The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 191 - Belum mengalami kekalahan



Setelah semua peserta telah bersiap, wasit yang akan memulai pertandingan tersebut datang memasuki tengah arena.


“Baiklah… Bersiap mulai…” Ucap sang wasit, memulaikan pertandingan tersebut.


Dengan sigap Flogaz serta peserta Fuegonia bernama Elford saling bertarung, sedangkan Faunman bernama Darulm bertarung bersama dengan Zuora, peserta dari tim Cielas.


**


Peserta dari tim Fuegonia yang bernama Elford langsung melancarkan serangan tebasan proyeksi energi berwarna merah ke arah Flogaz dengan mengayunkan kedua belatinya.


Melihat serangan tersebut dengan sigap, Flogaz langsung melompat untuk menghindarinya. Dengan sigap, saat mendarat ke permukaan, Flogaz pun langsung meluncur ke arah Elford untuk menyerang petarung dari tim Fuegonia tersebut.


“Uwaah…” Namun, dengan cepat Elford pun mengibaskan salah satu belatinya, melancarkan serangan tebasan proyeksi, yang hampir saja diterima oleh Flogaz jika pemuda itu tidak sempat menghindarinya.


Tidak mau menyerah Flogaz berusaha mendekati Elford dengan mengandalakan kelincahannya, akan tetapi hal tersebut memanglah sulit, dimana Elford terus saja serangan tebasan proyeksi dalam jeda yang sangat cepat, yang harus membuat Flogaz menghindarinya.


Pemuda itu melompat ke belakang untuk menjaga jarak dengan petarung Fuegonia tersebut sambil berdiam untuk mengumpulkan kembali tenaganya.


Flogaz pun kembali meluncur ke arah Elford, yang sontak membuat pria Fuegonia itu langsung mengambil kuda-kuda untuk melancarkan serangannya kembali.


Saat Elford meluncurkan serangan tebasan proyeksi energi berwarna merah secara berturut-turut, Flogaz dengan sigap langsung mengakses kekuatan sihirnya.


“Difesa sillabare… Holy eldritch shield…” Pemuda itu pun menciptkan sebuah perisai proyeksi untuk menahan serangan tebasan proyeksi energi beruntun dari Elford.


Flogaz kemudian mendorong perisai proyeksinya hingga meluncur ke arah Elford, yang dengan sigap langsung dihindari oleh pria Fuegonia itu dengan melompat ke atas.


Kesempatan tersebut lantas dimanfaatkan oleh Flogaz dengan langsung meluncur mendekati Elford sambil mengakses kekuatan dari tombak senjata suci miliknya.


Elford pun dengan sigap langsung mengayunkan kedua belatinya, melancarkan serangan tebasan proyeksi energi sekali lagi, ketika melihat sebuah serangan proyeksi elemen api berwarna hitam meluncur ke arahnya.


“Apa?” Akan tetapi, dalam sepersekian detik Elford pun dibuat terkejut ketika serangan proyeksi elemen api hitam dari Flogaz mampu menyerap serangan yang dilancarkan olehnya.


“Uakh…” Akibat hal tersebut, Elford pun langsung menerima serangan dari Flogaz, sampai membuatnya terhempas kemudian terkapar di tanah.


**


“Apa-apaan itu?” Ucap Neyndra, nampak terkejut melihat serangan dari pemuda tersebut mampu menyerap serangan dari rekannya.


“Sepertinya pria itu adalah lawan yang sulit bagi kakak Elford,” ucap anggota tim Fuegonia bernama Rourke, merasa bahwa rekannya tersebut akan kesulitan melawan Flogaz dengan kemampuan yang dimiliki oleh senjata suci milik pemuda tersebut.


**


Kembali pada pertandingan, dimana Elford kembali berdiri kemudian megakses kekuatannya sendiri untuk menciptakan kobaran api pada kedua belatinya.


Setelah hal tersebut dilakukannya, Elford kemudian meluncur ke arah Flogaz untuk berusaha menyerangnya dengan serangan tebasan proyeksi elemen api.


Akan tetapi, serangan tebasan yang dilancarkan oleh pria Fuegonia itu tetap saja mampu diserap hingga lenyap oleh serangan proyeksi elemen api hitam milik Flogaz.


Melihat serangan elemen api hitam itu meluncur ke arahnya, Elford pun dengan sigap bergerak ke samping menghindarinya sambil mengantisipasi pergerakan Flogaz yang kemungkinan akan segera mengincarnya dalam keadaan seperti itu.


Namun, Elford sedikit terkejut karena pemuda yang berhadapan dengan tampak tidak melakukan hal tersebut dan masih sementara berdiam di depannya.


Dalam sekejap, Elford yang berada di depan Flogaz sontak menghilang, membuat pemuda tersebut langsung terkejut dan memperhatikan keadaan di sekitar.


Tiba-tiba Elford dengan kecepatan tinggi meluncur ke arah Flogaz sambil melancarkan serangan tebasan, namun masih sempat dengan refleks ditangkis oleh pemuda itu.


Ketika Elford kembali menghilang dari pandangannya, Flogaz dengan sigap mengaktifkan sihir observasi untuk mencoba melihat pergerakan pria Fuegonia yang sangat cepat tersebut.


“Ukh…” Akan tetapi, karena pergerakan Elford yang memang sulit untuk dilihat, membuat Flogaz seketika terhempas ketika pria Fuegonia itu datang mendekatinya, dan langsung melancarkan serangan tebasan.


Dalam keadaan genting, Flogaz pun mencoba mencari akal mengungguli kecepatan dari petarung Fuegonia tersebut sambil melihat keadaan disekitarnya.


Ketika melihat pertarungan dari kedua peserta lain yang juga tampak saling bersaing dengan kecepatan yang tinggi, Flogaz lantas menyadari bahwa dirinya merupakan peserta dengan kemampuan pergerakan yang paling lambat diantara mereka semua.


Akan tetapi, disamping menyadari hal tersebut, Flogaz mendapatkan sebuah ide untuk dapat mengalahkan ketiga petarung tersebut secara bersamaan.


Flogaz pun kemudian berusaha memfokuskan diri kembali pada Elford yang tengah berhadapan dengannya, dimana secara pemuda tersebut secara untungan-untungan harus memperkirakan titik kemunculan dari pria Fuegonia itu.


Disaat Elford muncul di belakang Flogaz, pemuda itu lantas terkejut baru saja menyadari kemunculan pria itu, dimana dirinya nampak masih belum siap untuk menangani serangan yang akan dilancarkan oleh petarung dari tim Fuegonia tersebut.


“Akh…” Elford pun langsung melancarkan serangan tebasan proyeksi elemen api hingga membuat Flogaz terhempas ke dinding arena, walau sempat menahannya menggunakan tombak senjata suci miliknya.


Akibat hal tersebut, Flogaz pun tersandar pada dinding arena hingga kemudian tak sadarkan diri, membuat dirinya menjadi peserta pertama yang tumbang dalam pertandingan tersebut.


Sementara Elford, lawan dari Flogaz nampak terkejut karena tidak menyangka bahwa serangannya, yang sebenarnya tidak mengerahkan energi besar mampu membuat pemuda itu seketika mengalami kekalahan.


**


Melihat kekalahan Flogaz, para murid akademi sihir pun lantas sedikit merasa kecewa, namun mereka juga tidak menyalahkan rekan mereka tersebut yang memang sudah berusaha untuk mencoba melakukan perlawanan.


**


“Apa-apaan pria itu? Ternyata daya tahannya sangat lemah…” Ucap Neyndra, tidak menyangka bahwa Flogaz bisa kalah dengan serangan Elford yang diketahuinya tidak terlalu kuat.


**


Tidak mau terlalu lama terkejut dengan kekalahan Flogaz yang sangat cepat, perhatian Elford kemudian tertuju pada Zuora serta Darulm yang masih melakukan pertarungan.


Elford seketika meluncur ke arah dua peserta tersebut untuk mengganggu pertarungan mereka.


“Maaf… Kurasa pertarungan tiga arah akan lebih menarik…” Ucap Elford.


Tanpa pikir panjang, baik Zuora maupun Darulm sontak menerimanya dengan meluncur ke arah Elford, kemudian saling menyerang satu sama lain.


Karena kecepatan pergerakan mereka yang sangat tinggi, membuat semua penonton pun hanya mampu melihat benturan serangan-serangan yang dilancarkan oleh ketiga peserta tersebut.


**


Sementara itu Flogaz yang tersandar ke dinding arena dengan keadaan tidak sadar, tiba-tiba memperlihatkan ekspresi senyuman tipis, menandakan bahwa ternyata pemuda itu masih belum mengalami kekalahan, dan sementara membuat sebuah rencana untuk kembali bangkit lagi melawan para lawannya.