
Pekerjaan Bima untuk hari ini sudah selesai sepenuhnya. Selepas menunaikan kewajibannya di waktu Maghrib barulah dia bersiap untuk pulang. Ia juga mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja, saat hendak memasukkannya ke saku jas ia berhenti sejenak.
Foto sewaktu di kebun binatang menjadi wallpaper handphone mahalnya, foto mereka bertiga, Nara, Viona dan juga dirinya. Sudut bibirnya tertarik ke atas seiring jemarinya mengusap sayang layar ponselnya.
“Ahhh… aku rindu kalian. Ingin secepatnya berkumpul kembali dengan para bidadariku. Semoga jalan untuk kita bersama lagi diberi kemudahan," gumamnya penuh pengharapan.
Rasa rindu menyeruak begitu saja tanpa permisi, Bima tak tahan ingin melihat wajah cantik Viona juga Nara. Ia bersandar di mejanya, menyentuh tombol video call yang tersambung ke nomor Viona.
“Assalamualaikum, ada apa Mas?” Wajah cantik Viona terpampang di layar ponselnya.
“Wa'alaikumsalam. I miss you," ucap Bima seraya tersenyum tampan.
Viona tampak tersipu, terlihat berusaha menormalkan raut wajahnya. “Dasar gombal,” ujarnya.
Kekehan ringan berderai dari mulut Bima. “Mana Nara?”
“Aku masih di butik, hari ini pekerjaanku lumayan sibuk,” sahut Viona sambil menunjukkan setumpuk kertas sketsa di meja kerjanya.
“Lanjutkan besok saja, jangan terlalu menguras energimu. Kujemput ya, aku juga baru mau pulang. Bagaimana kalau kita juga jemput Nara dan makan malam bersama? Pilih restoran yang kalian suka.”
“Gimana kalau makan malam di rumahku aja, Mas? Jadi kita bisa makan bersama Nara tanpa harus pergi keluar. Aku akan memasak, Mas mau dimasakin apa?” Viona begitu bersemangat.
“Lebih baik membeli, kamu juga pasti capek kan. Begini saja, kita pesan makanan di restoran untuk dibawa pulang.”
“Oke setuju.” Viona membentuk hurup 'O' menggunakan ibu jari dan telunjuknya.
“Aku akan segera sampai, tunggu aku, my love.” Bima mengucapkan kata yang terakhir tanpa suara, hanya gerakan bibir saja sebelum penggilan berakhir.
Bima merapikan tampilannya di cermin, mengendus tubuhnya sendiri dan bersyukur dirinya masih tetap beraroma wangi dari parfum mahal yang dipakainya. Gerak-geriknya persis anak tujuh belas tahun yang hendak pergi berkencan dengan gadisnya untuk pertama kalinya.
Hanya butuh waktu dua puluh menit sedan hitamnya sudah sampai di butik, melenggang masuk tanpa ragu berbarengan dengan Viona yang keluar dari ruangannya. Tak berlama-lama mereka pun bergegas pergi dari sana menuju restoran.
“Mau mampir ke tempat lain? mungkin ada makanan lain yang ingin kamu beli?” Bima bertanya pada Viona sambil sibuk memakai seat belt. Mereka baru saja selesai mengambil makanan di restoran yang sudah dipesan lewat telepon saat berangkat dari butik tadi.
“Kayaknya nggak deh, lagian ini juga makanannya udah banyak banget, udah lengkap semua sama dessert,” jawab Viona yang juga baru selesai memakai sabuk pengaman. “Atau, mungkin Mas yang mau mampir ke tempat lain untuk membeli sesuatu dulu?”
“Sebetulnya aku ingin mampir ke suatu tempat. Tapi sebaiknya jangan,” sahut Bima yang mulai menginjak pedal gas menggunakan kaki kanannya.
“Kemana? Kenapa jangan?” Viona menoleh, terdengar nada penasaran dari kalimatnya.
“Sebetulnya aku ingin membawamu ke apartemenku, tapi jika terus hanya berduaan denganmu di sana, aku takut kerasukan setan lewat dan menerkammu bulat-bulat." Bima menyeringai jahil dengan mata tetap fokus ke jalanan.
“Haish!” Viona memukul bahu Bima. “Otak Mas perlu dicuci steam! Biar gak buluk!” geram Viona yang kemudian mengerucutkan bibirnya.
“Maka dari itu sudah kubilang sebaiknya jangan kan." Bima terkekeh pelan.
"Tapi, tentang cuci steam itu sepertinya memang harus. Dan hanya kamu yang bisa mencucinya, sayang,” ujarnya menggoda tak malu-malu, dan seketika wajah Viona memerah semerah tomat masak.
"Memangnya aku deterjen!"
*****
Jangan lupa bayar parkir ya my beloved readers, biar author makin semangat ngetiknya 😳😳. Berupa like, komentar dan vote seikhlasnya.
Bagi yang aplikasinya sudah di update, vote sekarang bukan hanya memakai poin dan koin melalui kolom hadiah saja, juga bisa vote dengan kupon mingguan untuk mendukung cerita kesayanganmu. Jangan lupa berikan dukungan melalui kolom hadiah dan vote kupon kalian untuk Mas Bima dan Viona, thank you all💕😘.