
Vampireman tersebut bersama dengan tiga petarung lainnya akhirnya berkumpul di tengah arena dan telah bersiap untuk saling berhadapan.
Tak berapa lama, wasit berjalan masuk ke tengah arena untuk memulai pertandingan tersebut.
“Baiklah… Bersiap… Maulai…” Ucap sang wasit, memulai pertandingannya.
Dengan sigap, anggota tim Asimir bernama Rys yang merupakan ras Goblinman langsung meluncur dengan kecepatan tinggi, mendekati Ascelin, anggota tim Machora Tira, kemudian langsung mengibaskan cakarnya yang tajam pada Vampireman tersebut.
Dalam sepersekian detik, Ascelin tersenyum merespon serangan dari Goblinman perempuan itu, dan seketika menghilang, muncul tepat dibelakangnya.
“Ukh…” Rys dalam sekejap terhempas ketika menerima serangan proyeksi elemen api berwarna biru dari Ascelin.
Belum puas dengan serangannya, Ascelin menggunakan kemampuan perpindahan ruang miliknya, muncul tepat di atas Goblinman perempuan yang sedang tersungkur.
Ascelin dengan cepat menarik sebuah pedang yang digantung pada pinggangnya, lalu mengayunkannya ke arah Rys bersamaan dengan sebuah pancaran kobaran api biru pada pedang tersebut.
Dengan mengandalkan refleksnya, Goblinman perempuan itu dengan cepat menghindar memutar tubuhnya. Rys berdiri kemudian mengakses kekuatannya, hingga memancarkan serangan kobaran pada kedua tangannya.
Pancaran kobaran api tersebut lantas diluncurkan oleh Rys, yang langsung dibalas oleh Ascelin dengan melancarkan serangan proyeksi elemen api berwarna biru.
**
Sementara itu, anggota tim Cielas bernama Govorus mengakses kekuatannya, melancarkan serangan proyeksi energi pada anggota tim Neodela yang merupakan salah satu ras Fairyman.
Fairyman perempuan bernama Eldriata tersebut langsung mengakses kekuatannya, memunculkan sebuah dinding tanah yang naik dari permukaan untuk menahan serangan yang dilancarkan oleh Govorus.
Ketika dinding tanah tersebut hancur diterjang pancaran serangan energi dari Govorus, Eldriata dengan sigap memunculkan sepasang sayap miliknya, dan terbang ke udara.
Di udara, Eldriata mengakses kekuatannya, menciptakan serangan proyeksi elemen air bertekanan tinggi, meluncur ke arah Govorus, hingga membuat pria tersebut melancarkan serangan proyeksi energi untuk menahannya.
“Ukh…” Karena serangan elemen air dari Eldriata nampak lebih unggul, Govorus dalam sekejap langsung terhempas hingga menabrak dinding arena.
“Boleh juga kau…” Ucap Govorus, membersihkan pakaiannya yang kotor akibat terhempas menabrak dinding arena.
Pria itu dengan sekejap berkonsentrasi meningkatkan kekuatannya, hingga proyeksi energi yang besar memancar dari tubuhnya.
**
Eldriata yang sedang melayang di udara menggunakan sayapnya, kembali memproyeksikan serangan elemen air bertekanan tinggi ke arah Govorus.
Akan tetapi, keadaannya berbeda dari sebelumnya, dimana memproyeksikan pancaran energi dari tubuhnya menjadi layaknya sebuah perisai proyeksi yang kokoh, hingga serangan tekanan tinggi elemen air yang dilancarkan oleh Fairyman perempuan itu tidak bisa menembus pertahanan Venerate dari negeri Cielas tersebut.
“Akh…” Govorus kemudian meluncurkan proyeksi energinya dengan kecepatan tinggi, hingga diterima oleh Eldriata.
Akibat kehilangan keseimbangan, Fairyman perempuan yang sedang melayang di udara tersebut seketika jatuh meluncur ke bawah.
**
Melihat hal tersebut, dengan sigap Govorus langsung mengambil kesempatan untuk melancarkan serangan yang besar. Pria itu berkonsentrasi mengumpulkan pancaran energi yang memancar dari tubuhnya menuju bagian atas. Lama kelamaan, proyeksi energi yang dikumpulkan oleh anggota tim Cielas menjadi bola energi berukuran cukup besar sambil memancarkan tekanan kekuatan secara bersamaan.
**
“Tuan Achilles… Tolong urus ini…”
Achilles pun berdiri dari tempat duduknya, sedikit maju ke depan kemudian mengakses kekuatan sihir miliknya.
“Abwehrzauber… Holy eldritch barrier…” Dalam sekejap, sebuah penghalang proyeksi energi langsung melapisi bagian pinggi dari tengah arena, tempat pertarungan para peserta turnamen agar serangan yang hendak dilancarkan mereka kemudian tidak akan berdampak pada orang-orang yang berada di tribun.
**
Kembali pda pertarungan, dimana bola energi yang diciptakan oleh Govorus sontak diluncurkannya mengarah pada Eldriata yang sementara jatuh meluncur ke permukaan.
Ketika berada satu titik di hadapan Eldriata, tiba-tiba bola energi tersebut menciptakan ledakan yang besar, hingga hempasan angin, tekanan kekuatan, serta proyeksi energi secara bersamaan.
**
Ascelin serta Rys yang sedang bertarung harus terganggu oleh hal tersebut, hingga membuat mereka mengakses kekuatan mereka menciptakan sebuah perlindungan menggunakan proyeksi elemen api.
**
Sementara Govorus menggunakan pancaran proyeksi energi yang memancar dari tubuhnya untuk pertahanan dari efek serangan yang baru saja diluncurkannya.
**
Setelah efek ledakan dari serangan tersebut lenyap, Govorus tiba-tiba memasang ekspresi terkejut melihat Eldriata nampak baik-baik saja setelah menerima serangannya.
“Bagaimana bisa?” Ucap Govorus dengan ekspresi terkejut, bertanya-tanya mengapa Fairyman perempuan itu masih baik-baik saja setelah menerima serangan darinya.
Tidak mau terlalu lama berpikir dalam kebingungan, pria Cielas itu pun langsung melancarkan serangan proyeksi energi berskala besar ke arah Eldriata yang tengah melayang di udara.
Akan tatepi, Govorus dibut lebih terkejut lagi ketika serangan yang dilancarkannya tidak bisa mengenai Eldriata sama sekali, dimana layaknya Fairyman perempuan itu sedang dilindungi oleh sebuah tekanan kekuatan yang besar berada di sekitarnya.
Belum menyerah setelah serangan yang dilancarkannya nampak percuma, Govorus pun meluncur ke arah atas menggunakan pancaran energi dari kedua tangannya, menuju ke arah Eldriata untuk menyerang dari jarak dekat.
“Uakh…” Baru saja melancarkan serangan proyeksi pada Eldrita, tiba-tiba Fairyman perempuan itu mengibaskan salah satu tangannya, yang tiba-tiba membuat Govorus langsung terhempas akibat sebuah tekanan energi yang kuat menerjangnya.
Pria Cielas itu pun dengan keras menabrak penghlang proyeksi milik Achilles, kemudian jatuh meluncur ke permukaan.
**
“Bagaimana dia melakukannya? Apa dia memiliki kemampuan telekinesis?” Ucap Haniwa, bertanya-tanya melihat kemampuan yang diperlihatkan oleh Fairyman perempuan tersebut.
“Tentu saja… Ras Fairyman yang memiliki kemampuan memanipulasi serta mengendalikan pikiran juga memiliki hal semacam itu… Walaupun umumnya kita juga bisa melakukan hal itu, namun mereka nampak lebih unggul karena disaat bersamaan mampu melakukan hal yang lain,” ucap Aphrodia, menjelaskannya kepada Haniwa dan rekannya yang lain.
**
Eldriata kemudian mengangkat salah satu tangannya ke arah Ascelin dan Rys yang berada dibawah, hingga membuat kedua peserta ras keturunan campuran itu tiba-tiba merasakan sebuah kekangan.
**
“Sial…” Umpat Ascelin, merasakan sebuah kekangan, dimana tubuhnya nampak merasakan bahwa kini sedang berada di dalam kendali Fairyman perempuan itu.
Benar saja yang terjadi, Ascelin tiba-tiba dengan sendiri meluncur mendekati Govorus bersamaan dengan Rys kemudian menyerang peserta dari tim Cielas tersebut secara bergantian, walaupun kesadaran mereka masih tetap bertahan dan tidak memiliki niat untuk menyerang peserta tim Cielas tersebut untuk saat ini.
Ascelin mengayunkan pedangnya berulang kali, digantikan oleh Rys yang sontak mengibaskan cakar tajamnya, membuat Govorus harus berusaha keras untuk menghindari setiap serangan dari kedua lawannya tersebut.