The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 128 - Semua murid akademi sihir berkumpul



“Tapi, apa mungkin para Venerate Mormist sudah tidak memperdulikan Ogreman itu lagi? Beberapa tahun ini, setelah kita berhasil menangkapnya, tidak pergerakan dari para Venerate itu untuk berusaha membebaskannya,” Tanya Artemis.


“Itu tidak mungkin… Aku yakin mereka selama ini telah membuat rencana untuk berusaha membebaskan Ogreman itu. Hanya saja… Hal itu mungkin sulit karena aku yakin mereka tidak akan bisa masuk dengan mudah ke negeri kita tanpa ketahuan, kecuali mendapatkan bantuan sepeti para ras Vampireman sebelumnya, yang dibantu oleh Vertorn,” jawab Hefaistos, menjelaskan hal tersebut kepada Artemis.


Di setiap negeri yang berada di Lamue, hampir semuanya memiliki sebuah sistem keamanan mereka sendiri, dimana untuk negeri Lightio sendiri, para Venerate mereka baik itu sebagian besar para Venerate tingkat atas bekerja memasang sebuah penghalang proyeksi yang mampu membuat para Venerate yang berasal dari negeri luar sulit untuk memasuki negeri tersebut.


Hanya Venerate Lightio-lah yang mampu untuk keluar masuk di negeri mereka sendiri dengan menggunakan teknik sihir penembus. Sekalipun para Venerate yang berasal dari luar Lightio berusaha dengan paksa menggunakan kekuatan mereka untuk menerobos masuk ke wilayah negeri tersebut yang terhalang oleh sebuah penghalang proyeksi, maka keberadaan titik mereka masuk akan langsung diketahui oleh para Venerate Lightio, terlebih khusus untuk para World Venerate mereka, yang tidak lain adalah Hefaistos maupun Artemis.


Walaupun memiliki penghalang proyeksi yang melapisi seluruh batas wilayah Lightio, namun pada bagian wilayah pedalaman utaranya, yang sebelumnya merupakan tempat tinggal dari Zchaira, Megathirio serta Artemis, bisa dengan mudah ditembus oleh para Venerate dari Lightio karena tingkat ketahanan bagian penghalang proyeksi yang berbatasan dengan negeri Fuegonia yang berada di wilayah utara tersebut sering dilewati oleh naga merak Shydhie, yang pada dasarnya mendiami daerah Hawkingson Regon, Lightio dan daerah Camburstile, Fuegonia.


Akan tetapi, para Venerate Lightio tidak terlalu mementingkan hal tersebut karena kemungkinan takut untuk mengusik makhluk suci tersebut, lagipula hubungan baik dari negeri Lightio dan negeri Fuegonia masih terjalin setelah renggang saat kedatangan salah satu World Venerate mereka ke akademi sihir sebelumnya.


–Desember 3024–


Setelah menjalankan misi ke daerah Xetas, Zchaira dan para murid lainnya kembali ke akademi sihir, dan kembali menjalankan keseharian mereka lagi sebagai murid-murid akademi sihir pada umumnya. Zchaira yang sebelumnya sudah mampu untuk menggunakan kekuatan dari seruling senjata suci yang diberikan oleh ibunya Artemis mencoba untuk melatih untuk mengendalikan kekuatan dari senjata suci tersebut hingga mampu dengan baik menguasainya. Tidak hanya berlatih menggunakan senjata suci saja, gadis itu pun berusaha keras untuk melatih mengendalikan kekuatan makhluk suci yang berada di pada dirinya.


Walaupun telah mampu berkonsentrasi untuk mengaktifkan kekuatan kesuburan abadi dari naga merak Shydhie, efek samping diterimanya, yang membuat gadis itu tidak bisa menggerakan tubuhnya tidak bisa hilang. Hal itu dikarenakan saat pengaktifan kekuatan tersebut, energi atau Mana pada tubuhnya selalu terkuras habis.


–1 Januari 3025–


Tahun pun berganti, dimana pada tahun tersebut, Zchaira akan segera menginjak usia yang ketujuh belas tahun, dimana pada tersebut merupakan tahun kedua dari Zchaira menjadi salah satu dari murid akademi sihir negeri Lightio itu.


Pada hari pertama di tahun itu, tampak Zchaira berjalan bersama dengan dua temannya Wenra dan Dorolia untuk berkumpul bersama dengan ribuan murid-murid akademi sihir dari berbagai tingkatan kelas di sebuah aula yang sangat luas.


Bukan merupakan sebuah kebetulan mengapa semua murid-murid akademi sihir berada di tempat itu untuk berkumpul, karena yang sebenarnya setiap awal bulan semua murid-murid akademi sihir akan berkumpul di tempat itu untuk mengetes tekanan kekuatan mereka untuk menentukan mereka berada pada tingkatan yang mana.


“Hai para gadis…” Tiba-tiba saat memasuki aula tersebut, Haniwa datang menghampiri Zchaira, Wenra dan Dorolia, serta langsung menyapa mereka.


“Hei bocah… Setelah kuperhatikan lagi, sepertinya tinggimu telah bertambah,” ucap Zchaira, langsung membahas mengenai tinggi badan Haniwa, yang nampak telah bertambah karena kini tidak perlu menatap ke bawah untuk menatap anak laki-laki itu.


“Benarkah… Kalau begitu, apakah kita kini sudah terlihat cocok?” Haniwa pun langsung memegang tangan Zchaira kemudian sedikit menggoda gadis itu.


“Eh…” Anak laki-laki itu lantas terkejut ketika melihat Kral, Illios serta Astrapi berada di belakangnya.


“Kral, Illios dan Astrapi Silkbar… Tiga murid akademi terkuat,” ucap Haniwa, tidak percaya bisa melihat mereka bertiga, bahkan sampai datang menghampirinya.


Selain, anak laki-laki tersebut, semua murid-murid akademi yang berada di sekitar mereka nampak terkejut melihat ketiga orang tersebut, yang sangat diketahui mereka merupakan para murid akademi sihir yang berada di kelas Continent Venerate.


“Apakah mungkin kau hanya mencoba menggoda adikku ini nak?” Tanya Illios sambil memasang ekspresi tersenyum, namun sebenarnya merasa kesal melihat anak laki-laki itu memegang tangan Zchaira.


“Adik… Benar juga, kakak Zchaira berasal dari clan Hairowl… Sedangkan mereka adalah clan Silkbar… Sudah jelas mereka adalah anak-anak presiden penyihir dan wakil presiden penyihir, namun menggunakan nama yang berbeda,” gumam Haniwa.


“Ternyata kau sudah mengetahui banyak… Tapi disamping itu… Mau sampai kapan kau memegang tangan adikku itu,” ucap Illios, tetap mempertahankan ekspresinya, namun tetap merasa kesal karena melihat anak laki-laki itu terus menahan tangan Zchaira.


“Eh… Maaf jika aku kurang sopan tuan-tuan dan nona… Kalau begitu, aku pamit dulu.”Tanpa pikir panjang, Haniwa pun langsung melepaskan tangan Zchaira ketika mendengar ucapan dari Illios. Anak laki-laki itu dengan cepat pergi meninggalkan mereka karena takut berurusan dengan ketiga murid Continent Venerate tersebut.


“Kenapa kalian bertiga ada di tempat ini?” Tanya Zchaira, penasaran.


“Memangnya tidak boleh… Kami kan masih menjadi murid akademi sihir ini…” Jawab Illios.


“Lagipula, karena ini adalah awal tahun, para Continent Venerate seperti kami diwajibkan untuk datang saat penentuan tingkatan kekuatan,” lanjut Illios, menjelaskan kepada Zchaira.


“Aku yakin kali ini aku pasti sudah menjadi World Venerate kali ini… Setelah menjadi salah satu yang setarah dengan dua pemimpin negeri Lightio, maka aku pasti akan menjadi kandidat presiden penyihir yang selanjutnya…”


“Darimana rasa kepercayaan dirimu itu bodoh?” Mendengar pernyataan dari Illios, Astrapi pun langsung memotong ucapan kakaknya tersebut karena merasa bahwa hal tersebut tidak mungkin bisa dicapai.


“Yang seharusnya percaya diri itu adalah aku… Karena aku yakin bahwa aku kini telah menjadi World Venerate.” Akan tetapi, ternyata perempuan itu juga nampak percaya diri sama seperti Illios.


“Ternyata kalian sama-sama percaya diri sekali yah…” Respon Zchaira terhadap pernyataan dari kedua kakaknya tersebut.