The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 100 - Para Venerate pemberontak melarikan diri



“Tuan Anmaguel, apakah kau bisa membantu orang-orang kita yang sementara tersudut?” Ucap Aiver pada tetua akademi sihir tersebut.


“Jadi, aku telah dijadikan sebagai pelayan bagimu…” Balas Anmaguel, nampak menolak permintaan dari pria itu.


“Bukan seperti itu… Hanya saja, aku sedang mengamati beberapa kelompok kita yang berada di tempat lain… Hanya kau sekarang berada bersamaku…”


“Aku mohon, hanya dua orang saja yang kau bawah kemari, karena mereka merupakan Venerate yang penting… Lagipula mereka sepertinya sedang terpuruk melawan para murid akademi sihir,” ucap Aiver, menjelaskannya kepada tetua tersebut.


“Apa katamu? Para murid-murid akademi sihir…” Anmaguel pun tampak terkejut mendengar pernyataan dari pria itu yang membahas mengenai murid-murid akademi sihir.


“Baiklah… Katakan kemana aku harus pergi…” Lanjut Anmaguel sambil memakai kembali topengnya.


***


Berpindah ke kota dimana tempat pertarungan dari para murid-murid akademi sihir. Tampak Venerate bernama Grovenzo merasa heran melihat rekannya tersebut masih saja terus mengalami kejang-kejang akibat menerima serangan dari Toner sebelumnya.


“Apa yang terjadi sebenarnya?” Ucap Grovenzo, tampak bertanya-tanya melihat keadaan dari rekannya tersebut.


Disaat sedang memperhatikan serta merasa khawatir dengan Venerate tersebut, Grovenzo pun menjadi lengah dan tidak sadar bahwa Toner tiba-tiba meluncur mendekatinya sambil hendak melancarkan sebuah serangan yang sama seperti diterima oleh rekannya tersebut.


Ketika Grovenzo sadar, dia pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi akibat Toner kini sudah berada satu titik dihadapannya.


“Fiamma sillabare…”


Tiba-tiba seseorang misterius dengan menggunakan jubah dan topeng, yang tidak lain merupakan Anmaguel, muncul dan dengan sigap melancarkan serangan proyeksii elemen api hingga membuat Toner pun langsung terhempas.


“Ada apa dengannya?” Tanya Anmaguel kepada Venerate bernama Grovenzo mengenai keadaan dari rekannya tersebut.


“Apa kau adalah rekan dari tuan Aiver?” Tanya balik Grovenzo.


“Iya…” Jawab Anmaguel.


“Aku juga tidak paham apa yang terjadi dengannya… Dia seperti ini setelah menerima serangan dari pemuda itu.” Grovenzo pun menjawab seadanya kepada Anmaguel mengenai keadaan dari rekannya tersebut.


Setelah mendengar jawaban dari Grovenzo, Anmaguel pun memperhatikan Toner, yang tampak mengalami perubahan, dimana yang nampak mencolok merupakan jari-jari dari pemuda itu yang kini menumbuhkan sebuah kuku yang cukup panjang serta tajam.


“Apa dia juga menggunakan kekuatan pelepasan kedua?” Tanya Grovenzo penasaran.


“Kurasa tidak… Aku tidak merasakan tekanan kekuatannya sama sepertimu,” jawab Anmaguel, merasa tekanan kekuatan dari Toner masih berada di bawah dari Venerate bernama Grovenzo tersebut, yang telah mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua.


Tiba-tiba Toner meluncur ke arah Anmaguel sambil hendak mengibaskan cakar. Akan tetapi, Anmaguel dengan mudah menepis kibasan cakar dari pemuda itu sambil menahan erat kedua tangannya.


“Kau Toner Syndiotactic kan…” Ucap Anmaguel, nampak mengenali pemuda tersebut.


“Apa mungkin kau adalah salah satu dari…”


Mendengar hal tersebut akan diucapkan oleh Anmaguel, Toner dengan cepat melepaskan pegangan tetua itu kemudian mengibaskan cakarnya kembali.


Anmaguel pun dengan sigap menghindar sambil melancarkan sebuah pukulan yang telah dipisi oleh proyeksi energi sihirnya.


“Ukh…” Serangan tersebut lantas diterima oleh Toner hingga membuatnya menghantam permukaan dengan kerasnya.


“Fiamma sillabare… Howling flame…”


“Uakh…!” Belum puas melihat Toner terkapar, Tetua akademi sihir itu melanjutkan serangan dengan melancarkan sebuah proyeksi elemen api berskala besar hingga membuat Toner terhempas dan seketika tak sadarkan diri.


Melihat pemuda itu dikalahkan oleh misterius yang belum mereka ketahui merupakan Anmaguel, keempat murid Land Venerate tersebut dengan sigap meluncur sambil melancarkan serangan mereka masing-masing.


“Difesa sillabare… Holy eldritch shield…” Namun, serangan dari Eliadryn dan yang lain dengan mudah ditahan oleh Anmaguel menggunakan perisai proyeksi yang dalam sekejap diciptakan olehnya.


“Akh…” Serangan tersebut sontak langsung diterima oleh keempat murid Land Venerate itu, hingga membuat mereka terkapar dengan keadaan yang lemah.


“Siapa kau?” Tanya Eliadryn pada orang misterius, yang merupakan Anmaguel.


Namun, Anmaguel hanya diam, tidak menjawab pertanyaan dari pemuda itu.


“Tunggu…” Disaat Grovenzo hendak maju untuk mengakhiri keempat murid tersebut, Anmaguel dengan sigap langsung menahannya.


“Kenapa tuan?” Tanya Venerate pemberontak itu.


“Ayo kita pergi saja dari sini… Pikirkan dulu keadaan dari rekanmu… Pemimpin kalian menyuruhku datang kemari untuk membantu kalian melarikan diri,” jawab Anmaguel.


“Baiklah…” Grovenzo pun hanya bisa menuruti ucapan dari pria misterius yang belum diketahuinya tersebut, karena merasa bahwa keadaan dari rekannya tersebut merupakan hal yang lebih penting.


“Libera sillabare…” Anmaguel pun mengakses sihir ruangnya, membuat dirinya bersama dua Venerate pemberontak tersebut seketika menghilang dari tempat itu.


Walaupun kesal melihat para Venerate pemberontak itu melarikan diri, namun Eliadryn serta yang lain tidak bisa melakukan apa-apa karena mengetahui bahwa pria misterius yang datang membantu tersebut merupakan seorang Continent Venerate.


Mereka pun kemudian berdiri kembali pergi menghampiri Toner, untuk melihat keadaannya yang masih tidak sadarkan diri setelah dikalahkan oleh Anmaguel sebelumnya.


***


Di sisi lain, Anmaguel dan dua Venerate pemberontak tersebut muncul di tempat Aiver berada.


“Tuan Aiver… Tolong Olirvine,” ucap Grovenzo.


Aiver pun langsung berdiri dan datang menghampiri mereka untuk melihat keadaan dari Venerate bernama Olirvine tersebut.


“Bagaimana dia bisa mendapatkan luka cakaran dari hewan beracun.” Setelah memeriksanya, Aiver tiba-tiba terkejut mengetahui bahwa Venerate tersebut menjadi kejang-kejang akibat sedang keracunan.


“Racun katamu…” Ucap Anmaguel, nampak penasaran.


“Setahuku Venerate ataupun makhluk yang bisa melakukan hal ini hanyalah ras Lamiaman dari negeri Machora Tira,” ucap Aiver.


“Jadi kau juga sudah menduganya,” respon Anmaguel.


“Entahlah siapa orang yang melakukan ini, yang pasti aku harus segera menolongnya terlebih dahulu…” Tidak mau membuang waktu memikirkan tentang hal tersebut, Aiver pun lantas ingin fokus untuk menyembuhkan terlebih dahulu Venerate pemberontak yang sedang keracunan tersebut.


Pria itu pun megakses kekuatan sihir penyembuhannya untuk berusaha memulihkan keadaan dari Venerate bernama Olirvine tersebut.


***


Beberapa saat kemudian, kembali ke kota yang sebelumnya, dimana Toner tiba-tiba kembali tersadar dan langsung memperhatikan gelang yang dikenakannya.


“Uwah…!” Pemuda itu tiba-tiba terkejut ketika menyadari bahwa Charlett dan Auphia sedang memperhatikannya tersadar kembali.


“Apa-apaan ekspresimu itu? Apakah kau terkejut melihat perempuan secantikku ini?” Tanya Charlett.


“Heh, siapa juga yang peduli dengan itu?” Jawab Toner.


“Toner, kau sudah sadar…” Melihat pemuda itu telah sadar kembali, Eliadryn pun datang menghampirinya bersama dengan Pedrobal.


“Iya… Ngomong-ngomong, kenapa dua perempuan ini juga datang kemari?” Ucap Toner kemudian bertanya, karena baru menyadari bahwa kedua perempuan itu bisa datang ke tempat tersebut.


“Ceritanya panjang… Yang pasti mereka kemari karena mengikuti aku dan Eliadryn,” jawab Pedrobal.