
“Eh…” Disaat Toner hendak melancarkan serangan pada salah satu Venerate Pavonas tersebut, pemuda itu pun lantas terkejut serta merasa heran tiba-tiba Venerate Pavonas tersebut seketika berubah menjadi patung.
**
Sama halnya dengan Zeidonas, dimana dirinya lantas kebingungan ketika sedang berhadapan dengan Venerate Pavonas yang satunya, tiba-tiba Venerate itu seketika berubah menjadi patung juga.
***
Di sisi lain terlihat Lucia mengendap-ngendap untuk berusaha keluar dari tempat persembunyian para pemberontak. Ketika menengok ke dalam sebuah runagan, Lucia pun terkejut melihat Aiver datang keruangan tersebut.
Hal itu lantas membuat pergerakannya pun menjadi terhenti, karena pria tersebut berada di sekitar jalan keluarnya.
Disaat yang bersamaan, Aiver pun merasakan hawa keberadaan dari seseorang di balik ruangan tersebut yang membuatnya langsung melancarkan sebuah serangan proyeksi energi sampai menjebol dinding, dan seketika diterima oleh Lucia, hingga membuatnya tersungkur.
Ketika Lucia hendak berdiri, tiba-tiba Aiver bergerak dengan cepat mendekati Vampireman perempuan itu, lalu mencekiknya dengan kuat.
“Akh…” Aiver pun langsung menyalurkan proyeksi elemen petir dari tangannya, hingga membuat tubuh Lucia menjadi kaku dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
“Ternyata kau berhasil keluar dari penghalang yang mengurungmu… Padahal dengan kemampuan teleportasi milikmu, kau sebenarnya tidak akan mampu menembusnya,” ucap Aiver.
Pria itu perlahan-lahan mengangkat tangannya yang satu, dan kemudian memproyeksikan sebuah energi berwarna hitam yang sering digunakan olehnya.
“Ukh…” Ketika Aiver hampir menyerang Lucia, dalam sekejap Joker datang, dan langsung melancarkan serangan elemen api biru, hingga membuat Aiver terhentak ke belakang sampai cengkraman tangannya pada leher Lucia pun langsung terlepas.
Dengan sigap, Joker langsung menangkap Lucia kemudian melompat menjauh untuk menjaga jarak dengan pria itu.
“Kakak…” Ucap Lucia, melihat Joker datang menolongnya.
**
“Pasti kau adalah saudara dari gadis itu, karena jika dilihat wajah kalian terlihat mirip… Sebelumnya aku sudah mengetahui bahwa memakai nama dari salah satu clan penyihir Lightio untuk menyamar menjadi salah satu dari kami,” ucap Aiver.
“Jadi kau sudah tahu yah… Kalau begitu, aku tidak akan menyembunyikan penampilanku yang sebenarnya,” balas Joker.
Ketika hendak melepaskan gelang yang membuat penampilannya sebagai ras Vampireman tersamarkan, tiba-tiba Lucia langsung menahan tangan saudaranya tersebut.
“Kakak, jangan lepaskan gelang itu… Bagaimana jika yang lain melihat penampilanmu yang sebenarnya?” Ucap Lucia, melarang Joker untuk melepaskan gelang khusus yang mampu menyamarkan penampilannya sebagai ras Vampireman.
Mendengar hal tersebut, Joker pun memikirkan lebih panjang ke depan, dan langsung mengurungkan niatnya tersebut demi kebaikannya serta adiknya tersebut.
“Lucia… Kau tetap dibelakangku. Biar aku yang menangani pemimpin pemberontak itu.”
Joker memunculkan pedang senjata sucinya, kemudian langsung meningkatkan kekuatannya hingga bilah pedang yang dipegangnya tersebut memancarkan proyeksi elemen api berwarna biru.
Dalam sekejap, Joker pun meluncur ke arah Aiver hendak bertarung melawan pemimpin dari para Venerate pemberontak tersebut.
***
***
Sementara itu, di sisi para murid-murid akademi serta tiga rekan dari Zeidonas yang berada di bawah tingkatan Land Venerate, nampak kesulitan menangani pasukan pemberontak yang kini telah menggunakan serangan proyeksi energi berwarna hitam seperti yang digunakann oleh Aiver.
Seberapa keras pun Megathirio serta Venerate yang berada di pihaknya melancarkan sebuah serangan yang kuat, serangan mereka tersebut tetap saja langsung terserap oleh proyeksi energi berwarna hitam yang dilancarkan oleh para Venerate pemberontak.
“Sial…” Umpat Megathirio dengan kesalnya, mulai kewalahan menangani para Venerate pemberontak.
“Uakh…!” Disaat yang bersamaan, Andras serta Shaevanjoe, tiba-tiba terhempas ketika menerima serangan proyeksi cahaya dari para Venerate Pavonas, karena sedang menangani serangan proyeksi energi hitam dari para pemberontak.
Melihat hal tersebut, Flogaz pun langsung menggunakan kemampuan dari tombak senjata sucinya yang satu-satunya menjadi penangkal dari serangan para pemberontak tersebut.
Flogaz melancarkan serangan proyeksi elemen api berwarna hitam dari tombak senjata sucinya yang membuat serangan proyeksi energi hitam dari para pemberontak seketika lenyap.
Akan tetapi, Flogaz yang menjadi satu-satunya harapan mereka tampak kewalahan karena tidak cukup kuat untuk menahan serangan proyeksi energi hitam tersebut, yang dalam skala besar terus berdatangan.
“Haah… Haah…” Pemuda itu semakin kewalahan hingga terus membuang menahan serangan proyeksi energi hitam para pemberontak dengan serangan elemen api hitam dari tombaknya.
Ketika serangan dari para pemberontak terus berdatangan, Flogaz pun hanya bisa pasrah karena tidak akan mampu menahan serangan tersebut lagi.
“Lumiere sillabare… Evil exterminator light…” Tiba-tiba Rayvor datang membantu saudaranya Flogaz dengan melancarkan serangan proyeksi cahaya yang mirip seperti serangan para Venerate Pavonas, hingga mampu menahan serangan proyeksi energi hitam dari para pemberontak.
“Elemen cahaya… Bagaimana kau melakukannya?” Tanya Flogaz, nampak terkejut karena teknik serangan elemen tersebut jarang digunakan oleh para Venerate Lightio, serta bersamaan menyadari bahwa serangan tersebut mirip seperti serangan para Venerate Pavonas.
“Apa kau menirunya?” Lanjut Flogaz bertanya, karena paham dengan kemampuan khusus yang dikuasai oleh saudaranya tersebut.
“Bisa dikatakan seperti itu…” Jawab Rayvor.
Dengan memiliki kemampuan tingkat manipulasi Mana yang tinggi, Rayvor pun mampu menirukan sebuah teknik yang belum diketahui dalam sekali atau beberapa kali dilihat olehnya.
“Flogaz, ayo kita kalahkan mereka… Walaupun bisa menggunakan teknik dari Venerate luar itu, namun aku tetap tidak bisa mengatasi mereka semua sendirian,” ucap Rayvor.
Mendengar hal tersebut, Flogaz pun menjadi bersemangat kembali, dan tidak mau menyerah sebelum semua Venerate pemberontak itu berhasil dikalahkan.
“Kalian semua lebih baik masuk ke dalam kota… Biar aku dan Flogaz yang menahan mereka,” ucap Rayvor, menyuruh Venerate yang berada di pihaknya untuk pergi masuk ke dalam kota tempat persembunyian dari para pemberontak.
Walaupun sempat ragu untuk mengikuti kata dari pemuda itu, namun mereka seketika percaya karena walaupun mereka semua berada di tempat itu, mereka tidak akan bisa membantu banyak.
Mereka menjadi lebih percaya ketika Charlett dan Auphia datang untuk mendukung Rayvor dan Flogaz melawan Venerate pemberontak serta Venerate Pavonas.
“Lebih baik kalian masuk saja ke dalam kota… Biar para kami yang mengurus para pengendali elemen cahaya itu,” ucap Chalett, meyakinkan mereka sambil menyebut para Venerate Pavonas.
Mendengar hal tersebut, Megathirio dan yang lain pun langsung meninggalkan mereka untuk bergegas masuk ke dalam kota.
Rayvor dan Flogaz pun meluncur ke arah para Venerate pemberontak sambil melancarkan serangan mereka masing-masing. Sementara Charlett dan Auphia bertarung melawan para Venerate Pavonas yang sudah ditinggalkan oleh para pemimpin mereka.