The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 70 - Pertarungan kecil



Beberapa saat kemudian, Zchaira dan yang lain kini sampai di sebuah bangunan yang khusus digunakan oleh para murid-murid yang berada di kelas Regional Venerate, temasuk Rayvor dan Flogaz yang juga termasuk di dalamnya, serta Megathirio, disaat pemuda itu menyelesaikan pelajaran awalnya sebagai murid baru.


“Oke, sekarang kita sedang berada di tempat pelatihan para murid-murid Regional Venerate… Jika murid-murid District Venerate yang sebelumnya masih dalam tahap awal serta dalam proses penguasaan kekuatan pelepasan pertama, maka murid-murid yang berada di tempat ini telah lebih mahir karena rata-rata dari mereka sudah dapat menguasai kekuatan tersebut dengan mudah…”


“Bahkan mereka pun mulai bersiap ke tahap kekuatan pelepasan selanjutnya, walaupun proses pengaktifannya harus minimal berada di tingkatan yang lebih tinggi, yang tidak lain adalah tingkatan Land Venerate,” ucap Flogaz, menjelaskan panjang lebar sembari mereka semua berjalan pada salah satu lorong di dalam bangunan tersebut.


**


Ketika Flogaz yang sedang menjelaskan khususnya kepada Megathirio dan Zchaira, tiba-tiba di dalam sebuah ruangan yang akan dilewati oleh Flogaz dan yang lain terlihat Shaevanjoe, pemuda yang sebelumnya pernah berseteruh dengan Flogaz.


“Flogaz Silkbar…” Ucap Shaevanjoe, langsung mengenali suara tersebut merupakan suara dari Flogaz.


Dengen cepat Shaevanjoe berlari ke arah pintu keluar ketika Flogaz telah berada di depannya.


“Fulmine sillabare…” Dalam sekejap Shaevanjoe langsung melompat ke arah Flogaz sambil melancarkan sebuah pukulan yang dialiri oleh kekuatan elemen petir.


“Eh…” Flogaz yang sedang menoleh pada Zchaira dan yang lain sontak terkejut ketika Shaevanjoe dengan cepat meluncur ke arahnya.


“Difesa sillabare…” Dengan cepat, saat melihat Shaevanjoe akan menyerang Flogaz, Astrapi pun langsung meluncur untuk melindungi Flogaz dengan menahan serangan dari pemuda itu menggunakan perisai proyeksi energi sihirnya.


“Uakh…!” Dengan sigap perisai proyeksi tersebut diluncurkan oleh Astrapi, membuat Shaevanjoe dalam sekejap terhempas hingga menabrak dinding yang berada di dalam ruangannya berada.


Zchaira dan yang lain lantas terkejut ketika melihat pemuda itu hendak menyerang Flogaz serta terhempas ketika diserang oleh Astrapi.


**


“Shaevanjoe…” Ucap Andras, saudara dari pemuda itu yang ternyata juga berada di dalam kelas tersebut.


“Vocare sillabare…” Andras dengan cepat menghampiri orang yang menyerang Shaevanjoe sambil menggunakan teknik sihir ruang untuk memunculkan senjata sucinya yang berbentuk sebuah tongkat sabit.


“Ekh…” Namun, pemuda itu tiba-tiba terkejut ternyata orang yang berada paling depan saat berhadapan dengannya merupakan seorang perempuan.


“Kau… Astrapi Silkbar.” Bukan hanya itu saja, Andras pun terkejut mengetahui bahwa yang menyerang saudaranya tersebut merupakan murid perempuan terkuat di dalam akademi sihir tersebut.


Hal tersebut langsung membuat keberanian pemuda itu pun menjadi ciut, karena bagaimanapun juga walau Andras memaksakan diri bertarung dengan Astrapi, dia tetap akan mengalami kekalahan akibat perbedaan level kekuatannya dengan perempuan tersebut memang jauh berbeda.


“Maaf jika adikku mencari masalah duluan dengan kalian…” Andras pun meminta maaf mewakili Shaevanjoe sambil menurunkan senjata sucinya yang sebelumnya telah disiapkannya untuk berhadapan dengan orang yang menyerang adiknya tersebut.


“Aku menghargai ucapan maafmu, tapi aku tidak akan segan-segan jika adikmu itu mencoba menyerang saudaraku lagi,” ucap Astrapi dengan ekspresi serius.


“Terlebih lagi… Memangnya apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang terjadi Flogaz? Mengapa pemuda itu mau menyerangmu?” Lanjut Astrapi bertanya kepada Andras serta kepada Flogaz juga.


“Kakak, sebenarnya aku dan pemuda itu sebelumnya terlibat perseteruhan karena suatu alasan…” Jawab Flogaz.


“Dasar kau… Padahal kau kemari untuk memperlajari sihir bukan untuk bisa mencari gara-gara dnegan orang-orang yang berada di akademi ini,” respon Astrapi.


***


Tak berapa lama, Zchaira dan yang lain sampai ke sebuah bangunan dari para murid Land Venerate yang sebelumnya dimasuki oleh Zchaira dan Megathirio saat sedang melakukan kejar-kejaran dan akhirnya membuat gadis itu menabrak seorang murid Land Venerate hingga terjadi sebuah kesalahpahaman kecil.


“Oke… Kita akhirnya sampai di bangunan terakhir dimana tempat ini merupakan tempat yang digunakan untuk para murid-murid yang berada di kelas Land Venerate berlatih,” ucap Flogaz.


“Asal kalian tahu, walaupun bangunan ini sama besarnya dengan bangunan-bangunan para murid-murid tingkatan lain yang bisa menampung hingga ratusan dan bahkan ribuan murid, tapi para murid Land Venerate yang menempati bangunan ini bisa dihitung dengan menggunakan jari saja,” lanjut Flogaz menjelaskan kepada mereka semuannya, terlebih khusus kepada Megathirio dan Zchaira.


“Memangnya jumlah para murid Land Venerate yang berada di akademi sihir ini sesedikit itu?” Tanya Zchaira.


“Mungkin bisa dibilang mereka hanya sekitar sepuluh orang saja,” jawab Flogaz.


“Kau lihat kelima orang yang berada di dalam ruangan sana… Mereka adalah para murid Land Venerate.” Flogaz kemudian menunjuk beberapa murid Land Venerate yang pernah melakukan pertarungan dengan para Venerate Fuegonia yang beranggotakan para ras Elfman.


**


Di dalam ruangan tersebut, terlihat seorang perempuan bernama Aphrodia yang sedang memperhatikan Zchaira dan yang lain berdiri di depan pintu masuk.


*


“Astrapi Silkbar… Jika dia ada disni apa mungkin Kral juga datang kemari? Eh, untuk apa juga aku memikirkan hal itu?” Gumam Aphrodia dalam hati, mengharapkan Kral datang ke akademi itu sambil merasa malu tentang hal yang dipikirkannya tersebut.


**


“Hei, minggir kau…” Tiba-tiba tiga pemuda yang sebelumnya sedikit berseteruh dengan Megathirio serta Zchaira muncul dan langsung mendorong Flogaz agar menyingkir dari jalan mereka.


Flogaz pun sedikit terkejut ketika salah satu diantara mereka mendorongnya, namun pemuda itu tidak bisa melakukan perlawanan karena mereka memiliki tingkatan Venerate yang lebih tinggi dibandingkan dengannya.


“Haah… Ada apa lagi gadis ini berada disini?” Gumam pemuda bertubuh tinggi yang bernama Toner saat melihat Zchaira berada lagi ditempat itu, tetapi dia kini tidak mempermasalahkan hal tersebut karena bersamaan juga melihat Astrapi bersama dengan gadis itu.


Pemuda bernama Toner tersebut lantas lewat dengan tenang bersama dengan kedua murid Land Venerate lainnya meninggalkan tempat tersebut.


“Dan untuk yang kedua murid disana memiliki hubungan khusus denganku,” ucap Astrapi, menyambung penjelasan Flogaz ketika melihat dua orang murid perempuan menuju ke arah mereka.


Dua murid perempuan itu lantas langsung berlari ketika melihat Astrapi yang merupakan orang yang sangat dikenal oleh mereka.


“Astrapi…!”


“Uwaah…!” Ketika salah satu murid perempuan itu melompat ke arah Astrapi, hal tersebut langsung membuat keseimbangan perempuan itu hilang dan sontak jatuh tersungkur ke lantai.


“Kemana saja kau selama ini?” Tanya murid perempuan yang menindih Astrapi.


“Aku adalah murid Continent Venerate, tentu saja akan merasa bosan jika harus berada terus di dalam akademi ini,” jawab Astrapi.