
Dari sebuah klub malam kelas bawah di pinggiran kota, tampak seorang wanita berambut panjang dikuncir ekor kuda keluar menggandeng pria tua berperut buncit dengan langkah sempoyongan.
Dari mulutnya sudah pasti berhembus bau alkohol yang menyengat, bisa diketahui dengan mudah melalui bahasa tubuh si wanita yang terus menerus menutup hidungnya ketika pria tua itu meracau berbicara tak jelas menuju parkiran klub.
Wanita tersebut tak lain adalah Sesil. Demi bertahan hidup, sudah sekitar tiga bulan terakhir ia menjajakan tubuhnya di sebuah klub kecil pinggiran kota untuk mendapatkan uang guna menyambung hidup serta memenuhi kebutuhan obat terlarangnya yang tak bisa berhenti dikonsumsinya.
Dia sempat mencari pekerjaan sebagai wanita penghibur di klub-klub besar yang ada di pusat kota, akan tetapi langkahnya sudah terlebih dahulu dijegal Reva yang berteman baik dengan para mucikari di dalamnya. Mereka tidak ada yang mau menerima Sesil meskipun fisiknya mumpuni sebagai wanita penghibur, karena Reva mengancam akan mempersulit tentang pemasokan napza jenis teratas yang sudah secara rutin mereka konsumsi hingga membuat pemakainya kecanduan berat dan sulit lepas dari jeratannya.
Sesil dan pria itu pergi memakai mobil jeep berwarna hijau lumut menuju motel kumuh tak jauh dari kawasan klub. Jarang sekali ada pria brengsek perlente berkelas atas yang datang ke sana, karena mereka lebih memilih tempat hiburan besar, bukannya klub murahan.
Para pria hidung belang yang mengunjungi klub tersebut kebanyakan adalah para bos rentenir, bandar narkoba berskala kecil, juga bos preman. Pundi-pundi yang mereka dapat berasal dari hasil memeras orang-orang kecil kesusahan, para pedagang kaki lima yang ingin mendapatkan modal melalui cara mudah walaupun sebetulnya berakhir menjerat si peminjam tak berkesudahan, serta anak-anak jalanan yang terjerumus ke lubang hitam sebagai sasaran empuk ladangnya mencari uang.
Meskipun merasa jijik, Sesil membiarkan dirinya dijamah dan digerayangi oleh tangan pria tua itu karena tubuhnya sudah menagih jatah obat terlarangnya. Pria itu adalah yang paling sering memakainya, dia salah satu bandar narkoba di daerah itu yang selalu mengimingi Sesil dengan benda favoritnya jika berhasil memuaskannya.
"Puaskan aku, j*lang! Jika pelayananmu bagus, maka semua ini akan kuberikan secara cuma-cuma untukmu." Pria tua itu mengibas-ngibaskan kantong plastik transparan yang berisi barang yang sangat diinginkan Sesil.
Seperti anjing peliharaan yang melihat makanan kesukaannya, ia mengangguk patuh pada majikannya. Sesil melakukan perintah pria itu demi obat laknat yang memperbudaknya dan tanpa disadarinya perlahan-lahan tapi pasti telah menghancurkan kehidupannya.
*****
"Tara ... kejutaaaaan ...."
Wanita cantik tinggi semampai dengan rambut melambai-lambai berdiri di ambang pintu ruang kerja Viona. Semenjak memasuki butik, suaranya luar biasa gaduh hingga berisiknya mengalahkan speaker penjual tahu bulat.
"Viona, gue kangen banget." Ibel memeluk Viona sekuat tenaga seraya mengguncangkannya ke kanan dan ke kiri.
"Uhuk, uhuk. Gue juga kangen banget uhuk uhuk. Tapi jangan kenceng-kenceng meluknya, gue kecekek!" protes Viona sembari berusaha melepaskan diri dari rengkuhan kuat Ibel.
"Ups, sorry." Ibel melepaskan pelukannya sambil cengengesan.
Viona mengatur napas sebelum kemudian berdiri dan mengajak Ibel duduk di sofa.
"Kapan Lo pulang dari Milan? Kenapa gak ngabarin, mentang-mentang udah jadi model go internasional lupa deh sama gue." Viona memasang wajah cemberut.
"Hei, boro-boro! Gue ke luar negeri buat belajar, belum jadi model internasional," gerutunya kesal.
"Gue ngambil cuti dan pulang dulu, Zoey udah ngelamar dan kita akan melangsungkan penikahan dua bulan lagi." Ibel tersipu-sipu sembari menunjukkan jari manisnya yang memakai cincin.
"Woah, selamat. Akhirnya Lo bakal buka segel juga," cicit Viona.
"Dih, dasar. Malah ngurusin segel." Ibel bersungut-sungut. "Gue ke sini mau minta tolong untuk dibuatkan gaun pernikahan spesial rancanganmu."
"Rancanganku? Tentu saja. Dengan senang hati, Nona," sahut Viona yang menyambut gembira permintaan sahabatnya.