
Besok pagi Sya dan keluarga Radit akan berangkat ke Jogja sesuai dengan rencana mereka untuk menghabiskan waktu tahun baru di kota kelahiran Sya. Dan saat ini Sya menginap di rumah Mama Riana dan Papa Riyan agar besok bisa berangkat bersama. Ditambah lagi mereka mengambil penerbangan pagi hari.
Tadi saat kesini, Sya sudah membawa barang-barangnya juga yang akan dibawa pulang. Tentu saja dengan dijemput oleh Radit.
" Ayah... Kendla mau maem sate tay tay deh. " Ujar Kendra kepada Radit.
Saat ini Sya, Radit, Kendra dan kedua orang tua Radit sedang duduk bersama di ruang keluarga sambil menonton acara televisi.
" Sate tay tay? "Tanya Sya tidak paham. Seumur hidup baru kali ini Sya tau ada sate yang namanya sate tay tay.
" Heem, sate tay tay. Enak Bunda, pasti Bunda juga syuka. " Jawab Kendra tanpa menjelaskan apa itu sate tay tay.
Radit dan kedua orang tuanya langsung tertawa geli melihat wajah bingung Sya. Apa yang lucu? Ujar Sya bertanya sendiri dalam hati.
" Sate tay tay itu apa Mas? " Tanya Sya kepada Radit.
" Sate taichan Maureen. " Jawab Radit seraya tersenyum.
Ya ampun ternyata sate taichan. Kenapa bisa berubah menjadi sate tay tay. Benar-benar Kendra ini. Ternyata memang benar Kendra itu anak kandung Radit. Terlihat dari kebiasaan aneh mereka yang sama-sama suka mengganti nama orang atau sesuatu yang lain. Seperti Radit yang menggantikan nama Jero menjadi Pajero dan Cha Eun Woo menjadi Cha Cha. Sedangkan Kendra mengganti nama KFC menjadi Ayam goreng kakek dan sate taichan menjadi sate tay tay. Sangat unik bukan?
" Ya ampun, bagaimana bisa sate taichan menajadi sate tay tay. " Ujar Sya seraya menggelengkan kepalanya.
" Kalo sate taichan susah Bunda. Jadi Kendla ganti sate tay tay aja. " Ujar Kendra dengan polosnya.
" Lah itu bisa kok ngomong sate taichan. " Ujar Sya kepada Kendra.
" Bisa, tapi maunya sate tay tay aja." Jawab Kendra tersenyum lucu.
" Intinya ya suka-suka Kendra aja Sya. " Ujar Mama Riana menyambung.
" Ternyata Kendra emang beneran anak kamu Mas. " Bisik Sya lirih di telinga Radit.
" Kamu baru tau? Perasaan aku nggak pernah bilang kalo Kendra itu anak angkat. " Ujar Radit menanggapi ucapan Sya.
" Tau ah gelap. " Balas Sya jutek.
" Hahaha, jangan ngambek gitu sayang. " Ucap Radit seraya mengelus rambut Sya.
" Jangan pegang-pegang Mas, Malu ada Mama sama Papa. " Ujar Sya menurunkan tangan Radit.
" Ya netep nggak boleh, bukan muhrim. " Ujar Sya seraya beranjak duduk agak menjauh dari Radit.
" Tadi katanya Kendra mau makan sate taichan, ya udah kamu beli sana Dit. " Ujar Papa Riyan kepada Radit. Sejak tadi Radit belum juga beranjak dari duduknya untuk membelikan permintaan Kendra itu.
" Yuk sama kamu yank." Radit menggandeng tangan Sya untuk berdiri dari duduknya. "Kendra di rumah aja yah. " Ujar Radit kepada putranya.
" Oghey. " Jawab Kendra menirukan suara yang sedang viral di tikt*k itu.
" Ayo yank. "
Radit dan Sya beranjak untuk pergi membeli sate taichan permintaan Kendra.
Didalam mobil hanya ada keheningan diantara keduanya. Entah kenapa sejak mereka masuk mobil mendadak suasana menjadi dingin dan akward. Mungkin karena suasana sedang gerimis dan Radit sedang fokus untuk menyetir mobil. Begitu kira-kira yang ada di fikiran Sya untuk mencoba terus berpikir positif.
" Mas, aku ada salah ya sama kamu? " Tanya Sya pada akhirnya. Sya merupakan orang yang sangat tidak bisa di diamkan seperti ini. Hal ini akan membuatnya berpikir negatif meski dia terus berusaha untuk berpikir positif. Dalam pikiran Sya akan terus menganggap bahwa dirinya sudah berbuat salah jika dia diamkan. Tumbuh besar dalam keluarga yang hangat dan penuh kasih sayang membuatnya selalu tidak nyaman jika ada seseorang yang entah sengaja atau tidak mendiamkannya seperti ini.
" Ha? Kenapa? Kok kamu sampai berpikiran begitu sih? " Tanya Radit balik.
" Karena Mas dari tadi diemin aku terus. " Jawab Sya terus terang.
Tadi saat mereka ada di rumah, Radit bersikap hangat dan sekarang saat mereka hanya berdua tiba-tiba saja Radit mendadak mendiamkannya. Tentu saja setiap orang akan berpikir bahwa mereka telah berbuat salah bukan?
" Aku nggak diemin kamu sayang. Aku cuma lagi fokus nyetir aja. " Ujar Radit memberikan alasan.
" Sebenarnya perasaan Mas ke aku itu gimana? Aku merasa cinta yang sering kali Mas ucapkan itu tidak sedalam artinya. " Ucapan Sya ini tentu saja mengagetkan Radit.
Mungkin Sya terlihat biasa-biasa saja dengan sikap Radit dan bahkan seperti menikmatinya. Tapi jangan pernah lupakan jika Sya adalah perempuan yang peka, perempuan yang sulit untuk dibohongi. Dia akan diam saja sampai orang tersebut mengakuinya sendiri. Tapi dengan Radit, Sya tidak bisa bersikap seperti itu. Sya terlanjur jatuh cinta kepada Radit. Dan dia akan meminta penjelasan malam ini, sebelum mereka berangkat ke Jogja.
Setiap perubahan dari sikap Radit Sya mengetahuinya meskipun dia hanya diam saja. Dan pernyataan cinta yang Radit berikan saat mereka ada di bianglala memang membuat Sya merasa benar-benar jatuh cinta kepada Radit meskipun Sya tau jika pernyataan cinta itu tidak Radit ucapkan 100% dengan hatinya. Sya bisa merasakan ada keraguan di hati Radit.
Mendengar ucapan Sya itu membuat Radit langsung mencari tempat untuk menepikan mobilnya. Sepertinya memang harus mereka selesaikan malam ini. Radit juga tidak ingin menyakiti perasaan Sya terlalu jauh.
" Maureen... Sebenarnya aku selalu berusaha menutupi ini. Tapi ternyata kamu tetap mengetahuinya. " Ujar Radit menyandarkan tubuhnya pada kursi kemudi.
Tidak ada jawaban dari Sya, ini membuat Radit langsung melanjutkan ucapannya.
" Seperti yang Mama dan Andre ucapkan. Ternyata benar. Aku memiliki trauma kepada mantan istriku, Audrey. Aku trauma dengan penghianatan yang dia lakukan. Padahal Aku sudah memberikan semua yang aku punya kepada dia. Tapi ternyata itu tetaplah tidak membuatnya menjadi istri yang setia. Dia berselingkuh setelah beberapa bulan kelahiran Kendra. Dia jarang dan bahkan tidak pernah mengurus bayi kami. Dia selalu pergi keluar rumah untuk jalan bersama sahabat-sahabatnya dengan alasan agar dia tidak terkena baby blues. Tentu saja aku mengijinkannya karena aku ingin yang terbaik untuknya dan juga untuk bayi Kendra. Tapi ternyata dia justru berhianat. Hahaha... seorang Radit dihianati oleh seorang wanita. Bahkan wanita yang menjadi cinta pertamanya. Menyedihkan bukan? Kamu boleh kok ikut menertawakan kebodohanku. Tidak apa-apa, aku menerimanya. " Radit terlihat seperti orang yang sedang putus asa saat menceritakan kisah masa lalunya, pemilik wajah sendu yang menyimpan kesedihan itu tertawa yang justru membuatnya terlihat semakin menyedihkan.