The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 143 - Anggota keempat



Rayvor pun hanya bisa terdiam, tidak bisa mengatakan apa-apa, serta tidak punya pilihan selain mengikuti perkataan dari Flogaz.


“Kita masih membutuhkan dua anggota lagi hingga… Apakah kalian melihat Andras serta Shaevanjoe berada dimana?”


“Andras dan Shaevanjoe…” Ucap Flogaz.


“Iya, mereka berdua juga ingin ku rekrut masuk ke dalam tim… Sebenarnya saat menanyai Megathirio sebelumnya, dia mengatakan mengusulkan mereka berdua.”


“Mereka ada di…”


“Mereka sayang sekali sedang kembali ke daerah asal mereka karena suatu hal… Aku baru saja mengetahuinya hari ini.” Ketika Rayvor ingin mengatakan tentang Andras dan Shaevanjoe, Flogaz dengan cepat langsung memotong perkataan Rayvor dengan mengatakan bahwa kedua murid Regional Venerate itu sedang tidak berada di dalam akademi sihir.


Mendengar hal tersebut, Rayvor pun kembali terdiam, tidak bisa mengatakan apa-apa karena merasa curiga bahwa sebenarnya Flogaz memang tidak mau jika kedua murid tersebut bergabung ke dalam tim mereka.


“Sayang sekali… Tapi, setidaknya kalian berdua sudah bergabung ke dalam tim,” respon Aphrodia.


“Kalau begitu, bagaimana jika kita merekrut salah satu murid Regionl Venerate yang lain…” Ucap Flogaz.


“Siapa dia? Apakah kalian mengetahi seseorang yang cocok?” Tanya Aphrodia, penasaran.


“Dia adalah Lucia… Vam… Maksudku dari clan Dirkcourt daerah New Sylievania,” jawab Flogaz, hampir saja menngatakan bahwa Lucia merupakan salah satu dari ras Vampireman.


“Akan lebih baik jika perempuan di kita lebih dari satu,” lanjut Flogaz.


“Apakah kalian bisa menunjukan kepadaku murid Regional yang diusulkan itu?”


“Tentu saja kakak… Kakak Lucia kemungkinan masih sedang berlatih di dalam bangunan ini… Ayo kita temui dia,” ucap Flogaz, kemudian bersama dengan Rayvor langsung mengajak Aphrodia untuk bertemu dengan Lucia.


***


Beberapa saat kemudian, setelah turun dari lantai atap sebelumnya, Aphrodia, serta Flogaz dan Rayvor akhirnya sampai di sebuah ruangan dimana terlihat Lucia sedang berlatih.


Akan tetapi, saat hendak masuk ke ruangan tersebut, merekapun langsung terkejut melihat Megathirio sedang bersama dengan Vampireman perempuan itu, dimana Rayvor serta Flogaz langsung merasa heran melihat kedua murid akademi sihir yang sebelumnya saling tidak menyukai satu sama lain, kini terlihat nampak akrab.


Di sisi lain, ketika mengetahui bahwa Lucia merpakan perempuan yang berada di dalam ruangan tersebut, Aphrodia pun lantas mengerti mengenai hal yang sebelumnya dikatakan oleh Megathirio bahwa janji yang akan ditepati oleh pemuda itu adalah untuk berlatih bersama dengan Vampireman perempuan tersebut.


“Kurasa Lucia memang tidak bisa ikut ke dalam tim kita,” ucap Aphrodia.


“Kurasa juga seperti itu…” Sambung Rayvor, memikirkan hal yang sama.


“Tapi, kenapa akhir-akhir ini mereka terlihat akrab yah? Lihat itu, bahkan mereka saling tersenyum satu sama lain,” ucap Flogaz sambil membahas mengenai Megathirio dan Lucia.


***


Mereka bertiga kemudian pergi meniggalkan ruangan tersebut untuk mencari murid-murid kelas Regional Venerate lain, yang mau diajak masuk ke dalam tim mereka untuk mengikuti turnamen Venerate yang akan dilaksanakan pada dua hari kedepan.


Setelah bertanya-tanya kepada semua murid Regional Venerate, tidak ada satupun diantara mereka yang mau bersedia untuk masuk ke dalam tim karena merasa ragu dengan penjelasan mengenai turnamen yang akan diikuti, dimana mereka harus melawan para ras keturunan campuran.


***


“Haah… Ternyata tidak ada yang ingin ikut dengan kita,” ucap Flogaz.


“Apakah kau yakin kakak?” Tanya Rayvor.


“Kita tidak punya pilihan… Setidaknya kita harus berusaha mencari dua anggota yang lain,” jawab Aphrodia.


Masih belum menyerah, perempuan itu lantas pergi menuju ke bangunan para murid-murid District Venerate bersama dengan Rayvor dan Flogaz.


Setelah sampai di bangunan para murid District Venerate, kemudian satu per satu menanyai kepada para murid District Venerate untuk bergabung ke dalam tim, tidak ada satupun juga dari mereka yang bersedia karena merasa ragu untuk berhadapan dengan para ras keturunan campuran.


**


“Haah… Dasar pengecut, memangnya semenakutkan apa para ras campuran itu? Apakah mungkin mereka memiliki postur tubuh yang tinggi, memiliki kulit hijau, abu-abu, pucat, cakar yang panjang, serta gigi taring yang panjang juga?” Ucap Flogaz, nampak kecewa dengan pernyataan dari para murid Regional Venerate yang ragu untuk berhadapan dengan para ras keturunan campuran di turnamen Venerate nanti.


“Sebenarnya semua yang kau katakan memang benar… Beberapa dari mereka memiliki ciri-ciri seperti itu, karena itu para murid-murid kemungkinan merasa takut dengan penampilan mereka,” balas Aphrodia, menyatakan bahwa hal yang dikatakan oleh Flogaz memang benar adanya.


Mendengar hal tersebut, Flogaz pun langsung terdiam karena tidak menyangka bahwa dirinya akan benar.


“Siapa yang takut dengan mereka…” Tiba-tiba terdengar sebuah suara dari seseorang yang langsung membuat ketiga orang itu pun menoleh.


Tampak murid baru District Venerate, yang tidak lain merupakan anak laki-laki bernama Haniwa, datang mendekat ke arah Aphrodia dan yang lain.


“Aku mendengar dari yang lain bahwa kalian sedang mencari anggota untuk mengikuti sebuah turnamen yang juga akan diikuti oleh para ras keturunan campuran,” ucap Haniwa.


“Maaf bocah… Karena sudah larut malam, pendaftaran kami sudah ditutup… Lebih baik kau kembali esok hari jika masih memiliki kesempatan.” Flogaz pun langsung menolak permohonan untuk bergabung dari Haniwa sambil mendorong anak laki-laki itu.


“Tunggu Flogaz, sepertinya dia bisa bergabung ke dalam tim kita.”


“Eh…” Mendengar hal tersebut, Flogaz pun langsung berhenti mendorong Haniwa.


“Hei nak, siapa namamu? Apakah kau ingin bergabung ke dalam tim kami untuk mengikuti turnamen itu?” Tanya Aphrodia.


“Pertama-tama, perkenalkan aku adalah Haniwa dari clan Bloodshifter daerah Calfarinai… Tentu saja aku datang kemari untuk menerima tawaran kalian yang sebelumnya kudengar sempat menanyai para murid-murid lain,” jawab Haniwa.


“Baguslah… Kalau begitu kau sudah resmi menjadi anggota keempat dalam tim kami.” Mendengar hal tersebut, Aphrodia pun lantas merasa senang dan menyutujui Haniwa untuk bergabung bersama mereka sambil memperlihatkan ekspresi tersenyum.


“Terima kasih kakak… Jangan khawatir, aku pasti tidak akan mengecewakan kalian,” respon Haniwa.


“Baiklah… Karena tim kita sudah beranggotakan empat orang, maka aku pergi dulu kembali ke asramaku.”


“Ekh… Bukankah kita harus mencari anggota yang terakhir?” Tanya Flogaz.


“Tenang saja… Masih ada hari esok sebelum kita pergi ke turnamen itu,” jawab Aphrodia.


“Kalau begitu, aku pergi dulu…” Aphrodia kemudian pergi meninggalkan ketiga murid akademi tersebut, kembali asramanya.


***


Beberapa saat kemudian, ketika sudah keluar dari bangunan murid-murid kelas District Venerate, perempuan itu tiba-tiba terkejut merasakan tekanan kekuatan yang nampak lebih kuat dibandingkan dengannya.


“Apa-apaan ini?” Gumam Aphrodia, merasakan sumber tekanan kekuatan tersebut berada di dalam bangunan murid Division Venerate yang berada di depannya.