The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 204 - Informasi yang berguna



“Dierill Drown… Kalau begitu kau harus membantu kami untuk mencari sesuatu di dalam kediamanmu, agar kami bisa lebih mempercayaimu…” Ucap Kral, menawarkan anak laki-laki itu sebuah kerja sama.


“Memangnya apa yang ingin kalian cari di dalam kediaman clan Drown?” Tanya Dierill, nampak penasaran mendengar hal tersebut.


“Sebelum itu, aku ingin bertanya… Apa kau tahu tempat penyimpanan benda-benda berharga milik ayahmu atau anggota clan lain di dalam kediamanmu, karena kami kemari untuk mencari sebuah batu kristal yang pernah diambil oleh ayahmu, Rox Drown beberapa puluhan tahun yang lalu…”


Kral menambah penjelasannya kepada Dieril, bahwa Venerate dari Fuegonia yang bersama ayah dari anak laki-laki itu pernah memergoki Rox memungut sebuah batu kristal pada saat perang tiga puluh tahun yang lalu berakhir, dan beberapa tahun yang lalu sebelum kematian Venerate rekan dari Rox meninggal, dia sempat memberitahukan bahwa benda yang selama ini dicari oleh para Venerate Ligthio kemungkinan memang batu kristal yang dipungut oleh Rox, sesuai dengan penjelasan para Venerate Lightio.


“Aku tidak mengetahui bahwa ayahku menyimpan benda seperti itu, tapi jika kau bertanya mengenai tempat penyimpanan benda-benda seperti senjata suci, bukan hanya disimpan di salah satu ruangan kediaman kami saat aku memergoki kakak Astrapi berada di dalamnya,” ucap Dierill.


“Kalau begtu, dimana tempat penyimpanan yang lain?” Tanya Kral.


“Ada dua tempat yang kuketahui dan memang pernah aku kunjungi… Ruang bawah tanah museum kota Novacurve dan kastil yang berada di pinggir kota arah utara…” Jawab Dierill.


“Hanya itu yang kutahu…” Lanjut Dierill berkata.


“Bagus… Kurasa itu sudah cukup, kalau begitu waktunya kau kembali, dan ingat jangan beritahukan apapun jika kau bertemu kami,” respon Kral sambil memperingatkan kembali kepada anak laki-laki tersebut.


“Baik, tuan…”


“Illos Silkbar…”


Illios lantas terkejut ketika Kral memperkenalkan namanya kepada anak laki-laki itu.


“Hei…”


“Jangan khawatir… Kami tidak akan menyakiti orang-orang Fuegonia, karena tujuan kami kemari hanya untuk mengambil benda itu.” Saat Illios hendak mengeluh ketika namanya dipakai oleh saudaranya tersebut, Kral lantas tidak menggubris dan melanjutkan ucapannya pada Dierill.


“Baik tuan Illios, aku mengerti…” Anak laki-laki itu pun menganggukkan kepalanya, merespon bahwa dia telah mengerti dengan penjelasan Kral yang diketahuinya kini bernama Illios.


***


Tak lama kemudian, Dierill telah berada diantara keramaian tepat di tengah kota Novacurve, tempat dirinya berpisah dengan keluarganya akibat mengikuti para Venerate Machora Tira.


Disamping Dieril tampak Astrapi yang bertugas untuk mengantarkan anak laki-laki itu sampai ke kota itu.


“Dierill… Kalau begitu, aku pergi dulu…” Ucap Astrapi.


“Tunggu dulu kakak…” Tiba-tiba memegang tangan Astrapi, ketika perempuan itu hendak pergi meninggalkannya.


“Apa tidak lebih baik aku kembali saja ke kediaman clan Drown, tapi apakah kau bisa mengantarku?” Tanya Dierill, memohon kepada Astrapi agar bisa mengantarnya ke kediamannya.


“Memangnya kau tidak tahu jalan kesana?” Tanya balik Astrapi, merasa heran kepada anak laki-laki tersebut.


Dierill pun perlahan menganggukkan kepalanya, merespon Astrapi bahwa dia tidak mengetahui jalan menuju ke kediamannya, namun nampak memasang ekspresi yang sedikit mencurigakan.


“Baiklah… Ayo kita jalan…” Ucap Astrapi, mengajak anak laki-laki tersebut menuju ke kediaman clan Drown.


***


Setelah berjalan cukup lama, akhirnya Dierill sampai di depan kediaman clan Drown setelah diantar oleh Astrapi.


“Terima kasih kakak… Sebenarnya aku hanya berbohong, sebenarnya aku mengetahui betul semua jalan yang berada di kota ini,” ucap Dierill.


“Haah…? Kalau begitu, kenapa kau menyuruhku untuk mengantarmu?” Tanya Astrapi, lantas kebingungan dengan maksud anak laki-laki itu.


“Iya, sama-sama… Masuklah, mungkin keluargamu sudah mencarimu,” ucap Astrapi, menyuruh Dierill untuk masuk ke dalam.


Dierill pun kemudian berbalik dan berjalan masuk ke dalam kediaman clan Drown sampai terus dipandangi oleh Astrapi dari belakang.


“Sepertinya dia hanya ingin menggodaku…” Gumam Astrapi.


Perempuan itu tiba-tiba beranjak dari tempat itu ketika melihat lima anggota tim Fuegonia berpapasan dengan Dierill di depan kediaman.


**


“Oh… Kalian sudah mau berangkat ke turnamen yah…” Ucap Dierill, dengan ekspresi wajah ceria, menyapa kelima anggota tim Fuegonia.


“Semoga beruntung…” Lanjut anak laki-laki itu berkata, menyemangati kelima orang tersebut, kemudian pergi melewati mereka masuk ke dalam.


Tiga saudara Dierill lantas terkejut melihatnya, dimana sebelumnya mereka nampak khawatir memikirkan keadaan anak laki-laki itu yang tiba-tiba menghilang di keramaian, dan kini kembali layaknya tidak terjadi apapun.


“Apa-apaan anak itu?” Ucap Neyndra, nampak kebingungan melihat ekspresi ceria Dierill.


***


Tak lama kemudian, berpindah ke arena turnamen, dimana kini turnamen Venerate pada hari kelima akan segera dimulai, dimana sama seperti hari-hari sebelumnya, para penonton telah memenuhi tribun arena yang ada, serta para peserta nampak bersiap, termasuk mereka yang belum mendapatkan giliran bertarung.


Disaat bersamaan, sang pembawa acara turnamen tersebut masuk ke tengah arena untuk segera memulai turnamen tersebut.


“Salam para hadirin sekalian… Kita bertemu lagi di turnamen Venerate hari kelima ini, dimana untuk kali ini merupakan pertandingan yang akan menjadi giliran dari peserta tingkatan Land Venerate…”


“Apakah kalian semua merasa penasaran bahwa tim Lightio yang memimpin dalam perolehan poin kali ini akankah dilengserkan atau tetap bertahan?”


“Kalau begitu, tidak perlu menunggu lama, kita akan segera memulai pertandingannya… Bagi peserta yang namanya tertera pada layar, diharapkan untuk bersiap menuju ke tengah arena…”


Setelah pembawa acara mengatakan hal tersebut, layar yang berada di arena turnamen itu langsung mengacak nama-nama peserta yang ada, dan tak berapa lama terlihat nama dari empat peserta yang akan saling berhadapan.


Machora Tira, Ascelin Wilmond, 38 tahun, 176 cm, Vampireman, Land Venerate.


Neodela, Eldriata Greydust, 25 tahun, 165 cm, Fairyman, Land Venerate.


Cielas, Govorus Andracouis, 27 tahun, 186 cm, Human, Land Venerate.


Asimir, Rys Weagsai, 25 tahun, 173 cm, Goblinman, Land Venerate.


**


“Hmph… Jadi aku akan bertarung dengan salah satu anggota tim Cielas yah…” Ucap salah satu anggota tim Machora Tira bernama Ascelin.


“Apa kau takut Ascelin?” Sambung anggota tim Machora Tira lain, yang merupakan ras Orcman bernama Zurbag, bertanya kepada rekannya yang nampak terlihat ragu dikarenakan hendak berhadapan dengan anggota tim yang memang unggul pada turnamen sebelumnya.


“Diam kau…” Ascelin lantas memasang ekspresi kesal ketika rekannya tersebut nampak meremehkannya yang merasa ragu terhadap lawannya.


“Tidak perlu takut… Mereka itu bukan apa-apa lagi sekarang… Lihat saja perolehan poin mereka bahkan berada dibawah kita,” ucap Zurbag.


Tidak mau menggubris ucapan rekannya, Ascelin pun berjalan meninggalkan tribun peserta menuju ke tengah arena.