The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 46 - Ruangan misterius



Hari itu juga Astrapi akhirnya mau berbicara tentang orang yang telah membuat dirinya sendiri seperi itu.


Dari penjelasan Astrapi mengatakan bahwa dia terkejut melihat Aiver Portner tiba-tiba datang menemuinya. Astrapi mencoba melawan Aiver ketika pria itu ingin macam-macam, namun Aiver tiba-tiba memasang sebuah ledakan jebakan hingga Astrapi terkapar lemah.


Astrapi yang tidak bisa berbuat apa-apa lagi, hanya bisa pasrah ketika pria itu menodai dirinya.


“Aiver Portner…” Ucap Hefaistos, merasa lebih geram lagi mendengar penjelasan dari putrinya, Astrapi.


Tanpa pikir panjang Hefaistos pergi berjalan keluar dari ruangan dimana tempat Astrapi berbaring.


***


Setelah berada di luar bangunan, Hefaistos dalam sekejap terbang ke langit dengan kecepatan penuh hendak menuju ke daerah New Hammershine tempat pria bernama Aiver itu tinggal.


“Ayah…!” Tak berapa lama Kral menyusul Hefaistos keluar, namun ayahnya sudah terlanjur pergi.


Tanpa pikir panjang juga, pemuda itu pun terbang menyusul Hefaistos menuju ke daerah New Hammershine.


***


Kurang dari satu berlalu, Hefaistos akhirnya sampai di daerah New Hammershine dan mendarat di kediaman clan Portner.


“Aiver Portner…!” Teriak Hefaistos, memanggil Aiver dengan ekspresi kesal.


Mendengar teriakannya, beberapa prajurit clan Portner yang sedang berjaga sontak berkumpul dan bersiap menyerang, namun saat mereka menyadari bahwa orang yang datang tersebut adalah Hefaistos, yang merupakan presiden penyihir negeri Lightio, para prajurit itu pun lantas mengurungkan niat mereka untuk menyerang.


“Ada apa tuan presiden?” Tanya salah satu prajurit.


“Dimana Aiver Portner? Aku ingin menemuinya sekarang,” tanya balik Hefaistos, ingin para prajurit itu segera mempertemukannya dengan Aiver.


“Tuan Hefaistos, ada apa ini?” Di saat bersamaan ketua clan Portner, yang merupakan ibu dari Aiver, datang menghampiri Hefaistos.


“Nyonya Rayvery, pas sekali kita bertemu, aku ingin mengatakan tentang sesuatu yang Aiver Portner lakukan kepada putriku,” ucap Hefaistos.


“Apa yang Aiver lakukan terhadap putrii anda tuan Hefaistos?” Tanya wanita bernama Rayvery itu, sedikit terkejut mendengar pernyataan dari Hefaistos.


“Tapi, kita dibicarakan ini di dalam saja karena mengingat status anda sebagai pemimpin negeri Lightio, tidak mungkin kami membiarkan anda menjelaskannya di luar seperti ini,” lanjut Rayvery berkata, menyarankan bahwa pembicaraan mereka itu dilakukan di dalam.


“Baiklah… Terserah yang pasti aku tidak mau membiarkan hal ini terlalu lama,” balas Hefaistos, menyetujui saran Rayvery karena menurutnya lebih berbicara secara baik-baik daripada harus dengan emosi.


***


Beberapa saat kemudian, Kral yang sebelumnya menyusul Hefaistos akhirnya sampai di kota Erestmanch, daerah New Hammershine juga.


Karena baru kali pertama datang ke tempat itu, pemuda tersebut tidak mengetahui letak dimana kediaman clan Portner berada.


Dia pun mendarat secara sembarang di kota itu sambil hendak mencari tahu lokasi kediaman dari clan Portner.


“Aiver Portner…” Tiba-tiba saat Kral baru saja mendarat, pemuda itu melihat Aiver sedang berjalan entah menuju kemana.


Tanpa diketahui oleh Aiver sendiri, Kral membuntuti dari belakang kemana pria itu akan pergi.


Cukup Kral mengikuti Aiver menelusuri lorong-lorong kota yang panjang, berbelok ke lorong yang lebih kecil hingga akhirnya pria itu sampai di sebuah bangunan tua yang terletak di pinggiran kota itu.


Aiver memasuki bangunan tua itu tanpa diiketahui olehnya bahwa Kral terus mengikutinya dari belakang.


Kral berhenti dan mengintip dari balik tembok ketika Aiver tiba-tiba berhenti di depan sebuah pintu berornamenkan ukuran batu yang berada di dalam bangunan tua tersebut.


Pria itu satu per satu memunculkan sebuah permata berkilau di tangannya, lalu memasangnya pada pintu tersebut.


Sontak setelah semua pertama terpasang, tiba-tiba pintu yang cukup besar perlahan-lahan membuka dengan sendirinya.


Aiver masuk ke dalam ruangan yang sangat gelap di balik ruangan tersebut dengan menggunakan penerangan dari kekuatan proyeksi energi sihirnya.


Tak berapa lama setelah Aiver masuk ke dalam, Kral pun menyusul. Pemuda itu berhenti sejenak untuk mengaktifkan kekuatan agar kedua matanya dapat melihat dari balik kegelapan.


Perlahan-lahan Kral pun menuruni tangga tersebut, dan setelah tak berapa lama kemudian dia melihat sebuah cahaya.


Dengan cepat Kral berlari lalu masuk ke dalam ruangan bercahaya itu.


Dengan terkejutnya Kral saat melihat seisi ruangan tersebut merupakan ruangan yang digunakan sebagai tempat ritual, serta dipenuhi oleh tumpukan buku-buku kuno yang tidak pernah dilihatnya ketika berada di akademi sihir.


“Kral Silkbar… Bagaimana kau bisa ada disini?” Ucap Aiver, terkejut melihat pemuda itu.


“Apa-apaan tempat ini?” Tanya Kral dengan menunjukan ekspresi serius kepada Aiver serta langsung menarik kerah pria itu.


“Entahlah… Orang sepertimu lebih baik tidak usah mengetahui tempat macam apa ini,” balas Aiver, enggan menjawab pertanyaan Kral tentang ruangan tersebut.


Tiba-tiba Aiver kembali menunjukan tirknya dengan memunculkan sebuah diagram sihir tepat berada di bawah Kral.


Dengan sigap, Aiver melepas cengkraman tangan Kral, lalu dengan cepat melompat ke belakang.


“Incantesimo segreto… Coup de explosion…” Aiver mengucapkan sebuah mantra, yang langsung membuat diagram dibawah kaki Kral menciptakan ledakan.


“Apa?” Aiver seketika terkejut ketika efek ledakan tersebut lenyap, orang yang dijebaknya telah menghilang.


“Maaf tuan tapi trik murahanmu itu tidak akan berguna terhadapku.” Tiba-tiba Kral kini telah berada tepat di belakang pria itu.


“Akh…!” Dengan cepat Kral langsung menyerang Aiver menggunakan proyeksi energi sihirnya hingga pria itu pun terhempas.


Merasa sulit untuk melawan pemuda itu, Aiver dengan sigap memunculkan sebuah sayap proyeksi energi sihirnya lalu terbang keluar dari ruangan tersebut.


***


Ketika Aiver keluar dari balik pintu yang sebelumnya dibuka olehnya, tiba-tiba Kral dalam sepersekian detik mampu mengejarnya, dan kini berada tepat di atas pria tersebut.


“Incantesimo segreto… Coup de poignard…”


“Uakh…!” Kral dengan lincah langsung melancarkan serangan proyeksi energi yang cukup fatal pada Aiver, sampai membuatnya terkapar lemah.


***


“Eh…” Di sisi lain, Hefaistos yang berada di dalam kediaman clan Portner merasakan tekanan kekuatan dari serangan yang sebelumnya dilancarkan oleh Kral.


“Ada apa tuan Hefaistos?” Hefaistos yang sementara duduk seketika berdiri hingga membuat Rayvery bertanya kepadanya.


“Aku merasakan tekanan kekuatan tidak jauh di tempat ini,” jawab Hefaistos.


***


“Katakan padaku, apa sebenarnya ruangan itu?” Kembali pada Kral yang sedang mencoba mengintrogasi Aiver tentang ruangan sebelumnya.


“Tertutuplah…”


Akan tetapi Aiver tidak mau menjawab. Dalam keadaan dicengkram oleh Kral, pria itu menyempatkan diri mengendalikan pintu yang bukanya untuk kembali tertutup.


Setelah pintun tersebut tertutup, beberapa permata yang dipasangkan Aiver sebelumnya tiba-tiba menghilang.


“Ukh…” Merasa kesal dengan Aiver enggan menjawab, Kral pun lagsung melayangkan pukulannya yang telah dilapisi proyeksi energi ke wajah pria itu.


“Baiklah, akan kupaksa kau untuk menjawab.” Kral berdiri lalu memunculkan sebuah pedang yang sebuah senjata suci yang dimilikinya.


Dalam sekejap pedang yang dipegang oleh Kral menyala ketika pemuda itu mengangkatnya.


“Tunggu… Aku akan mengatakannya,” Ucap Aiver, akan memberitahukan kebenaran dari ruangan tersebut karena terasa terancam karena dirinya juga sudah tidak bisa melawan.


“Kral, hentikan… Apa yang kau lakukan?” Akan tetapi, saat Aiver akan memberitahukannya kepada Kral, tiba-tiba Hefaistos muncul bersama dengan Rayvery.