukan hal tersebut.
“Bukan… Ras itu disebut sebagai ras Lamiaman… Mereka merupakan ras campuran yang memiliki perawakan tubuh bagian atas layaknya manusia, namun tubuh bagian bawah mereka memiliki bentuk seekor ular,” jawab Artemis.
“Ras Lamiaman… Tidak ada peserta dari tim Machora Tira yang memiliki penampilan seperti itu…” Ucap Zchaira.
“Memang tidak ada karena ras Lamiaman datang kemari bukan sebagai peserta turnamen…”
“Kurasa ini hanyalah peringatan, karena sebenarnya mereka sedang mengincarmu Zchaira…”
Mendengar ucapan dari Artemis, Zchaira pun langsung terkejut, karena mengetahui bahwa selama ini para Venerate Machora Tira mengincar kekuatan yang berada di dalam dirinya.