The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 112 - Continent Venerate baru



“Kau mengenal orang ini?” Tanya Illios, penasaran.


“Siapa dia Zchaira?” Sambung Astrapi, bertanya kepada adiknya tersebut.


“Dia…” Zchaira tiba-tiba menjadi bingung harus menjawab apa, karena jika dirinya mengatakan bahwa pria yang sedang terkapar di depannya tersebut merupakan ras Vampireman atau semacamnya, maka saat itu juga Illios serta Astrapi kemungkinan akan mengakhirinya.


Ketika tidak tahu harus berkata apa untuk menjawab Illios serta Astrapi, Zchaira tiba-tiba mengingat saat pertama kali dirinya masuk ke akademi sihir, dimana saat itu satu per satu murid baru dipanggil untuk mengetes tingkatan kekuatan mereka masing-masing. Karena memiliki memori yang kuat, Zchaira pun saat itu mengetahui nama clan palsu dari Lucia ketika tetua memanggil nama Vampireman perempuan itu.


“Dia adalah salah satu penyihir dari clan Dirkcourt,” jawab Zchaira.


“Clan Dirkcourt… Jadi, kau adalah Venerate wilayah timur?” Tanya Illios.


“Iya… Memangnya kenapa?” Jawab Joker yang sedang terkapar tersebut, kemudian bertanya balik.


“Tidak… Hanya saja aku penasaran kenapa kau berada di tempat ini? Apakah kalian bukan bawahan dari Aiver Portner?”


“Aiver Portner… Siapa orang itu? Aku mengenal orang yang kau sebut itu… Lagipula aku dan rekan-rekanku kemari adalah membantu Venerate daerah ini untuk memberantas para pemberontak.” Joker pun langsung menjawab bahwa dirinya tidak mengenal Aiver serta langsung mengatakan tujuannya serta Venerate yang bersamanya datang ke daerah Xetas.


“Berarti pertarungan kita sebelumnya hanyalah salah paham…”


Mengerti dengan penjelasan Vampireman tersebut, Illios nampak merasa bersalah. Pria itu dengan sigap langsung membantu Joker berdiri.


“Maafkan aku tuan karena sudah membuatmu seperti ini… Bahkan aku dan adikku memang sudah kurang ajar, karena sebelumnya sempat mengeroyokmu.” Illios pun meminta maaf kepada Joker sambil sejenak membungkukan badannya.


“Tidak masalah… Lagipula aku juga sempat berpikir bahwa kalian adalah para pemberontak,” respon Joker, tidak mempermasalahkan hal yang sebelumnya, karena yang penting dirinya sudah mengetahui bahwa dua Continent Venerate tersebut ternyata bukanlah musuh.


Tak berapa lama para murid-murid akademi sihir pun datang menghampiri mereka. Megathirio yang melihat Joker berada di tempat itu sontak langsung terkejut.


“Kau kan…” Ucap Megathirio sambil menunjuk Vampireman tersebut.


Melihat Megathirio nampak mengenal identitas aslinya, Joker pun lantas menjadi tegang, takut jika pemuda tersebut akan membeberkannya kepada Illios serta Astrapi.


“Kau juga mengenalnya Megathirio?” Tanya Astrapi.


“Iya…”


“Iya kakak, tentu saja kakak Mengathirio mengenalnya… Bahkan kakak Rayvor dan Flogaz pun juga mengenal kakak ini…” Disaat Megathirio hendak berbicara, Zchaira pun langsing memotongnya.


“Dia sebenarnya adalah saudara laki-laki dari Lucia,” ucap Zchaira, menjelaskannya kepada Astrapi serta Illios.


“Jadi kau adalah saudara dari Lucia… Kebetulan sekali karena kami sekarang sedang berusaha untuk menyelamatkan adikmu.”


“Menyelamatkan Lucia… Memangnya kenapa dengannya?” Joker pun langsung bertanya, karena terkejut ketika mendengar pernyataan dari Illios.


Illios pun menjelaskan bahwa sebelumnya para Venerate yang berasal dari luar Ligthtio datang untuk membantu para Venerate daerah Xetas untuk menyerang para pemberontak. Saat berada di jalan, para murid-murid akademi sihir sontak bertemu dengan para Venerate tersebut dan kemudian bersama-sama menyerang para pemberontak.


Saat menyerang para pemberontak, Venerate dari luar Lightio tersebut tiba-tiba berpihak ke sisi para pemberontak. Ketika para Venerate tersebut bersama dengan para pemberontak hendak melarikan diri, Lucia pun mengikuti mereka sambil meninggalkan sebuah gelang agar lokasi perginya Lucia bersama para Venerate tersebut bisa dilacak.


“Aku tahu bahwa kau terkejut mendengar adikmu mengikuti mereka… Tapi, janganlah terlalu khawatir karena aku sudah berhasil mendeteksi lokasi dari pasangan gelang yang dipakai oleh Lucia,” ucap Illios, meyakinkan Joker agar jangan terlalu khawatir sambil memperlihatkan gelang yang diberikan Lucia kepada Megathirio, yang kini telah dipakai olehnya.


“Walaupun begitu, aku tidak mau tetap berdiam saja… Setidaknya aku ingin segera pergi mencari adikku,” balas Joker.


**


“Maaf tuan, tapi sepertinya Zeidonas masih belum sadar,” jawab Venerate bernama Erklis tersebut.


**


“Jika kau berkenan, aku akan segera memulihkan keadaannya… Dan lagipula aku juga yang telah membuat pria tersebut menjadi seperti itu,” ucap Astrapi, menyarankan kepada Joker agar dirinya bisa memulihkan keadaan dari Zeidonas, karena sebenarnya merasa bersalah sebelumnya menngalahkan Venerate tersebut, yang ternyata bukanlah musuhnya.


“Baik, mohon bantuannya,” balas Joker, mempersilahkan Astrapi.


Perempuan itu pun kemudian pergi menghampiri Zeidonas yang masih belum sadar, kemudian mengakses kekuatan sihirnya untuk mencoba memulihkan keadaan dari pria tersebut.


**


“Ngomong-ngomong, apakah kau adalah Continent Venerate baru? Karena sebelumnya aku belum pernah mengetahui Continent Venerate lain dari clan Dirkcourt selain tuan Gahaelix.”


Illios tiba-tiba bertanya kepada Joker, yang lantas membuatnya seketika terkejut dan tidak tahu harus menjawab apa.


“Benar tuan, namaku adalah Joker… Aku memang belum lama ini mencapai tingkatan Continent, karena itu para Venerate lain masih belum mengetahuiku… Aku juga tidak pernah masuk ke dalam akademi sihir.” Joker pun terpaksa hanya menjawab pertanyaan dari Illios seadanya, karena tidak tahu harus menjelaskan tentang yang lain.


“Benar juga… Karena itu aku juga belum mengetahuimu.” Walaupun dengan jawaban yang seadanya, namun hal tersebut langsung membuat Illios percaya dan tidak lagi mencurigai Vampireman tersebut.


“Salam kenal tuan Joker, namaku adalah Illios dari clan Silkbar daerah Workyen.” Illios pun kemudian memperkenalkan namanya kepada Joker sambil tersenyum.


“Salam kenal juga tuan Illios… Dan juga maaf karena sudah menantangmu sebelumnya, padahal aku masih belum sehebat dirimu yang sudah lama menjadi Continent Venerate.”


***


“Eh…” Beberapa saat kemudian Zeidonas pun akhirnya kembali tersadar.


“Syukurlah akhirnya kau sudah sadar tuan…” Ucap Astrapi.


“Kau…” Zeidonas pun langsung terkejut ketika melihat Astrapi saat pertama kali dirinya tersadar.


Zeidonas pun langsung berdiri, dan dengan sigap langsung mencengkram leher Astrapi kemudian mengacungkan tangan satunya yang memancarkan proyeksi energi berwarna emas ke arah perempuan itu.


“Zeidonas… Apa yang kau lakukan?”


Pria bernama Erklis serta dua Venerate perempuan yang menjadi rekan Zeidonas pun dengan sigap langsung berusaha menahan pria itu agar tidak menyerang Astrapi, yang sebenarnya hanya bermaksud untuk memulihkan keadaannya.


“Tunggu dulu… Jangan pukul aku.” Astrapi pun langsung bermohon sambil mengangkat kedua tangannya ketika Zeidonas hendak menyerangnya.


“Erklis, Dimira, Athira… Cepat lepaskan aku…” Ucap Zeidonas, berusaha melepaskan diri dari ketiga rekannya tersebut.


“Zeidonas, dengar dulu. Sebenarnya kita semua disini sudah salah paham… Mereka sebenarnya bukanlah musuh kita, atau para pemberontak yang ada di daerah ini,” ucap rekan Zeidonas yang bernama Erklis.


“Mereka bukan para pemberontak…” Mendengar penjelasan tersebut, Zeidonas pun lantas melepaskan cengkramannya dari leher Astrapi.