The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 161 - Pertandingan pertama



“Pada pertandingan pertama merupakan sebuah pertarungan individu, dimana akan dipilih empat peserta secara acak sesuai dengan tingkatan Venerate mereka. Bagi petarung yang pertama kali dikalahan tidak akan mendapatkan poin untuk timnya, namun bagi petarung yang bertahan pada posisi ketiga sampai posisi kedua akan mendapatkan satu poin, dan untuk peserta yang memenangkan pertandingan tersebut akan mendapatkan total empat poin,” ucap sang pembawa acara, menjelaskan mengenai perolehan poin pada babak pertama.


“Kalau begitu… Kita mulai pada pertandingan pertama dalam kelas District Venerate… Bagi nama anggota tim terterah pada layar harap tetap berada tengah lapangan, sementara yang lain akan menuju ke tempat khusus yang sudah disiapkan,” lanjut sang pembawa acara sambil menunjuk layar yang akan menampilkan nama-nama peserta, yang akan saling bertarung, kemudian menunjuk sebuah tempat untuk para peserta yang belum mendapat giliran.


Setelah sang pembawa acar menjelaskan hal tersebut, tampak layar besar yang berada di arena tersebut langsung mengacak nama-nama para peserta yang akan saling berhadapan.


Tak lama kemudian, di layar langsung terlihat nama dari empat peserta pertama yang akan saling berhadapan.


Lightio, Haniwa Bloodshifter, 13 tahun, 166 cm, Human, District Venerate.


Mormist, Sereia Dolliford, 26 tahun, 165 cm, Mermaidman, District Venerate.


Vielass, Sligo Ekonji, 22 tahun, 170 cm, Trollman, District Venerate.


Asimir, Essal Nomos, 24 tahun, 255 cm, Giantman, District Venerate.


**


“Bocah, aku tidak menyangka bahwa kau akan menjadi giliran pada pertandingan pembuka,” ucap Zchaira.


“Giantman… Apa mungkin aku akan melawan raksasa itu?” Tanya Haniwa, nampak merasa ragu ketika melihat bahwa dia akan melawan salah satu ras Giantman, yang bahkan dengan melihat postur tubuh mereka saja langsung membuat orang-orang menjadi gemetaran.


“Jangan khawatir Haniwa… Kakak pasti akan mendukungmu, jadi ka harus bersemangat,” ucap Zchaira sambil tersenyum, menyemangati anak laki-laki itu.


“Benarkah…?” Tanya Haniwa sekali lagi.


Zchaira pun lantas menganggukkan kepalanya, yang membuat anak laki-laki itu langsung menjadi bersemangat, tidak percaya bahwa gadis itu akan menyemangatinya.


**


Setelah kelima peserta pertama bersiap untuk saling berhadapan, para peserta yang lain pun menuju ke sebuah tribun khusus dimana tempat mereka menunggu sambil mendapatkan giliran mereka.


“Zchaira… Aku merasa kasihan pada Haniwa harus melawan Giantman itu,” ucap Rayvor.


“Aku juga sebenarnya memang sedikit khawatir, namun tenang saja… Haniwa pasti bisa memenangkan pertandingan ini, jika dia percaya diri,” balas Zchaira.


***


Beberapa saat kemudian, saat di tengah arena tersisa keempat peserta yang akan saling berhadapan, terlihat seseorang masuk, yang merupakan wasit dalam turnamen Venerate tersebut.


“Semuanya bersiap…” Ucap sang wasit, memberi aba-aba untuk bersiap.


“Mulai…!”


“Mermaid water technique… High pressure shot…” Ketika sang wasit memulai pertandingan tersebut, peserta dari tim Mormist bernama Sereia seketika langsung melancarkan serangan elemen air bertekanan tinggi ke arah Haniwa, serta dua peserta turnamen dari tim Vielass serta Asimir.


“Difesa sillabare…” Dengan sigap, Haniwa pun langsung menciptakan sebuah perisai proyeksi untuk menahan serangan elemen air yang dilancarkan oleh perempuan yang merupakan ras Mermaidman tersebut.


Sedangkan dua peserta yang lain, dengan sigap langsung bergerak menghindar serangan elemen air tersebut.


Disaat yang bersamaan, perisai proyeksi yang diciptakan oleh Haniwa seketika langsung didorong olehnya, hingga meluncur menghantam Mermaidman perempuan tersebut sampai terhempas.


**


Sementara pria Trollman yang sebelumnya menghindari serangan elemen air tersebut, dengan cepat meluncur ke arah salah satu peserta yang merupakan ras Giantman, kemudian langsung melancarkan sebuah serangan proyeksi energi.


Trollman bernama Sligo itu langsung mengayunkan tombak senjata suci miliknya, yang sedari tadi sudah dipegang ketika memulai pertandingan tersebut.


Hal itu seketika langsung menghancurkan dinding tanah yang menghalangi Giantman tersebut. Akan tetapi, saat Trollman tersebut hendak melancarkan serangan tebasan degan mengayunkan tombaknya, Giantman bernama Essal dengan sigap langsung menangkisnya dengan menggunakan sebuah gada, yang juga sedari telah dipegang olehnya ketika memulai pertandingan.


Ras Giantman, serta ras Trollman itu pun kemudian saling mengadu serangan ayunan senjata suci mereka satu sama lain.


**


Berpindah pada Haniwa yang sebelumnya menghempaskan peserta Mermaidman menggunakan perisai proyeksi miliknya, ketika meluncur sambil melancarkan proyeksi elemen petir, dengan sigap Mermaidman perempuan itu langsung kembali berdiri kemudian menghindari serangan dari Haniwa.


“Fulmine sillabare…”


Beberapa kali anak laki-laki itu melancarkan serangan proyeksi elemen petiir, namun dengan lincah Mermaidman perempuan tersebut menghindari serangan yang dilancarkan olehnya.


“Akh…” Ketika sedang menghindari serangan beruntun dari Haniwa, Mermaidman perempuan itu seketika kembali melancarkan serangan proyeksi elemen air bertekanan tinggi, hingga membuat anak laki-laki tersebut langsung terhempas menabrak dinding arena dengan keras.


“Mermaid water technique… Deadly vortex…”


“Uakh…!” Tanpa pikir panjang, Mermaidman perempuan itu langsung melancarkan serangan proyeksi elemen air berbentuk pusaran, hingga diterima oleh Haniwa sampai jatuh terkapar ke tanah dan seketika langsung tak sadarkan diri.


**


Zchaira dan para murid-murid akademi sihir pun lantas terkejut melihat kekalahan Haniwa, yang sebenarnya dipercaya oleh mereka bahwa Haniwa mampu bertahan lebih lama.


**


Setelah mengalahkan Haniwa, Mermaidman perempuan itu seketika meluncur ke arah peserta Trollman serta Giantman yang masih saling melancarkan serangan mereka secara bergantian.


“Mermaid water technique… Deadly vortex…” Ketika berada di depan peserta Giantman, Mermaidman perempuan itu langsung melancarkan serangan proyeksi elemen airnya kembali.


Akan tetapi, Giantman yang diserangnya olehnya langsung mengakses kekuatannya, memunculkan dinding tanah kembali untuk menahan serangan proyeksi elemen air tersebut.


Dengan kuat Giantman itu langsung mengibaskan gada miliknya ke arah dinding tanah tersebut, hingga mermaidman perempuan yang berada di baliknya seketika langsung terhempas.


“Akh…” Namun, karena fokus untuk berhadapan dengan peserta Mermaidman tersebut, Giantman itu pun sontak menerima dengan tebsan tombak dari Trollman yang sebenarnya sedang beradu serangan denganya.


“Sial…” Umpat Giantman itu dengan kesalnya, karena Trollman tersebut memanfaatkan keadaan disaat dirinya lengah.


Karena kesal, Giantman bernama Essal itu pun langsung meluncur ke arah Trollman bernama Sligo tersebut sambil mengayunkan gada yang dipegang olehnya.


“Uakh…” Akan tetapi, ketika serangannya hampir mengenai Trollman tersebut, dia pun terlebih dahulu menerima serangan elemen air bertekanan tinggi dari Mermaidman yang sebelumnya, hingga membuatnya sontak terhempas menabrak dinding arena.


**


Melihat hal tersebut, Trollman yang hampir menerima serangan dari Giantman tersebut, sontak berdiam diri terlebih dahulu, membiarkan Mermaidman perempuan tersebut menangani Giantman tersebut.


**


Sambil berjalan mendekati Giantman yang terkapar dengan keadaan lemah, Mermaidman perempuan itu mengakses kekuatannya, menciptakan sebuah gumpalan air berukuran cukup besar.


“Mermaid water technique… High pressure shots…”