
Narest berkonsentrasi mengaktifkan kekuatan dari tongkat yang dipegangnya, yang ternyata merupakan sebuah senjata suci.
Merasakan sebuah tekanan kekuatan yang besar, Horner serta Dossur seketika langsung bersiaga terhadap pria Fuegonia tersebut karena merasa bahwa kekuatannya akan berbeda dari yang sebelumnya.
**
Setelah berhasil mengaktifkan kekuatan dari tongkatnya, dengan cepat Narest pun langsung meluncur ke depan, yang sontak membuat Dossur dan Horner mengendalikan makhluk-makhluk pasir serta kristal mereka maju mendekati Narest.
Saat makhluk pasir dan ular kristal secara bersamaan melancarkan sebuah serangan, Narest pun dengan cepat mengayunkan tongkatnya dengan kuat hingga kedua makhluk ciptaan dari kedua ras keturunan campuran tersebut terhempas sampai ke dinding arena.
**
Hal tersebut lantas membuat Horner serta Dossur langsung terkejut melihat serangan yang dilancarkan oleh Narest, yang padahal pria Fuegonia itu tidak bisa menandingi kemampuan dari makhluk-makhluk ciptaan mereka sebelumnya.
**
Narest meluncur terlebih dahulu ke arah ular kristal milik Horner. Tiba-tiba saja tongkat yang dipegangnya berubah ukuran berkali-kali lipat dari ukuran aslinya, yang kini sebesar ular kristal milik Horner.
Tanpa merasa berat sama sekali dengan ukuran tongkatnya, Narest seketika mengayunkan senjata raksasanya tersebut ke arah ular kristal milik Horner hingga hancur berkeping-keping.
“Argh…!” Setelah ular kristal tersebut hancur, Horner yang berada di jalur ayunan tongkat tersebut sontak terhempas ke dinding arena ketika tongkat raksasa itu menghempas tubuhnya dengan keras.
Akibat hal tersebut, Gnomeman itu pun seketika tak sadarkan diri, dan menjadi peserta kedua yang mengalami kekalahan dalam pertandingan tersebut.
**
Melihat Horner dengan mudah dikalahkan, Dossur pun tidak tinggal diam, Dwarfman itu langsung mengendalikan makhluk pasirnya, dengan mengibaskan tentakel-tentakel secara acak.
Melihat serangan beruntun hendak menghampirinya, Narest dengan sigap mengakses kekuatan dari tongkatnya, hingga dalam sekejap kembali ke ukuran semula, akan tetapi terjadi perubahan bentuk kembali pada tongkatnya, yang kini nampak memanjang dan memiliki karakteristik yang elastis seperti layaknya sebuah cambuk.
Tongkat tersebut lantas dikibaskan oleh Narest secara beruntun dengan pola acak, mengibas tentakel-tentakel pasir dari makhluk yang diciptakan oleh Dossur.
Saking terkejutnya Dossur melihat makhluk pasirnya perlahan-lahan habis dikibas oleh ayunan acak dari tongkat Narest yang menyerupai sebuah cambuk tersebut.
“Ukh…” Saat berhasil melenyapkan makhluk pasir milik Dossur, Narest dengan cepat meluncurkan ujung tombaknya ke arah Dossur, hingga melilit tubuh Dwarfman tersebut.
Narest melompat setinggi-tinggi ke atas menggunakan dorongan dari pancaran elemen api, hingga Dossur yang terlilit oleh tongkat pria Fuegonia itu naik ke atas.
Narest menarik sekuat tenaga tongkat yang menyerupai cambuk tersebut, hingga Dossur yang masih berada dibawahnya dengan cepat meluncur ke atas, mendahului dirinya.
“Ekh…” Sekali lagi pria Fuegonia itu sekuat tenaga menarik tongkatnya dengan arah Berbera, ke arah bawah, hingga Dossur pun meluncur sekencangnya ke permukaan.
Saat Dossur telah mengalami kekalahan, Narest pun mendarat ke permukaan, mengakses kekuatan dari tongkatnya hingga kembali ke bentuk semula.
Secara bersamaan, para penonton yang terdiri dari sebagian besar warga kota Novacurve serta negeri Fuegonia lantas bersorak melihat anggota tim dari perwakilan negeri mereka akhirnya menjadi satu-satunya peserta yang masih berdiri di tengah arena, yang menandakan bahwa Narest secara tidak langsung telah menjadi pemenang dalam pertandingan tersebut sebelum pernyataan dari wasit.
***
Setelah kekalahan dari Horner dan Dossur dalam waktu yang hampir secara bersamaan, serta tersisanya Narest yang masih berdiri, tak lama kemudian sang wasit pun kembali masuk ke tengah arena setelah penghalang proyeksi yang diciptakan oleh Achilles menghilang.
“Pemenang dalam pertandingan ini adalah Narest Bluntill dari tim Fuegonia…” Ucap sang wasit menyatakan kemenangan Narest.
Para penonton sontak kembali bersorak ketika mendengar bahwa satu anggota tim Fuegonia berhasil memenangkan pertandingan lagi.
Dalam waktu bersamaan, layar yang berada di arena turnamen tersebut langsung menampilkan perolehan poin dari semua tim yang ada.
Lightio (9), Fuegonia (9), Machora Tira (8), Cielas (7), Mormist (6), Vielass (6), Neodela (3), Asimir (3).
**
“Wah… Akhirnya kita berhasil mengimbangi poin dari tim Lightio dan tim Machora Tira…” Ucap Rourke, salah satu tim Fuegonia, nampak senang melihat perolehan poin dari timnya kini telah sama dengan poin dua tim teratas sebelumnya.
“Kalian doakan aku juga agar bisa berhasil memenangkan pertandingan besok hari dan kemungkinan tim Fuegonia akan menjadi pemenang dalam ronde pertama,” lanjut pemuda itu berkata, meminta kepada para anggota timnya untuk menyemangatinya.
“Aku yakin bahwa kau akan memenangkan pertandingan esok hari karena diantara anggota clan Drown yang ada perkembanganmu terbilang paling cepat… Aku bahkan percaya bahwa kau kini berada di puncak tingkat Land Venerate yang sebentar lagi akan memasuki tingkat Venerate atas,” ucap Neyndra dengan percaya diri bahwa adiknya tersebut akan menjadi pemenang dalam pertandingannya sendiri, serta yakin bahwa Rourke kini telah memiliki kemampuan yang berbeda dari peserta tingkat Land Venerate yang ada.
“Walaupun sedang menyemangatimu, namun ucapanmu kakak membuatku khawatir jika hal itu terjadi di tengah-tengah turnamen ini…” Respon Rourke, nampak merasa khawatir jika saja saat turnamen tersebut masih berlangsung, pemuda itu telah berhasil mencapai tingkat Continent Venerate, yang tentu saja akan membuatnya secara langsung didiskualifikasi, dan lebih parahnya, tim dari pemuda itu juga akan mengalami hal yang sama.
**
“Lightio… Fuegonia… Machora Tira… Kenapa tim yang unggul sekarang berasal dari wilayah utara Aizolica? Apa mungkin jika Blueland mendapatkan ijin, bisa mendapatkan skor yang sama?” Ucap Achilles, berandai-andai jika saja para Venerate dari negeri asalnya bisa mengikuti turnamen tersebut.
“Aku yakin bahwa penyihir ras Elfman memang akan berhasil mendapatkan poin lebih tinggi jika saja mereka ikut… Bahkan aku yakin juga bahwa hal yang sama akan bisa dilakukan oleh para penyihir ras manusia dari wilayah pulau kalian di benua Greune,” respon Rox, dengan percaya diri menyatakan bahwa kemampuan Venerate dari negeri asal pria Elfman tersebut memiliki kemampuan yang berbeda dari Venerate dari negeri lain, walaupun memiliki kemampuan tingkatan yang sama.
“Kau mungkin berlebihan tuan Rox…” Ucap Achilles, sedikit tidak percaya dengan pernyataan ketua clan Drown tersebut.
***
Setelah pertandingan kedua pada malam tersebut berakhir, sang pembawa acara kemudian masuk ke tengah arena untuk segera menutup turnamen tersebut, serta melanjutkannya pada malam berikut.
“Terima kasih para hadirin sekalian karena sudah menyaksikan pertandingan malam ini… Kita akan kembali lagi besok malam untuk melihat dua pertandingan terakhir dalam ronde pertama yang akan diikuti oleh peserta yang belum mendapat giliran…” Ucap pembawa acara, memberitahukan hari terakhir ronde pertama pada besok malam.