Forgive Me My Wife

Forgive Me My Wife
Panggil Bunda



Bima memeluk, merengkuh, mendekap Nara dengan sepenuh jiwa raganya. Luapan kasih sayang membuncah tiada tara, mendesak keluar dari seluruh celah-celah di relung hatinya, tumpah ruah hanya untuk si buah hati tercinta.


Dikecupinya wajah lucu sang anak penuh haru, diringi air mata bahagia yang tak mampu menahan diri membasahi wajah pucatnya yang belum sepenuhnya pulih dari sakitnya.


“Kenapa Ayah nangis? Masih sakit ya? Kata Bunda, Ayah pergi berobat ke luar negeri karena sakit. Kalau gitu besar nanti Nara mau jadi dokter buat ngobatin Ayah, biar Ayah nggak usah pergi jauh lagi dari Nara,” celotehnya sembari mengusap-usapkan tangan mungilnya di pipi Bima.


Bima menyambut usapan putrinya penuh sukacita, ikut menangkupkan telapak tangannya di sana melingkupi jemari mungil Nara, merasakan sentuhan sayang paling murni dari seseorang yang berasal dari sebagian dirinya


“Ayah nggak akan pergi jauh lagi, akan selalu bersama Nara di sini,” sahut Bima parau dengan bibir gemetar juga tersenyum.


“Janji ya, nggak akan pergi jauh lagi?” Nara mengangkat kelingking tangan kanannya.


“Iya sayang, Janji.” Bima menautkan kelingkingnya dengan jemari sang anak membuat Nara tersenyum gembira.


Sepanjang siang ini rona bahagia tak henti terukir di wajah Bima. Nafsu makannya yang sempat menurun drastis akibat dari asam lambungnya yang tak stabil, hari ini seolah berkompromi sehingga Bima mampu melahap lebih banyak makanan dari biasanya. Nara sejak tadi terus menempel padanya, enggan turun dari pangkuan sang ayah bahkan saat di meja makan.


“Nara ayo turun, Ayah kan lagi makan. Terus Nara juga harus makan, sini Bunda suapin,” pinta Viona sembari menepuk kursi disebelahnya, sedangkan Bima duduk di kursi yang berhadapan dengannya.


“Nggak mau,” rengek Nara yang malah makin melingkarkan lengannya memeluk Bima erat.


“Nggak apa-apa Vi, mau Ayah suapin?” Bima bertanya sambil mengusap kepala sang anak.


“Iya mau mau.” Bocah lucu itu menganggukkan kepalanya antusias.


“Tapi, kenapa Ayah manggilnya ‘Vi’ sama Bunda? Panggilnya Bunda juga dong, Ayah,” protesnya polos.


Viona berdehem dan Bima menggaruk ujung hidungnya tak gatal, keduanya dilanda serangan salah tingkah. Viona mengusap tengkuknya canggung sambil membasahi bibir dan tak sengaja matanya juga Bima bersirobok secara bersamaan.


Untuk sesaat mereka saling menyelami dalam diam, tetapi cepat-cepat Viona mengalihkan pandangannya pada sang anak, lantaran sesuatu di dalam dadanya mulai bertalu mengganggu kala mereka bertukar pandang dalam tatapan yang dalam.


“Mmm… Ayah juga sebetulnya pengen manggilnya Bunda, tapi takut dimarahi.” Bima menjawab pertanyaan sang anak sambil melempar senyum menggoda pada ibu dari anaknya membuat Viona melotot padanya.


“Tuuuh.” Bima mengarahkan telunjuknya sekilas pada Viona.


Viona merengut dengan mata memicing penuh antisispasi pada Bima, sedangkan lelaki dihadapannya melipat bibir meredam kekehannya sendiri.


“I-itu karena… kayaknya Ayah lupa karena terlalu lama tinggal di luar negeri. Iya kan Yah?” Viona berusaha menimpali setenang mungkin, mengulas senyuman manis meskipun canggung agar sang anak tak bertanya lebih lanjut.


“Eh… i-iya. Iya begitu. Ayah lupa,” balas Bima tergeragap.


“Oh gitu ya, tapi mulai sekarang panggilnya harus Bunda, jangan sampai lupa ya Ayah,” pinta Nara yang belum terlalu paham akan situasi orang tuanya.


“Oke princess, Ayah nggak akan lupa lagi.” Bima memaku pandangan pada Viona dengan tawa kecilnya, ia bisa melihat mantan istrinya itu menghindari kontak mata dengannya dan tampak salah tingkah seperti anak ABG.


Bik Yati yang sedang berada di westafel tengah mencuci gelas-gelas kotor ikut mendengar percakapan mereka. Wanita paruh baya itu mengulas senyum, saat mendengar celotehan Nara yang begitu gembira. Hati kecilnya bisa merasakan bahwa Viona dan Bima masih menaruh sekeping hati mereka satu sama lain, meskipun rasa cemas ikut menghinggapi ketika pikirannya tertuju pada tuan besarnya.


*****


Jangan lupa parkirnya ya sayang-sayangku😳


Halo my beloved readers.


Kali ini author akan mengadakan giveaway. Dua komentar yang menarik dan unik akan mendapatkan pulsa senilai 25rb per orang.


Periode giveaway terhitung sejak tanggal 15 Januari. Pengumuman pemenang tanggal 15 Februari 2021


dalam kurun waktu itu nanti akan dipilih dua komentar terbaik sebagai pemenang. Ayo tuliskan komentar terbaikmu sebanyak-banyaknya, ingat gunakan bahasa yang baik dan santun 😘💕.


Regards


Senjahari_ID24