The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 134 - Penentuan tingkatan kekuatan selesai



Mendengar ucapan Illios, Kral pun menoleh ke arah Aphrodia, dan langsung terkejut ketika perempuan tersebut menatap ke arahnya dengan ekspresi khawatir akibat melihat pria itu hampir saja jatuh menghantam lantai.


Kral seketika menoleh ke arah lain karena merasa canggung ketika mengetahui bahwa Aphrodia sedang memperhatikannya, namun Kral sebenarnya nampak merasa senang ketika mengetahui bahwa perempuan tersebut melihat ke arahnya.


Dia kemudian mulai mengaktifkan tekanan kekuatannya yang sontak membuat perubahan warna pada diagram sihir yang berada dibawahnya menjadi warna jingga, tanpa perlu lagi terlebih dahulu berubah menjadi warna ungu, sama seperti yang dilakukan oleh Illios sebelumnya.


Karena merasa bahwa hal tersebut cukup menarik, Kral pun berkonsentrasi meningkatkan kekuatannya hingga membuat pancaran tekanan kekuatannya semakin besar.


Dalam sekejap diagram sihir berwarna jingga yang berada dibawahnya kembali berubah menjadi warna merah.


**


“Apa mungkin itu?” Ucap Astrapi, nampak bertanya-tanya melihat perubahan warna dari diagram sihir yang merespon tekanan kekuatan dari kakak pertamanya.


“Apa karena kakak Aphrodia sekarang sedang memperhatikannya karena itu dia kini menjadi sangat bersemangat?” Sambung Illios, sebuah mempertanyakan alasan yang lain.


Para murid-murid akademi sihir yang berada di dalam ruangan aula yang luas tersebut juga tampak terkejut melihat perubahan warna dari diagram sihir yang merespon tekanan kekuatan dari Kral.


**


Bahkan hal tersebut membuat para tetua pun terkejut, karena kali ini berbeda dengan yang dilakukan oleh Illios sebelumnya, yang menggunakan kekuatan dari senjata suci miliknya untuk bisa mencapai tekanan kekuatan yang setara dengan tingkatan World Venerate.


“Apakah mungkin dia sudah mencapai tingkatan World Venerate?” Ucap salah satu tetua.


“Aku cukup yakin dia mungkin bisa melakukan hal itu,” sambung salah satu tetua yang lain.


Disamping para tetua sedang membincangkan mengenai Kral yang kemungkinan telah mencapai tingkatan World Venerate, Arlias, sang tetua kepala pun nampak memperhatikan dengan seksama salah satu dari murid kelas Contient Venerate tersebut, tanpa harus berdiskusi dengan para tetua yang lain.


“Kurasa hal itu masih sulit baginya…” Ucap Arlias.


**


Tiba-tiba tekanan kekuatan dari Kral mengalami penurunan hingga membuat diagram sihir yang berada di bawahnya kembali berubah warna menjadi warna jingga.


Karena telah mencapai batasnya, Kral pun tidak mau melanjutkan hal tersebut, dan lebih memilih untuk menghentikan pengaktifan tekanan kekuatan miliknya.


“Kral Silkbar… Continent Venerate…” Disaat yang bersamaan sang tetua kepala pun langsung mengumumkan tingkatan kekuatan dari pria tersebut yang ternyata masih belum bisa mencapai tingkatan teratas, yaitu World Venerate.


“Tidak…!” Mendengar pernyataan tersebut, membuat Illios serta Astrapi langsung berteriak secara bersamaan.


Dibandingkan dengan Kral yang biasa-biasa saja tentang pernyataan tersebut, kedua adiknya tersebut nampak merasa kecewa karena Kral tidak bisa mencapai tingkatan World Venerate.


Setelah pernyataan dari Arlias, Kral pun terbang ke atas menuju ke tempat dimana Illios dan Astrapi berada.


“Hei… Ada apa dengan kalian?” Tanya Kral, nampak kebingungan mellihat ekspresi kesal dari Illios dan Astrapi.


Tanpa pikir panjang, Illios pun langsung mencengkram kerah kakaknya tersebut sambil tetap menunjukkan ekspresi kesal.


“Hei Kral… Seharusnya dengan kekuatanmu seharusnya kau sudah menjadi World Venerate… Kenapa tekanan kekuatanmu itu menurun, padahal kau sudah tahu bahwa kakak Aphrodia sedang memperhatikanmu,” ucap Illios.


“Apa-apaan kau? Kau pikir menjadi World Venerate hal yang mudah…” Balas Kral, sambil menepis cengkraman tangan Illios dari kerah bajunya.


“Hei, preman… Kenapa kau memarahi kakakmu, padahal sebelumnya kau sempat melakukan hal yang curang saat giliranmu menentukan tingkatan kekuatan.” Hal tersebut langsung membuat Arlias pun memarahi Illios dengan suara yang menggema.


***


“Baiklah… Setelah para murid-murid Contient Venerate telah menentukan tekanan kekuatan mereka, walaupun tetap tidak memiliki hasil peningkatan, saatnya untuk kita semua bubar dari tempat ini.” Beberapa saat kemudian, Arlias pun langsung mengumumkan bahwa penentuan tingkatan dari para murid-murid akademi sihir kali ini telah selesai.


**


“Dasar pak tua… Beraninya dia mengatakan bahwa kita bertiga tidak memiliki hasil peningkatan atau apapun itu…” Mendengar pernyataan Arlias, membuat Illios pun bereaksi karena merasa bahwa sang tetua kepala tersebut sedang meledek dirinya bersama dengan kedua saudaranya.


“Sudahalah Illios… Memang benar bahwa tingkatan kekuatan kita masih tetap sama seperti sebelumnya,” ucap Kral, mengatakan kepada Illios agar tidak perlu mengeluh dengan ucapan dari tetua kepala itu.


“Lagipula kita sudah sedikit memamerkan kekuatan ke semua murid-murid yang ada di akademi ini,” sambung Astrapi.


**


Tak berapa lama, satu per satu murid akademi sihir mulai meninggalkan aula yang luas tersebut untuk kembali ke tempat mereka masing-masing.


Terlihat Zchaira yang masih bersama dengan Wenra dan Dorolia sedang memperhatikan ke sekitaran mencari keberadaan dari Megathirio.


“Hai cantik… Apa kau belum mau beranjak? Atau mungkin ada seseorang yang harus kau tunggu?” Tiba-tiba Haniwa datang menghampiri ketiga gadis itu, dan sontak bertanya kepada Zchaira.


“Aku sedang menunggu pacarku… Lebih baik kau tidak usah menganggu,” jawab Zchaira.


“Apa…? Memangnya siapa dia?” Mendengat hal tersebut membuat Haniwa pun langsung terkejut.


Tak berapa lama kemudian, Zchaira yang sedang memperhatikan ke sekitaran melihat Megathirio bersama dengan Rayvor dan Flogaz diantara kerumunan para murid-murid akademi sihir.


Tanpa pikir panjang, gadis itu langsung berlari ke arah Megathirio dan langsung memeluk kakaknya tersebut.


**


“Kupikir dia sungguhan mengatakan hal itu… Ternyata dia hanya ingin menunggu saudaranya,” ucap Haniwa, nampak merasa legah karena hal yang dikatakan oleh Zchaira tidaklah benar.


Anak laki-laki itu kemudian lebih memilih untuk meninggalkan tempat itu karena takut berurusan dengan saudara dari Zchaira.


**


“Selamat kakak karena sudah menjadi Land Venerate,” ucap Zchaira sambil menunjukkan ekspresi tersenyum.


“Terima kasih… Tapi, kau juga tetap harus bersemangat mengejarku,” respon Megathirio, menunjukkan ekspresi tersenyum juga.


“Padahal kupikir kau bisa menjadi World Venerate sebelumnya…” Lanjut Megathirio berkata.


“Apa-apaan kau? Tentu saja untuk sekarang itu masih sangat mustahil… Bahkan kakak Kral dan kakak Illios yang adalah murid kelas Continent Venerate tidak bisa mempertahankan tekanan kekuatan mereka sebelumnya…” Ucap Zchaira.


Disaat yang bersamaan Kral, Illios dan Astrapi datang menghampiri Megathirio untuk memberikan selamat karena telah berhasil mencapai tingkata Land Venerate.


“Adik… Selamat karena sudah berhasil menjadi murid kelas Land Venerate…” Ucap Illios.


“Kurasa karena telah menjadi Land Venerate, sudah seharusnya kau mulai berlatih megaktifkan kekuatan pelepasan kedua milikmu,” sambung Kral.


“Pelepasan kedua yah… Kurasa itu akan memakan waktu yang cukup lama, tapi aku tetap tidak akan menyerah untuk melatih kekuatan tersebut,” respon Megathirio.