
Beberapa saat kemudian sang pembawa acara datang memasuki tengah arena untuk mengumumkan sebuah informasi selanjutnya.
“Para hadirin sekalian… Mohon maaf sekali lagi, karena pertandingan yang sebelumnya merupakan pertandingan terakhir pada malam ini… Kita akan melanjutkan pertandingan lain pada turnamen ini besok hari, dan kuharap kalian semua tidak akan bosan untuk menyaksikan pertandingan yang dilaksanakan pada besok hari…” Ucap sang pembawa acara, mengumumkan bahwa pertandingan dalam turnamen Venerate akan dilanjutkan pada besok hari.
“Diharapkan untuk peserta yang belum mendapatkan giliran bertarung, agar mempersiapkan diri kalian esok hari… Kalau begitu, aku Tomair mohon pamit untuk mala mini,” lanjut sang pembawa acara, menginfirmasikan kepada peserta turnamen yang belum mendapatkan giliran bertarung, sekaligus menutup turnamen pada hari tersebut.
Ketika pembawa acara tersebut meninggalkan tengah arena, satu per satu penonton, serta para peserta mulai meninggalkan arena turnamen tersebut.
***
Disamping tim yang berpartisipasi dalam turnamen tersebut, tampak para murid akademi sihir, yang merupakan para anggota tim Lightio masih tetap berada di dalam arena itu.
*
“Sepertinya tim lawan yang akan dihadapi memang tidak bisa dianggap remeh… Kakak Rayvor saja yang memang memiliki kemampuan khusus menirukan sebuah teknik, bahkan tidak bisa harus kalah, padahal hampir saja memenangkan pertandingannya…”
“Aku jadi jadi jika tidak bisa memenangkan pertandingan besok hari,” gumam Flogaz dalam hati, merasa tidak percaya pada dirinya bisa memenangkan pertandingan saat mendapatkan gilirannya akibat sebelumnya melihat Rayvor menerima kekalahan.
**
Disamping itu Zchaira melihat Flogaz nampak merasa kurang bersemangat, dimana gadis tersebut langsung mengambil kesimpulan bahwa pemuda itu mungkin saja menjadi kurang percaya diri akibat melihat saudaranya barusan mengalami kekalahan.
“Flogaz…” Panggil Zchaira.
“Iya Zchaira… Ada apa?” Dengan cepat, Flogaz pun langsung menjawab panggilan dari gadis tersebut.
“Aku rasa salah satu pertandingan pada besok masih akan menjadi giliran dari peserta Regional Venerate, termasuk dirimu…”
“Apakah kau siap untuk pertandingan esok hari? Kurasa kau tidak perlu khawatir dengan kekalahan kakak Rayvor hari ini… Kau pasti bisa lebih baik daripadanya,” tanya Zchaira mengenai kesiapan dari Flogaz, serta memberi semangat agar tidak untuk pertandingan esok hari.
“Tentu saja… Aku pasti akan memenangkan pertandingan besok, ketika mendapatkan giliran… Akan kutunjukkan bahwa tim Lightio juga bisa mendapatkan kemenangan lagi setelah kau,” jawab Flogaz dengan percaya diri, padahal barusan saja pemuda itu sempat merasa ragu, namun karena semangat dari Zchaira, gadis yang sebenarnnya disukai olehnya, Flogaz pun akhirnya berubah pikiran.
***
Berpindah pada kediaman clan Drown, dimana Kral berserta Illios telah berhasil masuk dengan mengubah penampilan mereka layaknya seperti penampilan dari para pelayan yang ada.
Sambil memberikan sebuah isyarat satu sama lain, kedua saudara tersebut kemudian berpisah menuju ke arah yang berbeda, pergi dengan para pelayan yang masing-masing tengah bersama mereka.
Karena pada hari sebelumnya, baik Kral maupun Illios telah berjalan mengelilingi kediaman tersebut, menerka ukuran luasnya, mencari tahu beberapa tempat yang berada di dalamnya, membuat mereka yang kali ini masuk ke dalam kediaman tersebut, akhirnya bisa menyelinap lebih leluasa lagi.
**
Tampak Kral bersama dengan beberapa pelayan pergi ke dapur utama dari kediaman tersebut. Pria itu satu kali pun tidak pernah menghentikan pandangannya, memperhatikan ke sekitaran tempat tersebut, berharap agar mendapatkan sebuah pintu mencurigakan di dalam dapur tersebut, yang kemungkinan merupakan sebuah tempat penyimpanan dari benda yang dicari oleh mereka.
***
Sementara pada sisi Illios, dimana saudara dari Kral itu kini berada di tempat penyimpanan benda-benda antik pada sebuah ruangan khusus yang cukup luas.
Tujuan pria itu datang ke ruangan tersebut bersama dengan beberapa pelayan yang bersamanya adalah untuk membersihkan benda-benda antik di tempat tersebut.
“Hei, hati-hati… Patung itu tidak boleh tergores sedikitpun…” Ucap salah satu pelayan melihat Illios membersihkan debu yang melapisi sebuah patung yang dipegangnya dengan cara yang agak kasar menurut pandangan dari pelayan tersebut.
“Eh… Ada apa? Apa mungkin benda ini memiliki kekuatan atau semacamnya?” Tanya Illios, nampak penasaran.
*
“Gajiku selama beberapa tahun… Bahkan hanya dalam sebulan saja aku pasti bisa membeli puluhan bahkan ratusan benda ini,” balas Illios dalam hati.
**
“Ngomong-ngomong, apa ada benda yang berada di ruangan ini memiliki semacam kekuatan?” Tanya Illios.
“Sebuah benda yang memiliki kekuatan… Sepertinya tidak ada…” Jawab pelayan yang ditanyai oleh Illios.
“Kalau begitu, bagaimana dengan senjata-senjata yang sering digunakan oleh para prajurit? Seharusnya mereka memiliki ruangan penyimpanan khusus di kediaman ini,” tanya Illios lagi.
“Untuk itu kurasa ada di ruangan lain.”
*
“Ini dia…” Ucap Illios dalam hati, mendapatkan sedikit petunjuk mengenai benda yang kemungkinan dicari oleh mereka, berada di dalam ruangan yang dibicarakan oleh pelayan tersebut.
**
“Tunggu dulu… Memangnya kenapa kau menanyakan hal itu?” Tanya pelayan tersebut, tiba-tiba merasa curiga dengan pertanyaan dari Illios.
“Eh…” Mendengar hal tersebut, Illios pun lantas terkejut, sambil berpikir secara cepat untuk mencari alasan yang tepat untuk menjelaskannya kepada pelayan itu.
“Tidak… Aku hanya merasa penasaran saja karena belum mengenal baik kediaman ini setelah bekerja beberapa hari,” jawab Illios.
Pelayan tersebut lantas percaya dengan jawaban dari Illios, yang sebenarnya hanya membuat sebuah alasan palsu untuk menipunya.
Setelah merasa lega, Illios pun kini merasa senang akibat bisa memiliki sedikit petunjuk setidaknya untuk kembali menelisir mengenai ruangan penyimpanan senjata suci dari clan Drown pada kediaman tersebut.
***
Kembali pada Kral, dimana dirinya kini berada di sebuah ruangan makan, sedang menghidangkan makanan bersama dengan pelayan yang lain.
Sementara menghidangkan makanan serta minuman untuk keluarga dari clan Drown yang satu per satu mulai berdatangan pada ruangan tersebut, Kral sontak terkejut ketika melihat Achilles, Elfman yang sebelumnya pernah bertarung dengannya, walaupun pria Elfman itu sendiri tidak mengenalinya pada waktu itu karena sebuah penyamaran.
Ketika semua pelayan, termasuk Kral selesai menghidangkan makanan serta minuman, mereka semua kemudian hendak meninggalkan ruangan tersebut.
“Tunggu…” Ketika Achilles melihat Kral yang tengah berpapasan dengan Kral, Achille lantas langsung menahan pria itu.
“Aku tuan?” Tanya Kral, sambil merasakan perasaan khawatir ketika pria Elfman tersebut menahannya.
“Jika dilihat-lihat wajahmu tampak tidak asing… Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” Tanya Achilles sambil menunjukkan ekspresi wajah serius.
“Bertemu… Tentu saja tidak tuan…” Jawab Kral.
Sejenak Achilles merasa curiga melihat Kral karena memang yakin bahwa dia pernah melihat pria itu di suatu tempat.
“Benar juga… Kurasa aku telah salah orang.” Namun, Achilles pun langsung menyatakan bahea dirinya memang kemungkinan menemui orang yang salah.