The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 109 - Kesalahpahaman



Berpindah ke kota Calfarinai, tampak informasi mengenai penghianatan Vahal dan para Venerate Pavonas lainnya telah sampai ke telinga salah satu World Venerate Lightio di wilayah barat, yang tidak lain merupakan ras Giantman bernama Vertorn Nomos.


Bersama dengan salah satu World Venerate wilayah barat Lightio yang satunya, Levianther Zee, Giantman itu kemudian menemui dua World Venerate Pavonas yang sedang berada di dalam sebuah ruangan.


“Tuan Vertorn… Tuan Levianther… Sedang apa kalian berdua menemui kami?” Tanya World Venerate Pavonas bernama Ienin.


“Maaf, tak usah berbelit-belit… Aku hanya ingin mengetahui apa tujuan kalian sebenarnya datang kemari?” Tanya Vertorn.


“Apa maksud anda? Bukankah kami sudah megatakannya sebelumnya, dan kalian sudah menyetujuinya jika kami berhasil membantu menyelesaikan pemberontakan yang berada di daerah kalian…” Mendengar pertanyaan dari Giantman tersebut, pria bernama Ienin itu pun lantas menjadi heran, dan sontak langsung bertanya balik.


“Iya… Itu memang benar, tapi kenapa aku mendapatkan informasi bahwa Venerate kalian kini telah berpihak kepada para pemberontak?” Tanya Vertorn dengan ekspresi wajah yang serius.


Mendengar hal tersebut, kedua World Venerate Pavonas itu lantas terkejut, tidak menyangka bahwa bawahan mereka akan melakukan hal tersebut.


“Haah, sialan… Apa yang sebenarnya direncanakan oleh si Vahal itu,” gumam World Venerate bernama Ienin.


“Aku tahu bahwa kedatangan kalian tidaklah baik, karena itu aku sudah mencurigainya dari awal…” Ucap Vertorn.


“Akan lebih baik jika kalian pergi dari sini sekarang juga,” lanjut Giantman tersebut, menyuruh kedua World Venerate itu untuk angkat kaki dari negeri Lightio saat itu juga.


“Maaf tuan, tapi bagaimana dengan Venerate kami yang sedang berada di salah satu daerah kalian?” Tanya Ienin.


“Aku peduli… Jika kami berhasil memberantas pemberontakan itu, maka pasukan kalian secara langsung akan menjadi tawanan kami,” jawab Vertorn.


“Aku tidak ingin hal itu terjadi… Jika kami harus pergi setidaknya kau harus membiarkan pasukanku untuk pergi bersama kami juga.”


“Jika kau terus memaksa maka aku tidak akan segan-segan untuk mengusir kalian dari tempat ini dengan cara yang kasar.”


Vertorn pun seketika mengeluarkan tekanan kekuatannya yang membuat ruangan tersebut bergoncang.


Melihat hal tersebut, kedua World Venerate Pavonas itu lantas menjadi terkejut, namun tetap memperlihatkan ekspresi yang santai.


“Ienin… Lebih baik kita menyerah saja, karena percuma saja jika kita melawan… Ini hanya akan berdampak pada kota ini,” ucap World Venerate Pavonas bernama Zora, menyarankan agar mereka tidak menantang dua World Venerate Lightio itu karena masih memikirkan orang-orang yang tinggal di dalam kota, dimana tempat mereka berada.


“Ternyata kau masih memikirkan tentang mereka, walaupun telah menjadi Venerate yang mengabdi pada negeri yang sering dicap sebagai negeri terkejam,” respon Ienin.


“Baiklah, kami akan segera pergi dari negeri ini… Tapi, ingatlah satu hal bahwa setelah ini, hubungan Pavonas dengan Lightio tidak akan baik-baik saja.”


Pria bernama Ienin itu pun lantas menyerah dan menyutujui Vertorn untuk segera pergi dari Lightio. Dia juga tidak lupa untuk memperingati Giantman tersebut bahwa hubungan Pavonas dengan Lightio tidak akan baik-baik saja setelah pengusiran mereka.


World Venerate Pavonas bernama Ienin serta Zora itu sontak berjalan keluar dari dalam ruangan tersebut untuk segera meninggalkan negeri Lightio tanpa perlawanan.


***


Berpindah ke wilayah Xetas, dimana terlihat Joker bersama dengan para Venerate yang bersamanya sedang berjalan di tengah padang stepa yang cukup panas.


Tiba-tiba Joker menghentikan langkahnya ketika merasakan sebuah tekanan kekuatan yang besar menuju ke arah mereka.


“Ada apa?” Tanya Venerate bernama Zeidonas, menghentikan langkahnya juga bersama dengan Venerate yang lain.


“Ada yang datang… Sepertinya ada beberapa diantara mereka ada Continent Venerate,” jawab Joker.


***


“Tunggu, kalian diam disini sebentar… Aku merasakan bahwa ada Continent Venerate di depan kita sana,” ucap Illios, yang ternyata juga dapat merasakan tekanan kekuatan dari Joker yang berada tidak terlalu jauh dari tempat mereka berada.


Mendengar ucapan pria itu, para murid-murid akademi sihir pun langsung menghentikan langkah mereka.


Disaat yang bersamaan, Illios dan Astrapi meluncur mendekati tekanan kekuatan yang meraka berdua rasakan. Tak berapa lama, kedua orang itu lantas melihat sekelompok Venerate di tengah padang Stepa.


**


“Ternyata benar itu adalah Continent Venerate… Ditambah mereka juga ternyata berjumlah dua orang,” ucap Joker.


“Kalian semua tolong urus salah satu diantara mereka… Aku akan berusaha melawan satunya,” lanjut Vampireman itu berkata, memerintahkan Venerate yang bersamanya untuk mengurus salah satu diantara Illios dan Astrapi.


Tanpa pikir panjang, Venerate tersebut kemudian meluncur ke arah Illios dan Astrapi dan seketika melancarkan serangan secara bersamaan.


Dengan mudah, kedua Continent Venerate itu langsung menghindari setiap serangan dari para Venerate tersebut.


Disaat yang bersamaan tiba-tiba Joker muncul dan langsung melancarkan serangan proyeksi elemen api berwarna biru.


“Difesa sillabare… Holy eldritch shield…” Dalam sekejap, Illios langsung menciptakan sebuah perisai proyeksi untuk menahan serangan dari Joker.


Seketika Illios langsung mendorong perisai proyeksi yang diciptakannya hingga diterima oleh Joker, dan langsung menghempaskannya ke jarak yang jauh.


Dengan cepat Illios meluncur mendekati Joker sambil hendak melancarkan sebuah serangan.


Joker pun menggunakan teknik perpindahan ruangnya, dan dalam sekejap menghilang lalu muncul di belakang Illios.


Tidak menyangka bahwa Joker berada di belakangnya, Illios sontak menerima serangan proyeksi elemen api berwarna biru dari Vampireman tersebut, hingga menghempaskannya ke jarak yang jauh.


Joker dengan cepat berpindah tempat ke hadapan Illios yang tersungkur di tanah kemudian melancarkan sebuah serangan kembali.


Namun, dengan refleks Illios pun langsung menghindar. Dengan cepat pria itu memunculkan sebuah pedang yang merupakan senjata suci miliknya, lalu mengayunkanya ke arah Joker.


Dengan sigap, Joker memunculkan pedang senjata sucinya juga lalu menangkis ayunan pedang dari Illios.


Kedua Venerate itu kemudian saling memamerkan kemampuan berpedang mereka satu sama lain, saling bergantian melancarkan sebuah serangan, serta saling menghindari serangan.


**


Di sisi lain, yang sedang berhadapan dengan Venerate yang berasal dari negeri Geracie, nampak dengan mudah terus menghindari setiap serangan dari mereka.


“Akh…” Akibat terlalu meremehkan mereka dengan terus menghindar, Astrapi tiba-tiba langsung menerima serangan kejut yang dilancarkan oleh Zeidonas, membuatnya langsung jatuh tersungkur ke tanah.


Kesempatan itu kemudian dimanfaatkan oleh Zeidonas serta yang lain untuk menyerang Astrapi secara bersamaan.


“Fiamma sillabare…” Astrapi yang sedang tersungkur dengan cepat melancarkan serangan elemen api, membuat mereka semua seketika terhempas secara bersamaan.