Forgive Me My Wife

Forgive Me My Wife
Titik Terang



"Saya pun tidak tahu acara apa Nyonya, mereka hanya mengatakan itu saja."


“Bagaimana caranya aku bertemu dia secepatnya? Juna sangat keras kepala, sehingga jalan satu-satunya untuk menghentikan rencana pertunangan ini adalah berbicara empat mata dengan Viona. Setidaknya dia harus tahu diri akan statusnya dan mundur sendiri. Juna pantas mendapatkan gadis lajang, bukan janda beranak satu seperti dia yang mengundang pertentangan dalam keluarga. Entah rayuan apa yang digunakan Viona untuk membuat Arjuna tergila-gila padanya.”


Marina meijat pelipisnya pusing, belum lagi keluarga besarnya yang terus mengancam akan mengambil alih perusahaan keluarga inti tempat suaminya berdedikasi sepenuh hati selama ini jika cucu laki-laki satu-satunya nekat menikahi wanita yang tak disetujui oleh mereka.


“Bagaimana kalau Anda datang saja ke rumah orang tuanya dan membicarakan hal ini, Nyonya?” saran si asisten.


“Aku tak enak dengan Rima, ibunya Viona. Dulu kami sempat bertetangga, rasanya sangat canggung membicarakan hal ini secara langsung padanya. Kecuali jika kehabisan jalan hanya itu satu-satunya cara."


“Maaf Nyonya, sepertinya saya mengenal Viona yang Anda bicarakan, Viona pemilik butik VN Fashion Collection, benar begitu?” Bima kini sudah berdiri dengan postur menjulangnya di dekat meja Marina, menyapa ramah sambil tersenyum manis.


“Ah… i-itu benar. Maaf Anda siapa?” ujar Marina ramah


Jujur saja marina juga terpukau, ia memerhatikan sosok menjulang di hadapannya dari ujung kepala hingga kaki. Dari tampilannya lelaki ini bukanlah orang sembarangan, ia bisa menebak dari barang-barang bermerek yang dipakai juga aroma parfum mahalnya. Bima yang tinggi tegap maskulin dalam balutan setelan eksklusifnya memanglah begitu memesona.


“Perkenalkan, nama saya Bima Prasetyo, Presdir Sinar Abadi Grup." Bima mengeluarkan kartu nama dan memberikannya pada Marina. "Saya juga mengenal Arjuna, kalau saya tidak salah dengar tadi, Arjuna adalah putra Anda?"


Marina membaca kartu nama dengan saksama, menunjukkannya pada si asisten dan sedikit terkesiap saat sang asisten berbisik menjelaskan tentang laki-laki yang tengah berdiri itu. Ia kembali menormalkan air mukanya agar reaksi berlebihannya tak terlihat.


"Jadi Anda mengenal putra saya juga Viona? Apakah kalian berteman?" Marina begitu tertarik ketika mengetahui orang sepenting Presdir Sinar Abadi Grup mengenal putranya.


"Bisa dibilang begitu," sahut Bima tetap santai, meski jujur saja di dalam hatinya tak terima saat tadi orang ini mengatai Viona merayu Arjuna.


"Silakan duduk Pak Bima. Saya Marina, ibunya Arjuna."


Bima menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Marina “Maaf jika saya lancang. Benarkah Anda ingin membatalkan rencana pertunangan putra Anda?"


"Ya, benar sekali. Saya sama sekali tak setuju Arjuna berniat mempersunting wanita pilihannya. Arjuna pantas mendapatkan yang lebih baik dari sekadar janda beranak satu." Terdengar nada merendahkan dibalik gaya bicara elegannya.


Tangan Bima mengepal, tetapi dia berusaha tetap tenang. "Tapi, perlu Anda ketahui, Nyonya. Viona sama sekali tak menginginkan pertunangan ini, juga Viona tak pernah merayu putra Anda."


“Jangan mengada-ada. Apa mungkin maksudnya di sini Arjuna lah yang ngotot mengejar-ngejar janda? Tidak mungkin.” Desisnya tak percaya, mana mungkin anaknya segila itu jika tak digoda.


“Coba Anda tanyakan dengan baik pada Arjuna, dan sebaiknya jangan terkejut dengan kenyataanya. Oh iya satu lagi, jangan menyebut Viona dengan panggilan seperti itu, karena dia adalah wanita yang sangat saya cintai, takkan membiarkan siapapun menghinanya termasuk Anda," ucap Bima tenang bersahaja namun penuh penekanan di setiap kata-katanya.


"Wah rupanya Arjuna tergoda janda perayu ulung, buktinya Anda pun ikut terjerat bukan?" Marina berkata sinis.


"Sayangnya tidak seperti yang Anda pikirkan Nyonya, Viona tak pernah merayu siapapun. Bahkan hanya duduk terdiam saja dia sudah mampu membuat saya terpesona. Nyonya tahu, saya begitu senang bertemu dengan Anda di sini mungkin ini adalah salah satu jalan yang ditunjukkan Tuhan untuk saya. Oh iya apakah Anda tahu, pertunangan akan digelar seminggu lagi?"


"Ya, seminggu lagi. Sepertinya putra Anda sengaja memajukan tanggalnya. Viona sebetulnya ingin bertemu dengannya sejak beberapa waktu lalu untuk membatalkan rencana ini, hanya saja sampai saat ini Arjuna masih berada di luar kota sehingga dia sulit menemuinya untuk menyelesaikan masalah ini secepat mungkin."


"Luar kota? Tapi, Juna ada di apartemennya berdiam diri mengurung diri di sana?" Marina tampak tak mengerti.


Bima membulatkan mata, jadi selama ini Juna tak pergi kemanapun, dan alasan keluar kota hanya dalih untuk menghindar?


"Saya harus bicara dengannya, jika Nyonya membantu saya bertemu dengannya, maka keinginan Anda untuk membatalkan niatan Arjuna akan segera terwujud."


"Benarkah?"


"Benar. Saya lupa satu hal, sebenarnya saya adalah mantan suaminya Viona. Kami berencana untuk rujuk kembali karena kami memang saling mencintai, hanya saja rencana pertunangannya dengan Arjuna menjadi batu sandungan yang menghalangi. Jadi jika Anda ingin semuanya segera selesai, tolong pertemukan saya dengan Arjuna sekarang juga."


Marina mengerjap, tak menyangka bahwa mantan suami Viona bukanlah orang sembarangan. Bahkan ragawinya pun tak kalah memesona dari Juna meski usianya lebih matang. Ia tampak malu karena menghina Viona di depan mantan suaminya, hanya saja berusaha menyembunyikannya. Marina juga merasa kata-kata Bima meyakinkan dan tak mengada-ada, akhirnya ia pun mengangguk.


"B-baiklah. Saya akan memanggilnya datang ke sini, asalkan itu bisa membatalkan rencana pertunangannya."


"Saya bisa menjamin, keinginan Anda akan terkabul sepenuhnya."


*****


Halo pembacaku tersayang, untuk pemenang giveaway dua best comment yang terpilih adalah komentar dari Feni Pratiwi dan Cherry.


Akun pemenang sudah Author follow dan silakan folback kemudian kirim via privat chat untuk nomor yang akan dikirimkan hadiah pulsa.


Selamat kepada pemenang 🎉


Terima kasih yang tak terhingga author ucapkan juga kepada semua my beloved readers yang sudah menebarkan komentar terbaiknya. Terima kasih sudah menebarkan cintanya untuk cerita Bima & Viona💜💕🤗.


Jangan lupa ikuti terus cerita Forgive Me dan nantikan episode-episode selanjutnya. Love you all 💕😘


Berikut author lampirkan best comment pemenang di bawah ini.