The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 217 - Melakukan tindakan pengkhianatan demi orang yang dianggap keluarga



“Ah…!”


Tiba-tiba Zenef yang sedang merasa kebingungan, lantas terkejut ketika mendengar suara teriakan, berasal dari langit.


Vampireman itu pun menoleh ke arah langit, dan sontak lebih terkejut lagi ketika melihat seorang gadis yang langsung diketahuinya merupakan Zchaira jatuh meluncur ke bawah, dimana dari arah yang lebih tinggi, tampak Artemis dengan kecepatan tinggi berusaha untuk mengejar gadis tersebut.


Dengan sigap, Zenef pun menggunakan kemampuan miliknya yang dalam sekejap menghilang muncul tepat di bawah Zchaira, menangkap gadis itu, lalu kembali menghilang.


“Eh…” Artemis yang sedang mengejar Zchaira, lantas terkejut melihat seseorang menolong putrinya.


Walaupun dalam waktu yang sangat singkat hingga dirinya tidak bisa melihat wajah yang menolong Zchaira, namun wanita itu nampak menduga-duga bahwa orang yang menolong putrinya tersebut adalah pria Vampireman yang diklaim sebagai anak dari Lethis.


“Ibu…!”


Tiba-tiba Zchaira yang telah berada di permukaan, lantas memanggil Artemis yang masih melayang di udara. Wanita itu pun menoleh dan melihat Zchaira sementara melambaikan tangan ke arahnya, dimana Artemis juga tampak melihat Zenef berada di dekat putrinya tersebut.


Sambil bergerak menghampiri Zchaira, Artemis memasang ekspresi wajah serius karena sedikit merasa waspada dengan Vampireman yang sudah menolong putrinya tersebut.


“Kau baik-baik saja?” Tanya Artemis pada Zchaira.


“Iya ibu… Untung saja pria itu menolongku,” jawab Zchaira sambil menunjuk ke arah Zenef dengan ekspresi wajah khawatir karena masih merasa ragu bahwa pria Vampireman itu hanya bermaksud untuk menolongnya saja.


“Terima kasih sudah menolong putriku…” Walaupun memasang ekspresi wajah serius, tanpa terlihat tersenyum ataupun merasa senang, namun Artemis tetap saja harus berterima kasih karena jika saja dia terlambat dan tidak sempat menolong putrinya, maka Zchaira kemungkinan besar akan mengalami sesuatu yang buruk.


“Sama-sama… Dan jangan khawatir, aku hanya bermaksud untuk menyelamatkan gadis itu,” respon Zenef.


Artemis kemudian memperhatikan penampilan Zenef, dimana Vampireman itu kini terlihat layaknya ras manusia biasa dengan tidak memiliki warna kulit pucat. Artemis yakin bahwa perubahan penampilan dari pria Vampireman tersebut kemungkinan besar hanya untuk mengelabui para warga kota Novacurve yang tidak dikira mereka bahwa pria itu merupakan salah satu ras Vampireman.


“Kalau begitu kami pergi dulu… Sekali lagi terima kasih sudah menolong putriku,” ucap Artemis berpamitan kepada Zenef, serta kembali berterima kasih pada pria itu.


“Mohon maaf nyonya Artemis, sebenarnya aku mencari kalian sedari tadi, karena ada yang ingin kusampaikan…” Ucap Zenef.


“Apa aku bisa ikut dengan kalian, karena hal ini memang berhubungan dengan Zchaira?” Lanjut Zenef, bertanya kepada Artemis.


“Kita bicarakan itu di tempat lain… Ayo ikut kami sekarang,” jawab Artemis, lantas mempersilahkan pria Vampireman itu untuk mengikutinya dengan Zchaira.


***


Beberapa saat kemudian, di dalam penginapan para anggota tim Lightio, tampak Zenef duduk di ruangan utama dengan ekspresi tegang karena tepat di depannya Artemis, Kral, Illios, Astrapi, bahkan Aphrodia sedang memperhatikannya dengan ekspresi serius dan melotot karena ingin mengetahui apa yang sebenarnya akan dibicarakan oleh pria itu.


“Bisakah kalian menatapku dengan ekspresi biasa saja?” Tanya Zenef.


**


“Aku malah merasa kasihan pada pria itu…”


Masih berada di dalam ruangan tersebut, tampak Zchaira, Rayvor, Flogaz, serta Haniwa terlihat memperhatikan Zenef, namun sedikit merasa kasihan kepada pria Vampireman itu karena merasa bahwa Artemis dan yang lain hendak melakukan sebuah interogasi.


**


“Baiklah, apa yang ingin kau katakan?” Tanya Artemis.


Zenef kemudian menjelaskan bahwa setelah menyerahkan batu kristal kepada Aelacia sebelumnya, para Venerate Machora Tira lantas berkumpul untuk mendiskusikan sesuatu. Saat itu, Zenef mendengar pernyataan dari Aelacia, World Venerate mereka bahwa perempuan Lamiaman itu sebenarnya masih ingin mengincar kekuatan yang berada pada Zchaira, namun masih menunggu waktu yang tepat.


“Tentu saja kupikir bahwa setelah kami menerima batu kristal itu, nyonya Aelacia ataupun Venerate yang lain tidak akan melakukan rencana utama kami…”


“Aku serta nyonya Lethis sebenarnya tidak setuju dengan pernyataan perempuan itu, namun kami sebagai bawahan memang tidak bisa melakukan apa-apa…”


“Bahkan ketika aku membicarakan hal ini kepada kalian, sebenarnya hal itu merupakan sebuah tindakan pengkhianatan bagi negeri Machora Tira,” ucap Zenef, menjelaskannya kepada para Venerate Lightio.


Artemis dan yang lain langsung terkejut mendengar pernyataan dari Zenef karena tidak menyangka bahwa pemimpin mereka yang berada di kota tersebut memang masih ingin melakukan sebuah siasat licik.


“Lalu… Jika memberitahukan kepada kami merupakan sebuah tindakan pengkhianatan, kenapa kau malah mengatakannya pada kami?” Tanya Artemis.


“Yang pertama aku sebenarnya tidak mau melakukan hal yang licik karena bisa dibilang bahwa sekarang negeri Machora Tira dan negeri Lightio memang sedang menjalankan sebuah aliansi…”


“Dan yang kedua… Tentu saja aku menganggap bahwa aku menganggap bahwa Zchaira adalah keluargaku… Tidak bisa dipungkiri bahwa aku yang memang adalah ras keturunan campuran memiliki ibu yang sama denganmu nyonya Artemis,” jawab Zenef.


“Setidaknya itu yang ingin aku katakan… Jika kau tidak mau menganggapku sebagai saudara, maka itu tidak masalah…”


Setelah mengatakan hal itu kepada Artemis, Zenef kemudian berdiri dari tempat duduknya, dan hendak pergi meninggalkan penginapan para tim negeri Lightio.


“Tunggu…”


Saat Zenef hendak pergi meninggalkan ruangan tersebut, tiba-tiba Artemis langsung menahannya.


“Namamu Zenef kan?” Tanya Artemis.


“Iya…” Jawab Zenef.


“Jika begitu apa mungkin kau bisa membantu kami untuk memberitahukan jika saja Aelacia dan Venerate Machora Tira lain hendak melakukan rencana mereka?”


“Tentu saja… Aku akan berusaha memberitahukan kepada kalian terlebih dahulu sebelum Aelacia dan lain melakukan rencana mereka…” Ucap Zenef, menerima permintaan dari Artemis.


Zenef kemudian pergi meninggalkan penginapan para Venerate Lightio, sementara Artemis tampak terdiam karena memikirkan mengenai pria Vampireman itu yang tampaknya cukup berbeda dengan para Venerate Machora Tira lainnya.


***


Beberapa saat kemudian setelah Zenef pergi, tampak para anggota tim Lightio hendak bersiap untuk pergi mengikuti turnamen Venerate bersama dengan para Venerate tingkat atas yang datang bersama dengan mereka ke kota tersebut.


Setelah semua telah siap dan hendak berangkat, tiba-tiba Kral yang berada di belakang Aphrodia menahan tangan perempuan itu.


“Ada apa Kral?” Tanya Aphrodia, merasa bingung mengapa pria itu tiba-tiba menahannya yang hendak berangkat ke arena turnamen.


“Hari ini pasti adalah giliranmu…”


“Tentu saja, karena sampai saat ini aku masih belum mendapatkan giliran bertarung… Memangnya kenapa?” Tanya Aphrodia kembali, karena merasa bahwa kemungkinan Kral ingin menyemangatinya secara pribadi.


“Aku ingin menyemangatimu, dan berusahalah untuk memenangkan pertandinganmu…” Dan memang benar bahwa Kral memberikan semangat kepada perempuan itu.


“Tapi kau harus ingat untuk jangan menggunakan kekuatan itu jika kau memang merasa terdesak,” lanjut Kral berbicara, tiba-tiba membahas sesuatu yang dilarangnya untuk tidak dipakai oleh Aphrodia.