Forgive Me My Wife

Forgive Me My Wife
Tidur Bersama



“Bunda, mau buah nggak?”


Bima menusuk potongan buah pir dari piring kecil yang dipegang Nara menggunakan garpu lalu menyodorkannya ke hadapan mulut Viona. Sejak tadi dia terus saja usil memanggil-manggil Viona memakai sebutan Bunda dengan sengaja, Bima sangat suka melihat ekspresi Viona yang berubah galak ketika digoda. Sudah lama sekali ia tak tertawa dan merasa segembira ini.


Saat ini mereka sedang duduk berjejer di sofa panjang yang terletak di hadapan televisi besar dengan posisi Nara di tengah-tengah. Mereka sedang menemani Nara menonton tayangan kartun setelah selesai makan siang.


“Bunda, buka mulutnya dong. Kata Bunda kita harus banyak makan buah biar tetap sehat.” Nara mengguncangkan lengan Viona saat melihat bundanya tak kunjung membuka mulut.


Dengan gerakan kaku akhirnya Viona membuka mulut dan menerima suapan dari Bima lalu mengunyah geram. Ia bukannya tidak tahu bahwa sejak tadi Bima terus memanfaatkan situasi untuk menggodanya. Karena ada Nara, Viona tak mampu berkutik ataupun melayangkan protes dengan leluasa. Bima benar-benar menggunakan kesempatan sekecil apapun sebaik mungkin saat ini.


Bocah kecil itu mulai terkantuk-kantuk, dan memanglah sudah waktunya Nara tidur siang seperti biasa. Ia merengek dan secara otomatis menggapai-gapaikan tangannya pada Viona meminta digendong.


“Bunda, gendong. Pengen bobo,” rengeknya manja sembari mengucek-ngucek matanya.


Tubuh mungil Viona hendak merengkuh Nara meskipun ia sedikit kesulitan karena Nara bertambah berat dari hari ke hari. Bima yang melihatnya kemudian menawarkan diri.


“Sama Ayah aja gendongnya yuk.”


Bima mengulurkan kedua tangannya. Nara menoleh menatap sang ayah, kemudian mengangguk dan mengangkat kedua tangannya. Bima meraup Nara dan memangkunya, mengayunkannya melangkah pelan ke sana kemari mengitari ruangan sambil menepuk-nepuk lembut punggung sang anak, hingga lima belas menit kemudian Nara pun terlelap.


Bima merebahkan buah hatinya di atas ranjang besarnya. Diusap dan dikecupnya malaikat kecilnya yang tertidur pulas. Rasa tak percaya juga bahagia masih meletup-letup di dalam dada, dipanggil ayah oleh sang buah hati merupakan kebahagiaan tak terkira baginya.


Kakinya kembali melangkah keluar kamar. Dilihatnya Viona juga ternyata terlelap dengan posisi duduk bersandar di sofa, sepertinya kelelahan.


Ia terpaku, menatap penuh rindu, inginnya ia duduk di sana dan menyandarkan kepala Viona dipundaknya, akan tetapi masih pantaskah ia melakukannya, sementara dulu dia lah yang telah membuat hati wanita itu sakit juga terluka.


Kemudian suara Bik Yati menarik fokusnya. Ia berpamitan pulang terlebih dahulu setelah selesai berbenah karena masih banyak yang harus dikerjakan di rumah Viona. Bima memesankan taksi online dan wanita paruh baya itu berpamitan.


Bima mendekat, berjongkok di dekat Viona dengan satu lutut bertumpu di lantai. Ditatapnya lekat-lekat wajah cantik yang dirindukannya. Rindu ingin merengkuhnya, mengecupnya, bersentuhan kulit dengannya, juga ingin menujukkan cinta dan kasih sayangnya yang dulu tak sepenuhnya tercurah karena terbagi pada si barang haram menyesatkan.


Menghela napas panjang Bima bergerak duduk di samping Viona. Memberanikan diri menggeser posisi wanita yang terlelap itu sepelan mungkin agar bersandar di pundaknya. Biarlah ia menikmati momen-momen saat mata Viona terpejam, dia ingin melepas rindu berdekatan tanpa jarak dengan si pemicu detak jantungnya, walaupun setelah mata indah itu terbuka nanti mungkin saja sebuah tamparan akan dilayangkan kepadanya.


Tak lama ia menyusul terkantuk-kantuk terbuai terayu untuk memejamkan mata efek dari obat yang setengah jam lalu diminumnya, dan di menit kemudian Bima pun ikut tertidur dengan posisi saling bersandar satu sama lain.


*****


Jangan lupa parkirnya ya sayang-sayangku😳


Halo my beloved readers.


Kali ini author akan mengadakan giveaway. Dua komentar yang menarik dan unik akan mendapatkan pulsa senilai 25rb per orang.


Periode giveaway terhitung sejak tanggal 15 Januari. Pengumuman pemenang tanggal 15 Februari 2021


dalam kurun waktu itu nanti akan dipilih dua komentar terbaik sebagai pemenang. Ayo tuliskan komentar terbaikmu sebanyak-banyaknya, ingat gunakan bahasa yang baik dan santun 😘💕.


Regards


Senjahari_ID24