
"Cih, percaya diri sekali kamu. Belum tentu Viona mau kembali pada manusia tercela sepertimu! Mantan narapidana." Arjuna berdecih menghina.
“Mas Bima, Arjuna. Kumohon hentikan! Aku tak ingin tetangga sampai mendengar.” Viona menginterupsi keduanya yang mulai memanas.
Viona mengelus bahu Bima, berusaha menenangkan saat melihat mantan suaminya mulai tersengal tersulut emosi. Juna makin melotot melihat reaksi Viona, dia mati-matian mengontrol diri agar singa buas yang bersemayam di dalam dirinya tak mengaum keluar. Juna akhirnya memilih masuk ke dalam. Jika tidak, mungkin halaman rumah Viona akan menjadi arena adu jotos.
Bima memejamkan mata sejenak, mengatur napas menenangkan diri memadamkan api yang tiba-tiba berkobar kemudian membalik tubuhnya.
“Aku pulang Vi. JIka ada apa-apa tentang Nara, langsung hubungi aku.
“Iya, pasti. Maaf, jika sikap Juna menyinggungmu, aku akan berbicara dengannya.”
“Kamu benar akan bertunangan?” tanya Bima menyendu, jujur saja saat Juna mengatakan mereka akan segera bertunangan, rasa ngilu menyergap hatinya seketika.
Viona mengangguk tipis. “Ya, rencananya bulan depan.”
Bima memaksakan senyumnya. “Semoga kamu selalu bahagia. Maaf, karena dulu aku bahkan mungkin tak pernah membuatmu bahagia.” Bima sedikit menunduk, menarik napas berusaha mengenyahkan sesak di dada.
“Makasih. Semoga Mas juga segera menemukan kebahagiaan yang sama.” Entah kenapa Viona merasa tak rela akan ucapannya sendiri.
Bima membuka pintu mobilnya dan hendak masuk, lalu Viona kembali berkata lirih, “Mungkin benar Mas menorehkan perih di hatiku, tapi kuharap Mas mengingat ini. Kamu memang memberiku luka, tapi kamu juga pernah membuatku bahagia.”
Bima menghentikan pergerakannya, tersenyum getir dan berbalik kembali mendekati Viona, tak mampu menahan diri untuk mengusap sayang kepala Viona dan memandangnya nanar. “Berbahagilah selalu, sayang. Aku pergi.”
Setelah mengucapkan kata-katanya Bima segera masuk ke dalam mobilnya tanpa menoleh lagi. Melajukan kendaraannya dengan air mata yang mulai berderai, merelakan dan mengikhlaskan si jantung hati berbahagia dengan orang lain. Viona juga masih mematung di tempatnya berdiri dengan kristal bening yang mulai berkumpul di pelupuk mata.
*****
“Kenapa kamu tak menyuruhnya pulang lebih cepat?” Juna kembali menyemburkan emosinya kala Viona masuk ke dalam rumah.
“Bukankah tadi sudah kujelaskan, ini semua karena Nara yang tak mau ditinggalkan. Jadi Mas Bima pulang setelah memastikan Nara tertidur.” Viona berusaha menahan emosi saat menyahuti Juna yang meluap-luap cemburu.
“Alaaah… pasti itu hanya alasan! Agar kalian bisa berduaan dengan menggunakan Nara sebagai tameng iya kan? Atau kalian sedang mengenang masa lalu? Apa yang kamu lakukan dengannya? Bermesraan?” tuduhnya tanpa berkedip.
Juna menyandarkan diri mencoba meredam emosi, makin ke sini obsesi dan rasa cemburunya semakin menguasai.
“Apa di matamu aku ini wanita murahan? Jika kamu bahkan tak pernah mempercayai ucapanku, untuk apa hubungan ini dilanjutkan?” Viona mulai marah.
Juna mengusap wajah, bangkit dan mendekati Viona yang bediri di seberang meja. Meraih tangannya dan meremasnya lembut. “Maafkan aku, aku hanya cemburu. Kuharap kamu mengerti itu."
“Kamu harus belajar mengontrol cemburumu itu. Dan sebaiknya sekarang kamu pulang. Ini sudah jam sembilan lewat. Aku ingin istirahat.” Viona memalingkan wajahnya ke arah lain.
“Baiklah, tapi besok temani aku bermain golf. Semua relasiku membawa pasangan, dan aku juga ingin sekalian mengenalkanmu pada mereka,” pintanya.
Viona menghela napas berat. “Oke, aku temani,” jawabnya meskipun enggan.
Juna tersenyum senang, mendekatkan wajah dan mengecup pipi Viona, tadinya Viona ingin menghindar, akan tetapi lelaki itu menarik tubuhnya tiba-tiba. “Aku pulang. Istirahatlah.”
Saat kecupan itu mendarat, Viona memejamkan mata. Tak ada rasa apapun yang tercipta, malah usapan tangan Bima tadi lah yang mampu menyemburkan rasa tak biasa, membuncah caruk maruk di dadanya memorak-morandakan sanubarinya dalam dilema.
*****
Jangan lupa bayar parkir ya my beloved readers 😳😳. Berupa like, komentar dan vote seikhlasnya, thank you 💕.
Halo my beloved readers.
Kali ini author akan mengadakan giveaway. Dua komentar yang menarik dan unik akan mendapatkan pulsa senilai 25rb per orang.
Periode giveaway terhitung sejak tanggal 15 Januari. Pengumuman pemenang tanggal 15 Februari 2021
dalam kurun waktu itu nanti akan dipilih dua komentar terbaik sebagai pemenang. Ayo tuliskan komentar terbaikmu sebanyak-banyaknya, ingat gunakan bahasa yang baik dan santun 😘💕.
Regards
Senjahari_ID24