Forgive Me My Wife

Forgive Me My Wife
Akting



Pagi ini Juna dan Viona berangkat ke tempat golf, tepatnya di Dago Golf Course Bandung. Di sana sudah ada beberapa relasi bisnis Juna yang hadir bersama pasangannya, ada yang sudah menikah, adapula yang masih berstatus sebagai kekasih seperti dirinya dengan Viona.


Hari ini Viona tampak cantik dan segar, dalam balutan celana jeans dan atasan blouse longgar berwarna putih dilengkapi topi cantik lebar berwarna putih juga, tak lupa sepatu kets sebagai alas kaki, membuatnya tampak seperti buah ranum matang sempurna menggoda untuk dipetik.


Sejak tadi Juna terus berusaha merangkul merapatkan diri dengannya, bahkan terkadang tangannya turun ke pinggul bukan lagi di pinggang. Dengan gerakan halus Viona selalu mencoba menghindari kedekatan fisik yang berlebihan. Dia merasa tak nyaman, lagipula statusnya dengan Juna belumlah menikah.


“Aku ke restoran dulu ya, di sini panas, aku haus.” Viona berjinjit mendekatkan bibirnya ke telinga Juna untuk berbisik, dia mencari alasan untuk meninggalkan lapangan golf untuk sekadar menghindari sikap posesif Juna yang mulai terasa berlebihan.


Juna tampak enggan, tetapi sesaat kemudian mengangguk juga, membiarkan Viona pergi dengan seorang caddy memakai mobil khusus menuju restoran karena jarak dari posisi mereka ke restoran cukup jauh. Sepanjang jarak tempuh ke restoran, netra indah Viona menyapu hamparan hijau lapangan golf yang begitu sedap dipandang mata, begitu asri serta menyejukkan, mampu membuat sebuah senyuman terbit meski sang hati tengah gundah gulana.


Saat hampir mencapai restoran, tiba-tiba matanya menangkap pemandangan lain, Viona meminta mobil berhenti bareng sejenak untuk memastikan.


“Itu kan Mas Bima. Tapi sama siapa?” ujarnya berbicara sendiri.


Beberapa saat sebelumnya.


“Apa benar hari ini Viona mau ke sini?” tanya Bima tak yakin. Bima dan Hana baru saja tiba di pelataran parkir tempat golf.


“Beneran. Tadi pagi aku menghubungi dan meminta janji bertemu untuk didesainkan gaun, tapi Viona bilang hari ini dia tidak bisa karena mau pergi bermain golf,” jelas Hana sembari membuka pintu mobil.


“Kamu yakin dia main golf di sini?” tanya Bima lagi.


“Sangat yakin. Aku meminta temanku membuntutinya tadi pagi. Makanya nanti jika misi ini berhasil jangan lupa membayar, Tuan. Selain membuka klinik, mungkin kedepannya aku harus membuka agen jasa mak comblang, sepertinya menjanjikan. Akh aku tak sabar menjadi kaya,” canda Hana yang kemudian malah terkikik-kikik geli.


“Dasar Tuan Krab! Tapi apakah tindakan kita ini benar?” Bima terlihat bimbang.


Dengan langkah ragu akhirnya Bima masuk ke dalam mengikuti Hana yang sudah melangkah lebih dulu.


Rasa penasaran menyerbu Viona, ia bergegas turun dan menghampiri mereka.


“Mas Bima? Hana?” Viona menatap mereka penuh tanya.


“Eh… VI. H-hai.” Bima menyapa gelagapan.


“Eh, Viona.” Dengan sengaja Hana melingkarkan lengannya ke tubuh Bima dan bersandar manja, Bima asalnya hendak menjauh, tetapi Hana mencubit pinggangnya dan memberi isyarat melalui ekor matanya agar tetap diam.


“Ternyata kamu main golf di sini juga, karena hari ini kita nggak jadi ketemu, jadinya aku mengajak Kak_ eh Mas Bima kemari untuk mengisi waktu di hari minggu. Kamu dateng sama siapa?” Hana memasang senyum termanisnya.


Demi mengetahui isi hati Viona, ia mengikuti rencana Hana yang awalnya tak disetujuinya, yakni membuat Viona cemburu.


Hana mengatakan, Jika Viona cemburu melihat kedekatan Bima dengan wanita lain, maka dipastikan mantan istrinya itu masih mempunyai rasa cinta padanya, tetapi jika Viona tak bereaksi, maka Bima harus bersiap mengucap selamat tinggal dan benar-benar merelakannya dengan lapang dada.


Mas Bima


Viona bertanya-tanya dalam hati sembari berusaha menormalkan air mukanya agar tetap biasa. Hatinya sungguh terusik kala mendengar sapaan Hana pada Bima yang kini berbeda. Setahunya sejak dulu Hana memanggil Bima dengan sebutan kakak, tetapi kali ini sapaanya berubah intim juga interaksi mereka yang tampak lebih dekat dari sebelumnya. Mungkinkah mereka mempunyai hubungan?


*****


Jangan lupa bayar parkir ya my beloved readers 😳😳. Berupa like, komentar dan vote seikhlasnya, thank you 💕.