
Setelah cukup puas melhat diagram sihir yang merespon tekanan kekuatannya terus bertahan pada warna biru muda, Zchaira pun langsung menghentikan tekanan kekuatannya.
“Apakah ini waktunya aku harus mengatakan bahwa tingkatan kekuatanmu telah naik satu tingkat?” Ucap Arlias.
“Tentu saja pak tua… Cepat katakan hal itu,” sambung Illios, langsung menuyruh sang tetua kepala akademi sihir itu untuk mengumumkan mengenai tingkatan kekuatan Zchaira.
“Baiklah… Zchaira Hairowl… District Venerate…”
Mendengar pernyataan dari Arlias, membuat Zchaira pun lantas tersenyum merasa senang bahwa dirinya kini telah berada pada tingkatan yang lebih tinggi dari sebelumnya.
“Wuhu…!” Mendengar hal tersebut juga Illios pun langsung berseru dan pergi mendekati Zchaira.
“Selamat kau berhasil naik ke tingkatan yang lebih tinggi…” Ucap Illios, memberi selamat kepada Zchaira sambil memeluk adiknya tersebut.
Karena tiba-tiba dipeluk oleh Illios, Zchaira pun langsung terkejut hingga membuatnya sedikit merasa canggung, namun tetap merespon hal tersebut dengan memasang ekspresi tersenyum.
“Ekh…” Setelah Illios, kini giliran Astrapi langsung memeluk Zchaira, hingga membuat gadis itu seketika kembali terkejut.
“Selamat karena kau sudah berhasil menjadi District Venerate sekarang,” ucap Astrapi memberi selamat kepada Zchaira.
Setelah Astrapi memeluk Zchaira, kini Kral pun datang mendekati gadis tersebut, namun Kral hanya berdiam sambil berpikir apakah dirinya harus melakukan ha seperti yang dilakukan oleh Illios dan Astrapi.
“Selamat Zchaira… Aku percaya bahwa ini masih awal dimana kau harus menjadi lebih kuat lagi.” Akan tetapi, Kral pun memberikan selamat kepada Zchaira, sambil memberanikan diri kali ini untuk memeluk adiknya.
“Terima kasih semuanya…” Respon Zchaira terhadap ucapan selamat dari ketiga kakaknya tersebut sambil memasang ekspresi tersenyum di wajahnya.
“Walaupun hari ini kau sudah berhasil mencapai tingkatan District Venerate, namun penentuan tingkatan kekuatan dari semua murid-murid akademi sihir telah dilaksanakan kemarin hari…”
“Maka dari itu, kau untuk sementara harus tetap berada di kelas Division Venerate sampai bulan ke depan, walau kini kau tingkatan kekuatanmu sudah berada pada District Venerate,” ucap Arlis, menjelaskan bahwa Zchaira masih harus tetap berada di kelas Division Venerate sampai penentuan tingkatan kekuatan semua murid-murid akademi sihir yang akan dilaksanakan pada awal bulan depan.
“Aku mengerti tuan Arlias… aku tetap akan menunggu sampai waktu itu tiba,” respon Zchaira, tidak mempermasalahkan hal tersebut, karena yang terpenting baginya telah naik ke tingkatan District Venerate saja.
Ketika sedang merasa senang telah berhasil mencapai tingkatan yang kebih tinggi, Zchaira pun teringat bahwa Aphrodia.
“Terima kasih kakak, karena sudah meyakinkanku datang ke tempat ini untuk menguji tekanan kekuatan,” ucap Zchaira, tidak lupa berterima kasih kepada perempuan itu.
“Tidak masalah… Kalau bukan karena merasakan tekanan kekuatanmu yang tadi, aku juga tidak akan sampai membawamu ke tempat ini,” respon Aphrodia.
Disaat yang bersamaan, Kral pun langsung menyadari bahwa Aphrodia sedari tadi sudah berada di dalam ruangan itu. Kral pun lantas langsung merasa canggung karena terpikirkan ucapan dari Illios sebelumnya, dimana dia beberapa kali bergumam memanggil Aphrodia ketika sedang mabuk berat pada kemarin hari.
“Karena kau sekarang merupakan District Venerate, maka aku ingin menanyakan satu hal kepadamu… Apakah kau bisa bergabung ke dalam tim yang sudah kubentuk untuk mengikuti sebuah turnamen Venerate yang akan diadakan di negeri Fuegonia?”
“Turnamen Venerate… Apa itu? Aku belum pernah mendengarnya,” tanya balik Zchaira karena tidak mengerti dengan hal yang ditanyakan oleh Aphrodia.
Perempuan itu kemudian menjelaskan bahwa dia sebelumnya mendapatkan sebuah misi untuk mengikuti sebuah turnamen Venerate, dimana peserta yang ikut di dalam turnammen tersebut merupakan para Venerate yang berasal dari sembilan negeri di benua Aizolica.
Aphrodia menjelaskan bahwa untuk mengikuti turnamen tersebut anggota tim yang harus ikut serta harus berjumlah lima anggota, dimana empat diantaranya, termasuk dirinya sudah tergabung ke dalam satu tim.
Mendengar hal tersebut, Zchaira sejenak berpikir apakah dia harus menolaknya atau menerimanya.
“Lakukan saja Zchaira… Jika kau tahu aku sebelumnya sempat mengikuti turnamen itu disaat masih berada di kelas Division Venerate.” Disaat yang bersamaan Astrapi pun langsung meyakinkan Zchaira untuk bergabung bersama ke dalam tim Aphrodia sambil menjelaskan tentang pengalamannya yang pernah mengikuti turnamen tersebut.
“Karena kakakku sudah meyakinkannya, maka aku akan bergabung ke dalam tim ini…” Ucap Zchaira, langsung menyetujui permintaan Aphrodia bergabung ke dalam tim untuk mengikuti turnamen tersebut.
“Ngomong-ngomong jika aku adalah anggota yang terakhir bergabung, jadi siapa anggota yang lain?” Tanya Zchaira.
“Sebelumnya Rayvor dan Flogaz telah bergabung, kemudian kami pergi menemui para murid District Venerate dan akhirnya merekrut Haniwa.” Jawab Aphrodia.
“Jadi kakak Rayvor, Flogaz bahkan si bocah itu yah yang menjadi anggota tim kita,” respon Zchaira.
“Jika aku berada di dalam tim yang sama dengan bocah itu, pasti aku akan selalu digoda olehnya,” gumam Zchaira, nampak ragu ketika mendengar Haniwa berada di dalam tim, karena akan merasa bahwa anak laki-laki itu akan terus memiliki kesempatan untuk menggodanya.
***
Beberapa saat kemudian, setelah keluar dari dalam aula sebelumnya, Zchaira bersama dengan Illios dan Astrapi berjalan mengantar Zchaira ke asrama perempuan kelas Division Venerate.
“Kurasa pesta perayaanmu atas berhasil mencapai tingkatan District Venerate harus ditunda terlebih dahulu, karena sayang sekali ini sudah larut malam, dan besok hari kau harus segera berangkat ke negeri Fuegonia,” ucap Illios.
“Tidak apa-apa kakak… Yang penting aku sudah merasa senang bisa mencapai tingkatan itu sekarang,” respon Zchaira.
“Ngomong-ngomong kakak Kral sedang kemana?” Tanya Zchaira, karena tidak melihat Kral setelah mereka meninggalkan aula yang sebelumnya.
“Kakak Kral sedang mengantarkan kakak Aphrodia,” jawab Astrapi.
“Apa kalian cukup akrab dengan kakak Aphrodia?”
“Sebenarnya jika dibilang kami itu tidak terlalu akrab dengannya, karena sedari dulu dia adalah murid yang pendiam,” ucap Astrapi.
“Tapi, entah kenapa kakak Kral bisa akrab kakak Aphrodia sebelumnya… Walaupun setelah kejadian itu mereka terlhat nampak canggung jika bertemu,” sambung Illios.
“Kejadian apa? Apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka?” Tanya Zchaira, penasaran sambil memperlihatkan ekspresi khawatir.
“Hahaha…” Tiba-tiba Illios tertawa mendengar pertanyaan Zchaira, serta melihatnya memasang ekspresi khawatir.
“Kejadian itu bukan seperti yang kau pikirkan… Sebenarnya setelah mereka mengetahui bahwa kedua saling menyukai satu sama lain, hubungan pertemanan mereka seketika menjadi canggung,” ucap Illios.
“Ternyata seperti itu… Aku pikir kejadian apa yang terjadi diantara mereka berdua,” respon Zchaira.
***
Berpindah kepada Kral yang sedang mengantar Aphrodia menuju ke asrama perempuan kelas Land Venerate, dimana ketika dalam perjalanan kedua nampak terlihat canggung tanpa saling berbicara satu kata pun.