The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 216 - Berjanji akan menjadi Venerate kuat



Beberapa saat kemudian, di salah satu ruangan kapal milik negeri Machora Tira, tampak merasa cemas setelah mendengar pernyataan Aelacia yang masih ingin mengincar Zchaira, yang dalam hal ini memang merupakan cucunya.


Sementara Zenef yang juga berada di ruangan tersebut, nampak menunjukkan ekspresi yang sama karena bagaimanapun dirinya tidak mau melihat ibunya tersebut merasa cemas memikirkan mengenai pernyataan dari Aelacia.


“Apa kita katakan saja ini kepada para Venerate Lightio?” Tanya Zenef.


“Mengenai pernyataan nona Aelacia?” Tanya balik Lethis.


“Tentu saja ibu… Aku pikir sebelumnya gadis bernama Zchaira itu tidak akan kembali diincar setelah kita menerima batu kristal itu,” jawab Zenef.


“Ibu rasa kita tidak bisa melakukan itu, karena negeri Machora Tira akan menganggap hal tersebut sebagai pengkhianatan, termasuk jika kau juga yang merupakan cucu dari raja federal melakukan itu,” ucap Lethis, enggan untuk melaporkan pernyataan dari Aelacia kepada Artemis dan yang lain karena mengingat peraturan utama Machora Tira, dimana tidak bisa dilanggar olehnya yang menjadi salah satu Venerate negeri tersebut.


“Aku juga mengerti… Kuharap untuk saat ini Venerate kita tidak akan melakukan hal tersebut,” respon Zenef, lalu berjalan meninggalkan ibunya di ruangan tersebut.


***


Tak berapa lama kemudian, Zenef tersebut turun dari kapal Machora Tira, sambil mengakses kekuatannya, yang sontak membuat penampilannya sebagai ras Vampireman yang memiliki kulit pucat berubah menjadi warna kulit manusia biasa.


Zenef terus berjalan meninggalkan kapal Machora Tira yang bersandar di pelabuhan, menuju ke suatu tempat yang kemungkinan berada di tengah kota Novacurve.


***


Berpindah ke pegunungan yang berada di dekat kota Novacurve, tampak Zchaira terduduk di permukaan dengan nafas terengah-engah, yang kemungkinan telah merasa kewalahan melatih kemampuannya di hari tersebut.


Sementara Zchaira yang tampak kewalahan, terlihat sang naga merak, Shydhie berada di dekatnya sambil memperhatikan langit yang mulai gelap.


“Baiklah Zchaira, kurasa latihanmu cukup sampai disini saja… Sepertinya kau harus segera bersiap mengikuti turnamen…” Ucap Shydhie.


“Dan sepertinya ini adalah hari terakhir, dimana kau berlatih bersamaku…” Lanjut naga tersebut berkata.


“Eh… Kenapa? Setidaknya turnamen masih akan berlangsung sampai hari esok,” respon Zchaira, terkejut mendengar pernyataan dari Shydhie.


“Karena aku yakin di hari turnamen tempat pertarungan kalian akan menggunakan pegunungan ini,” ucap Shydhie.


“Pegunungan ini akan menjadi tempat pertarungan para peserta… Lagipula kenapa kau bisa mengetahuinya?” Tanya Zchaira, dengan ekspresi penasaran.


Sang naga merak kemudian menjelaskan bahwa selama ini dirinya mengetahui turnamen yang sering dilaksanakan pada kota Novacurve dengan hanya menggunakan kemampuan pendengarannya. Bahkan sebelum turnamen tahun ini, yang sekarang sedang berlangsung, para Venerate Fuegonia telah terlebih dahulu meminta ijin kepada Shydhie untuk meminjam pegunungan itu sebagai tempat pertarungan para peserta turnamen nantinya.


“Benarkah para Venerate Fuegonia menemuimu untuk menanyakan hal tersebut?”


Shydhie pun menganggukkan kepalanya, merespon pertanyaan dari gadis tersebut, yang membuat Zchaira lantas tidak mempercayainya.


“Kupikir kau adalah makhluk yang paling ditakuti, ternyata mereka juga bisa melakukan sebuah hal untuk mengusirmu,” gumam Zchaira.


“Aku mendengarnya gadis kecil…” Ucap Shydhie, lantas menunjukkan ekspresi kesal, namun membuat Zchaira sedikit ketakutan karena wujud makhluk tersebut yang memang sudah kelihatan menyeramkan.


“Jadi ini hari terakhir aku bisa berlatih denganmu…” Zchaira pun nampak menunjukkan ekspresi kecewa karena tidak menyadari bahwa hal tersebut akan segera berakhir.


“Tak usah kecewa… Jika kau ingin menemuiku, kau bisa pergi ke wilayah utara Lightio, tempat itu juga merupakan pertama kali aku memberikan kekuatan kepadamu…” Ucap Shydhie, meyakinkan Zchaira agar tidak perlu kecewa atau bersedih karena gadis tersebut masih tetap bisa menemuinya.


“Lagipula perkembanganmu memang sudah cukup besar setelah beberapa hari menguasai kekuatanmu sendiri.” Shydhie pun menambahkan fakta yang terjadi kepada Zchaira setelah berlatih beberapa hari di pegunungan tersebut bersama dengan naga itu.


“Berjuanglah…” Ucap Shydhie, memberi semangat pada gadis tersebut.


“Terima kasih sekali lagi… Aku pergi dulu…” Zchaira kemudian membungkukkan badannya berulang kali, lalu pergi meninggalkan naga tersebut.


“Sekali lagi terima kasih Shydhie…” Sambil pergi meninggalkan naga tersebut, Zchaira sesekali melambaikan tangannya sambil mengucapkan terima kasih kepada Shydhie, karena telah membantunya berlatih menguasai kekuatan yang sudah ada di dalam diri gadis tersebut sejak masih berusia belia.


***


Beberapa saat kemudian, Zchaira datang menghampiri Artemis ibunya yang berada tidak jauh dari tempat gadis itu berlatih sebelumnya.


“Kau sudah selesai Zchaira…” Ucap Artemis.


“Iya ibu… Waktunya kita kembali, karena turnamen akan segera mulai malam ini,” Balas Zchaira, mengajak ibunya tersebut untuk beranjak dari pegunungan itu, karena mengingat bahwa hari sudah mulai gelap, dimana turnamen Venerate di kota Novacurve sebentar lagi akan segera dimulai.


Artemis kemudian mengakses kekuatannya, dan perlahan-lahan melayang naik ke permukaan, sambil menunggu putrinya mengakses kekuatan juga untuk menggunakan sayap proyeksi energi sihir agar mereka bisa terbang menuju ke kota Novacurve.


Akan tetapi, Artemis sedikit kebingungan melihat Zchaira nampak berkonsentrasi, dimana untuk memproyeksikan sepasang sayap dari energi sihir, setidaknya tidak memerlukan waktu yang cukup lama.


“Eternal fertility mode…” Zchaira seketika mengaktifkan kekuatan makhluk suci miliknya, hingga memancarkan pancaran proyeksi berwarna biru dalam skala yang cukup besar.


Dengan pengaktifan kekuatan tersebut, membuat gadis tersebut perlahan-lahan mampu melayang ke udara tanpa harus menciptakan sebuah sayap proyeksi energi sihir lagi.


“Ibu… Aku harus segera bergegas karena kekuatan ini mungkin tidak akan bertahan lama…”


“Ekh… Tunggu dulu…” Baru saja Artemis hendak mengatakan sesuatu, tiba-tiba putrinya tersebut langsung meluncur dengan kecepatan tinggi menuju kota Novacurve.


Terkejut dengan kemampuan baru dari Zchaira, Artemis pun segera mengejar putrinya itu karena sempat mendengar pernyataan sebelumnya dimana gadis itu kemungkinan tidak bisa mempertahankan kekuatan itu dalam waktu yang lama.


***


Zchaira meluncur dengan kecepatan tinggi menuju kota Novacurve layaknya seorang Venerate tingkat atas.


“Eh…”


“Ah…!”


Baru saja mencapai beberapa kilometer dari pegunungan sebelumnya, tiba-tiba mode kekuatan dari gadis itu berakhir, hingga langsung membuatnya jatuh meluncur ke bawah dari ketinggian ?? kaki.


**


“Zchaira…” Artemis yang berada cukup jauh dibelakang akibat ditinggal, sontak terkejut melihat putri jatuh bebas ke bawah, dimana Zchaira yang berada dalam keadaan tersebut nampak terlihat panik hingga kemungkinan sulit mengakses kekuatan sihirnya untuk menciptakan sepasang sayap proyeksi.


Dengan sigap, Artemis pun meluncur ke arah Zchaira sambil berharap bahwa dia akan dengan tepat waktu menyelamatkan putrinya.


***


“Haah… Kenapa dimana sebenarnya tempat mereka?”


Di sisi lain, tampak Zenef yang sebelumnya keluar dari kapal Machora Tira, terlihat cemas karena tidak mengetahui penginapan dari para Venerate Lightio yang menjadi tujuan.