The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 215 - Tetap akan menjalankan rencana utama



“Tentu saja aku tidak memberikan benda ini secara cuma-cuma, sebelum kau sebagai World Venerate Machora Tira mewakili seluruh Venerate-mu menyatakan bahwa tidak akan mengincar saudaraku lagi,” ucap Kral dengan ekspresi wajah serius, enggan memberikan batu kristal tersebut kepada Aelacia sebelum dia menyatakan bahwa tidak akan mengincar Zchaira lagi.


“Haah…? Kau mau main-main denganku…” Aelacia lantas merasa emosi mendengar ucapan Kral dan enggan untuk menyetujui persyaratan yang diberikan oleh pria tersebut.


“Cepat serahkan batu itu kepadaku…”


“Tidak… Aku tidak akan menyerahkannya sebelum kau menyatakan bahwa tidak akan mengincar saudaraku lagi,” ucap Kral degan tegas tanpa memperdulikan bahwa perempuan ras keturunan campuran yang berada di depannya tersebut memiliki tingkatan kekuatan yang lebih tinggi.


Begitu juga dengan Illios dan Astrapi yang berada disamping saudara mereka, nampak tidak gentar dengan ucapan Aelacia yang memaksa menyerahkan batu kristal yang berada pada mereka.


“Jadi kau mau menantangku yah…”


Ketika Aelacia maju selangkah tiba-tiba saja sebuah serangan proyeksi energi layaknya sebuah anak panah meluncur melewati dirinya hingga terkejut.


Aelacia langsung menoleh ke arah pegunungan dan menyadari bahwa ternyata Artemis sedang memperhatikan mereka dari kejauhan, dan tidak akan segan-segan menyerang secara tiba-tiba jika melihat para Venerate Machora Tira melakukan suatu pergerakan yang mencurigakan.


“Bagaimana yah…? Ibu kami sebenarnya sangat protektif pada kami, jadi walaupun dia sedang berada di tempat yang jauh, tapi dia tetap masih memperhatikan kami,” ucap Illios dengan nada suara layaknya mengejek para Venerate Machora Tira.


“Sialan… Baiklah, aku akan menyetujuinya… Aku serta Venerate Machora Tira yang lain, pasti tidak akan lagi mengincar gadis pemegang kekuatan kesuburan abadi itu, jadi cepat serahkan saja batu kristal itu, karena kami juga memang membutuhkannya,” ucap Aelacia, lantas menyetujui persyaratan dari Kral, kemudian meminta batu kristal yang berada di tangan pria itu.


“Aku memegang kata-katamu wanita Lamiaman… Jika saja kalian mengingkari janji, maka negeri Lightio, baik itu wilayah timur maupun barat akan meratakan negeri kalian,” ucap Kral dengan hawa intimidasi, membuat Aelacia lantas merasa sedikit segan walau memiliki kekuatan yang lebih besar.


Kral kemudian memberikan batu kristal yang dipegangnya kepada Aelacia. Dengan menunjukkan ekspresi tersenyum ketika batu kristal tersebut telah dipegangnya, Aelacia kemudian berjalan meninggalkan mereka tanpa harus mengatakan apapun lagi.


Namun, tiba-tiba perempuan itu menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Kral dan yang lain.


“Lethis… Jika kau ingin berbicara dengan mereka maka lakukan saja, lagipula mereka juga adalah keluargamu,” ucap Aelacia kepada Lethis.


**


Setelah Aelacia pergi, tiba-tiba Zenef pun mendekati Kral dan yang lain sambil memasang ekspresi tersenyum.


“Halo tuan-tuan dan nona… Perkenalkan namaku Zenef… Aku tahu bahwa kalian adalah anak-anak dari nyonya Artemis. Sebenarnya karena ibu kami sama, maka bisa dibilang aku sendiri adalah paman kalian... Tapi, tidak apa-apa jika kalian tidak mau memanggilku seperti itu, karena juga aku merasa bahwa usia kita memang tidak terlalu jauh…” Ucap Zenef, menjabat tangan Kral, Illios dan Astrapi, sambil menjelaskan mengenai hubungan mereka kepadanya.


“Senang bertemu denganmu tuan Zenef… Namaku Kral,” balas Kral, sambil memperkenalkan namanya.


“Tuan Zenef… Senang bertemu denganmu, aku adalah Illios,” sambung Illios.


“Astrapi…” Sambung Astrapi juga, namun tanpa mengawali kalimat yang sama seperti kedua kakaknya.


*


“Dia adalah paman kami… Sebenarnya aku bisa menerimanya, hanya saja aku tidak percaya bisa memiliki seorang keluarga dari ras keturunan campuran.” Sementara di dalam benak perempuan itu, Astrapi bergumam, merespon pernyataan yang diucapkan oleh Zenef yang nampak membuatnya sedikit terkejut serta tidak percaya.


**


“Salam kenal tuan Kral, tuan Illios, nona Astrapi,” respon Zenef sambil tersenyum.


“Ngomong-ngomong, apa kami bisa berjabatan denganmu nyonya?” Tanya Kral pada Lethis, yang sementara berdiam, memperhatikan Kral dan yang lain.


“Eh… Tentu saja…” Respon Lethis, lantas berjalan mendekati ketiga orang tersebut.


“Kral, Illios dan Astrapi… Senang bertemu dengan kalian,” lanjut Lethis, menyebut satu per satu nama mereka sambil tersenyum, merasa senang.


“Senang bisa bertemu dengan anda nyonya Lethis,” respon Kral.


“Dimana dua saudara kalian?” Tanya Lethis, karena yang diketahuinya dari Artemis bahwa putrinya tersebut memiliki lima orang anak.


“Salah satunya adalah gadis yang mirip dengan Astrapi dan pernah bertemu denganmu, namanya Zchaira, adik bungsu kami, sedangkan yang satunya adalah laki-laki bernama Megathirio, lebih tua dibandingkan dengan Zchaira…” Ucap Illios, menceritakan mengenai dua saudara mereka yang tidak ada di tempat tersebut.


“Zchaira dan Megathirio yah… Senang bisa mengetahui nama mereka…” Respon Lethis sambil tersenyum.


***


Sementara di pegunungan, Artemis tampak terharu melihat ketiga anaknya sedang berbicara dengan ibunya, tanpa melihat bahwa mereka berada dalam pihak yang berbeda.


***


“Terima kasih nyonya Lethis, senang bisa berbicara denganmu… Begitu juga dengan anda tuan Zenef,” ucap Kral.


“Kalau begitu, kami pergi dulu…” Lanjut Kral, berpamitan kepada Lethis dan Zenef.


Lethis dan Zenef pun merespon Kral serta Illios dan Astrapi dengan menganggukkan kepala mereka sekali.


Sedangkan lima anggota tim Machora Tira yang ternyata masih berada di dekat tempat tersebut, memperlihatkan ekspresi layaknya merasa kurang senang saat melihat tiga Venerate Lightio itu meninggalkan kapal mereka.


Tiba-tiba Zenef merasakan kehadiran seseorang, yang lantas membuat pria itu menoleh ke arah lain.


“Tuan Alexei… Kau tidak perlu mengikuti mereka,” ucap Zenef, memperingati salah satu Continent Venerate Machora Tira yang nampak berencana untuk mengikuti Kral dan yang lain setelah mereka meninggalkan kapal tersebut.


“Baiklah pangeran…” Respon Alexei, lantas mengurungkan niatnya ketika diperingati oleh Zenef, karena dengan mendengar sebutannya kepada ras Vampireman tersebut, Alexei sepertinya tidak bisa melawan ucapan dari Zenef.


***


Beberapa saat kemudian, semua Venerate Machora Tira yang terdiri dari Aelacia, Lethis, Zenef, dua Continent Venerate, serta lima anggota tim yang tengah mengikuti turnamen, di dalam ruangan dek kapal mereka untuk melihat batu kristal yang berhasil didapatkan dari Kral dan yang lain sebelumnya.


“Akhirnya kita berhasil mendapatkan batu kristal Qigen, walaupun masih gagal mendapatkan gadis dengan kekuatan kesuburan abadi itu…” Ucap Aelacia.


“Nyonya Aelacia, walau sudah mendapatkan bukankah rencana kita tetap harus mengincar kekuatan dari gadis itu?” Tanya Alexei.


“Benar… Tapi, untuk saat ini kita biarkan dulu gadis itu,” jawab Aelacia, ternyata masih tidak mau menerima persyaratan yang diberikan oleh Kral untuk tidak mengincar kembali Zchaira setelah mereka mendapatkan batu kristal tersebut.


Lethis serta Zenef pun terkejut ketika mendengar pernyataan dari Aelacia, mereka tidak menyangka bahwa wanita Lamiaman itu tetap akan menjalankan rencana utama mereka datang ke kota tersebut.