
Eliadryn dan para murid Land Venerate lain kembali meluncur ke arah Vahal untuk menyerangnya lagi, namun walaupun sudah berusaha keras, mereka semua tampak tidak bisa menandingi kemampuan dari Venerate dari negeri Pavonas tersebut. Bekali-kali Eliadryn, Pedrobal, Charlett serta Auphia melancarkan serangan secara bergantian, tetapi tidak bisa menyentuh pria itu yang selalu saja menghindari serangan dari mereka.
“Tekhnika ekzortsista… Light of purge…”
“Akh…” Tiba-tiba Vahal pun melancarkan serangan pancaran proyeksi cahaya ke arah Elidaryn serta lain, membuat mereka terhempas ke jarak yang cukup jauh dan seketika tak sadarkan diri.
**
Melihat murid-murid Land Venerate seketika dikalahkan oleh pria Pavonas itu, para murid-murid akademi sihir yang lain pun nampak menjadi khawatir karena tidak ada lagi harapan bagi mereka untuk bisa melawan para Venerate Pavonas serta para Venerate pemberontak yang berada di tempat itu.
“Lebih baik kalian semua menyerah saja dan ikut dengan kami ke Pavonas,” ucap Vahal, meminta agar para murid-murid yang masih tersisa untuk ikut bersamanya, karena hal tersebut merupakan tujuan dari pria itu serta para Venerate Pavonas datang ke negeri tersebut.
Para murid-murid menolak hal tersebut dan lantas mengeluarkan senjata suci mereka masing-masing, selain Zchaira, Wenra dan Dorolia, kemudian mengacungkannya ke arah pria itu, walaupun mengetahui bahwa pria itu jauh lebih kuat dibandingkan dengan mereka.
Disaat keadaan terdesak, Zchaira tiba-tiba mengingat sebuah seruling yang merupakan senjata suci, yang pernah diberikan oleh ibunya Artemis sebelumnya. Ketika itu Zchaira yang akan mencoba meniup seruling tersebut sontak dihentikan oleh Artemis dan Hefaistos karena kemungkinan akan membahayakan semua orang yang pada saat itu sedang berada di dalam sebuah pesawat.
“Vocare sillabare…” Gadis itu kemudian megakses kekuatan sihir ruang miliknya untuk memunculkan seruling yang pada sebuah ruang spasial di dalam sebuah gelang yang dikenakan olehnya.
“Semuanya tutup telinga kalian…” Setelah seruling tersebut muncul pada tangannya, Zchaira kemudian menyuruh semua murid-murid untuk menutup telinga mereka.
Zchaira memainkan sebuah melodi yang indah dari seruling tersebut, dan tiba-tiba membuat Vahal bersama dua Venerate Pavonas, serta Perlex dan Winscarlo merasa terganggu mendengar suara tersebut.
Walaupun melodi yang dimainkan oleh gadis itu sangat indah untuk didengar, namun Vahal serta para Venerate yang tidak sempat menutup telinga mereka nampak sangat kesakitan. Mereka juga tidak bisa menggerakan kedua tangan mereka sendiri untuk menutup telinga mereka agar tidak mendengarkan suara yang dikeluarkan oleh seruling tersebut.
“Akh…!” Tiba-tiba Zchaira mengakses sebuah nada yang panjang dari seruling tersebut hingga menciptakan sebuah efek ledakan yang langsung diterima oleh Vahal, dua Venerate Pavonas serta Perlex dan Winscarlo.
Hal tersebut seketika membuat mereka semua langsung terhempas setelah menerima efek ledakan tersebut.
Vahal kembali berdiri dan dengan cepat meluncur mendekati Zchaira dan langsung mencikik gadis tersebut.
**
“Zchaira…!” Melihat hal tersebut, Megathirio pun dengan cepat bergerak untuk mencoba melepaskan cengkraman tangan pria itu dari leher adiknya.
Akan tetapi, Megathirio masih kalah cepat dengan pergerakan Vahal, pria itu seketika mengangkat salah satu tangannya ke arah Megathirio, hingga pemuda tersebut tidak bisa menggerakan tubuhnya.
Disaat yang bersamaan Rayvor pun langsung meluncur mendekati pria Pavonas itu untuk mencoba membantu Zchaira dan Megathirio.
Namun, karena memiliki kemampuan yang jauh lebih kuat, Vahal dengan mudah menangani Rayvor, walaupun masih tetap menahan Zchaira serta Megathirio. Rayvor pun hanya bisa berakhir diinjak oleh Vahal, hingga tidak mampu menggerakan tubuhnya juga karena menerima teknik aneh dari Venerate Pavonas itu.
**
Para murid-murid yang lain sontak ingin menolong Zchaira, Megathrio dan Rayvor, namun mereka seketika langsung ditahan oleh dua Venerate Pavonas yang lain.
Saat itu juga, Lucia pun menggunakan kemampuan perpindahan ruang miliknya, muncul tepat di atas pria Pavonas itu sambil mengayunkan pedang senjata sucinya, yang memancarkan proyeksi elemen api berwarna emas.
Tidak mengira kemunculan serta serangan dari Vampireman perempuan itu, Vahal pun dengan refleks menghindari, hingga membuat cengkramannya pada Zchaira, serta Megathirio dan Rayvor pun langsung terlepas.
Kesempatan tersebut langsung dimanfaatkan oleh Megathirio, Rayvor serta Lucia untuk menyerang Venerate Pavonas itu.
“Tekhnika ekzortsista… Soul energy pressure…” Dengan cepat Vahal langsung memancarkan tekanan kekuatannya, hingga membuat Megathirio, Rayvor dan Lucia, yang hendak menyerang pria itu, bahkan Zchaira yang berada di dekat mereka, seketika terhempas.
Melihat hal tersebut, Vahal pun perlahan berjalan mendekati gadis tersebut, kemudian mencekik lehernya kembali dengan kuat.
**
Flogaz serta para murid-murid lain, yang melihat hal tersebut menjadi sangat khawatir, namun mereka tetap tidak bisa melakukan apa-apa karena sedang dihadang oleh dua Venerate Pavonas yang berada di depan mereka tersebut.
**
Vahal yang mencekik Zchaira, kemudian mengangkat salah satu tangannya ke atas, memunculkan sebuah pancaran proyeksi energi dari tangannya tersebut.
“Tekhnika ekzortsista… Soul binder seal…”
“Eh…” Saat pria Pavonas itu akan melancarkan sebuah serangan kepada Zchaira, tiba-tiba dia terkejut melihat gadis menghilang.
“Sebelah sini…”
Saat mendengar suara berbicara kepadanya, Vahal pun sontak menoleh. Dia pun lebih terkejut melihat seorang pria, yang tidak lain merupakan Illios berhasil menolong Zchaira.
“Hei… Beraninya kau menyerang adikku,” ucap Illios dengan ekspresi kesal pada pria Pavonas itu.
**
“Fiamma sillabare…”
“Akh…” Disaat bersamaan, tiba-tiba Astrapi datang dan langsung melancarkan serangan proyeksi elemen api ke arah dua Venerate Pavonas yang lain hingga terhempas ke jarak yang cukup jauh.
**
“Illios dan Astrapi Silkbar…”
Perlex dan Winscarlo pun nampak terkejut melihat kedatangan dari dua Continent Venerate yang menjadi bagian dari wilayah barat Lightio tersebut.
**
“Setidaknya aku percaya bahwa memang benar pemimpin dari pergerakan ini adalah Aiver, setelah melihat kalian berdua,” balas Astrapi pada dua Venerate pemberontak tersebut.
**
Sementara itu, Illios menurunkan Zchaira yang diangkatnya setelah berhasil mengambilnya dari pria Pavonas tersebut.
“Zchaira, tunggu disini… Biar kami yang mengurus mereka,” ucap Illios.
Pria itu kemudian meluncur mendekati Vahal, untuk berhadapan dengan Venerate dari negeri Pavonas tersebut.
**
Sedangkan saudara dari pria itu, Astrapi kini tampak melawan para Venerate pemberontak, yang tidak lain merupakan Perlex dan Winscarlo.
“Hei, Venerate Pavonas… Cepat bantu kami sekarang,” ucap Winscarlo, meminta bantuan dua Venerate Pavonas, karena mereka berdua tidak mampu untuk melawan Zchaira, yang merupakan Venerate yang berada satu tingkat di atas mereka.