Baby... I Love You

Baby... I Love You
SAH!



Tepat jam setengah 10 make up Sya sudah selesai, dengan kebaya putih adat Jawa Sya terlihat sangat anggun saat menggunakannya. Wajahnya membuat kagum semua orang yang menatapnya.



...photo by Google...


" Sya, kamu cantik banget. " Ujar Asti menatap kagum kepada Sya.


" Jangan gitu As, aku malu nih. " Ujar Sya tersenyum.


" Alah, sejak kapan kamu punya malu kalo sama aku? " Ujar Asti seraya terkekeh geli.


Ceklek...


Pintu kamar Sya di buka.


" Wah, adek Mas kok cantik banget sih. " Fardan datang kekamar Sya dan tersenyum melihat adik dan istrinya bersama.


" Cantik mana coba sama Asti? " Tanya Sya menggoda Fardan.


" Ehhmm, cantik siapa ya? " Fardan terdiam sejenak. " Cantikan Mama. " Jawab Fardan saat melihat Mama Farida yang masuk ke kamar Sya.


" Hahaha... " Sya dan Asti terkekeh geli mendengar jawaban dari Fardan.


" Ini kok malah pada ngobrol sih, kita harus ke hotel sekarang loh. " Ujar Mama Farida kepada ketiga anaknya itu.


" Sekarang Ma? " Tanya Sya kepada Mama Farida. Saat ini Sya merasa sangat gugup.


" Sekarang dek. " Jawab Mama Farida seraya tersenyum.


Tiba-tiba saja Ayah Dodi masuk, dia menatap harus ke arah putrinya yang sudah besar itu. Sebentar lagi tanggung jawabnya akan berpindah kepada laki-laki yang akan meminang Sya. Putrinya yang dulu dia adzankan, di gendong, dan di manjakan sebentar lagi akan menjadi seorang istri.


" Putri Ayah kok cantik banget sih, udah mau jadi istri lagi. Jadi istri yang taat ya dek, baktimu sekarang berpindah kepada suami. " Ujar Ayah Dodi tersenyum.


" Ayah jangan ngomong gitu, adek jadi sedih. " Ujar Sya kepada Ayah Dodi.


" Eehh, eehh, jangan nangis Mbak. Entar make up nya berantakan loh. " Ucap sang MUA kepada Sya.


" Ayah nih, jangan buat adek sedih dong. " Ujar Mama Farida kepada Ayah Dodi.


" Hahaha, ya udah ayo turun. Mobil udah nungguin. " Jawab Ayah Dodi seraya tersenyum. Dia berusaha menutupi kesedihannya karena hari ini adalah hari pernikahan Sya.


Sya menganggukan kepalanya paham. Dibantu Asti, Sya berjalan menuju mobil yang sudah menunggu. Untung saja selama di make up dadi Sya sempat makan disuapi oleh Asti. Kalau tidak mungkin perutnya akan keroncongan.


Sepanjang perjalanan Sya selalu berdoa agar semua berjalan dengan lancar. Hingga tidak terasa 10 menit perjalanan mereka sudah sampai hotel tempat akad Sya.


Sya turun didampingi Ayah Dodi dan Mama Farida disamping kanan kirinya. Sedangkan Asti dan Fardan ada dibelakangnya bersama para saudaranya yang lain.


Tangannya semakin dingin saat mereka sudah memasuki hotel. Terlihat disana sudah ada Radit dan juga bapak penghulu sudah berada di tempatnya. Sejenak Sya terpaku dengan ketampanan Radit. Sya sudah tidak memperhatikan keadaan sekitar lagi, fokusnya hanya kepada Radit yang saat ini juga tengah menatapnya.



...photo by Google...


Bahkan dekorasi mewah pernikahan pun luput dari perhatian Sya karena terlalu grogi.


" Karena mempelai wanita sudah datang, maka ijab kabul bisa segera dilaksanakan. " Ujar seorang MC saat Sya sudah duduk di samping Radit.


" Bismillahhirohmannirohim, Kepada Ananda Raditya Diko Santoso bin Riyan Santoso, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri kandung saya yang bernama Maureen Calisya Putri binti Dodi Subroto dengan Mas kawin seperangkat alat sholat, Emas 100 gram, dan uang tunai sebesar Rp 27.002.021 di bayar tunai. "


" Saya terima nikah dan kawinnya Maureen Calisya Putri binti Dodi Subroto dengan Mas kawin tersebut di bayar tunai. " Jawab Radit lantang hanya dengan satu tarikan nafas.


" Bagaimana saksi sah? "


" Sah. "


Setelahnya Radit mencium kening Sya, di janjut dengan acara tukar cincin.



...photo by Google...


Radit menatap Sya dengan pandangan mesranya. Tidak disangka sekarang mereka sudah sah menjadi sepasang suami-istri.


Prosesi pernikahan terasa begitu haru, terlebih saat keduanya melakukan sungkeman kepada orang tua Sya dan juga orang tua Radit. Banyak nasihat-nasihat yang Radit dan Sya dapat dari para orang tuanya.


Hingga tidak terasa semua prosesi pernikahan sudah mereka lakukan. Tepat saat adzan dzuhur berkumandang semua sudah selesai. Mereka yang ikut serta dalam rangkaian prosesi pernikahan Sya dan Radit ini juga beristirahat seperti kedua mempelai yang saat ini berada di kamar untuk membersihkan riasan, karena resepsi akan diadakan di malam hari.


Radit dan Sya sudah bisa bersama dalam satu kamar, namun tetap saja mereka tidak bisa melakukan apa-apa karena sejak selesai Kendra selalu menempel pada Sya. Bocah tampan itu tidak mau lepas dari pelukan Sya, bahkan saat Sya sedang membersihkan make up nya.


Radit hanya bisa mengalah kepada putranya itu. Radit yang lebih dulu selesai membersihkan diri tanpa sadar tertidur di sofa saking lelahnya. Padahal suasana kamar masih sedikit ramai karena ada Asti, Rida dan MUA yang sedang membantu Sya melepas riasan nya, tentu saja dengan Kendra yang ada di pangkuan Sya. Bocah itu sepertinya juga terlihat sudah mengantuk.


" Mas Radit tidur Sya. " Ujar Rida kepada Sya.


" Biarin Mbak, kayaknya Mas Radit capek banget. " Untung saja sofa di kamar ini cukup panjang dan luas, jadi muat untuk tubuh besar dan tinggi Radit.


" Sebentar Mbak, aku naruh Kendra dulu. Kayaknya dia udah nyenyak. "


Sya beranjak dari duduknya dan meletakkan Kendra di atas Ranjang agar tidurnya lebih nyaman. Setelahnya baru melanjutkan kegiatan bersih-bersihnya.


" Akhirnya ini make up bersih juga. " Ujar Asti menghela nafas.


Untuk pemberitahuan saja, saat ini Asti sedang hamil muda. Tentu saja hal ini membuat tubuhnya menjadi lebih sering terasa lelah.


Tidak lama kemudian masuklah Fardan untuk menjemput Asti, biar bagaimana pun Asti juga harus istirahat bukan. Seharian ini dia sudah menemani Sya bersama Rida.


" Aku balik ke kamar dulu ya Sya. " Ujar Rida kepada Sya.


" Iya Mbak, makasih ya udah bantuin aku bersih-bersih. " Ujar Sya kepada Rida.


Merasa tubuhnya juga lelah, Sya merebahkan dirinya di samping Kendra. Dan benar saja, tidak lama setelahnya Sya ikut berkelana di alam mimpi seperti Radit dan Kendra.


Sya terbangun karena merasa ada seseorang yang sedang mengelus pipinya.


" Hmmmm.... " Ujar Sya menggeliatkan tubuhnya. Dengan perlahan matanya mulai terbuka.


" Aku ganggu tidur kamu ya? Maaf ya sayang. " Terlihat Radit yang ada di hadapannya. Hal ini tentu saja membuat Sya tersentak kaget.


" Mas, kok disini. " Tanya Sya dengan bingung.


" Memangnya kenapa? nggak boleh aku disini. " Tanya Radit kepada Sya. Sepertinya Sya lupa jika mereka sekarang sudah sah menjadi suami istri.


" Nanti kalo Mama sama Ayah tau gimana coba? " Tanya Sya kepada Radit.


" Memang kenapa kalo mereka tau? Kan kita sudah sah sayang. " Jawab Radit seraya tersenyum manis.


Seketika Sya teringat jika tadi pagi dia sudah sah menjadi istri seorang Radit


" Hehe... lupa Mas. " Ujar Sya tersenyum malu.


" Kamu ini. Ya udah bangun dulu yuk, kamu belum makan siang kan? Ini udah hampir jam 4. Aku udah minta pelayan hotel buat bawain makan siang kita. Sekarang kita makan dulu, sebelum Kendra bangun. Kita nikmati waktu berdua kita, kalo Kendra udah bangun seketika itu juga kamu jadi hak milik Kendra. " Ujar Radit cemberut.


" Sama anak sendiri nggak boleh cemburu Mas. " Ujar Sya mencubit hidung mancung Radit.


Ya, sore ini mereka menikmati makan siang berdua di dalam kamar. Sedangkan Kendra masih berkelana di dalam mimpinya tanpa tau jika Ayahnya sedang bermesraan dengan Bundanya.


.


.


.



...photo by Google...


Yang kemarin nunggu undangan dari Radit dan Sya ini udah aku buatin ya😂


#abaikan tahun karena aku suka design undangannya🤣


_____________________________


Maaf ya lagi-lagi aku buat kesalahan di part sebelumnya, entah kenapa akhir-akhir ini aku jadi kurang fokus, sampai jalan cerita yang aku buat sendiri aja lupa 🙃


Sekali lagi terima kasih buat kalian semua yang udah baca cerita aku, mau ngoreksi setiap kesalahan aku. Pokoknya love sama kalian 😍💕


Jangan capek-capek ya buat terus kasih aku kritik dan sarannya, ini berguna banget ngebuat tulisan aku InshaAllah jadi lebih baik lagi😊


Terima kasih😘💕