
Setelah pembicaraan antara Sya dan Radit beberapa hari yang lalu, Sya memutuskan untuk tidak membahasnya lagi. Sya lebih memilih untuk membiarkan Radit menyembuhkan dirinya sendiri setelah kejadian kemari. Toh Sya juga tidak terlalu ingin memiliki anak lagi dalam waktu dekat ini. Fokusnya sekarang adalah kepada Radit, Kendra dan baby Rendra.
Hari-hari Sya, Radit dan juga Kendra semakin berwarna sejak kehadiran baby Rendra di tengah-tengah mereka. Selalu ada saja drama antara 3 laki-laki beda usia itu yang terkadang harus membuat Sya menghela nafas agar lebih sabar.
Radit dan Kendra tidak pernah berhenti saling berebut, entah itu mengenai Sya ataupun baby Rendra. Untung saja selama 5 hari ini Mama Farida dan Ayah Dodi masih di rumah Radit, jadi mereka bisa membantu Sya kalau sewaktu-waktu Radit dan Kendra sedang berulah. Sya bisa menitipkan Rendra kepada mereka Mama dan Ayah. Barulah Sya menyelesaikan urusannya dengan si pembuat onar.
Bagaimana tidak, saat Sya dengan susah payah menidurkan baby Rendra, baik Kendra atau Radit selalu saja mengusili bayi kecil itu dan membuatnya terbangun. Hal ini membuat Sya harus berusaha keras lagi untuk bisa membuat baby Rendra tidur.
Atau kalau Sya sedang mennyusui baby Rendra di temani oleh Kendra, maka saat Radit mendekati mereka Kendra akan langsung berteriak marah dan melarang Radit untuk mendekat. Dan Radit tentu tidak akan semudah itu untuk mengalah kepada Kendra.
Seperti sekarang ini, Sya sedang menyusui baby Rendra dan Radit dengan gemas menciumi pipi bayi merah itu. Kalau kalian tanya dimana Kendra berada sekarang kenapa bisa membiarkan Radit mendekati Sya dan baby Rendra? Jawabannya Itu karena Kendra sedang ada di sekolah. Jadi Radit bisa bebas mendekati Sya dan baby Rendra tanpa adanya penghalang jadi bodyguard kecil mereka.
"Mas, jangan di ciumin terus nanti adek enggak bobok-bobok. " Ujar Sya kepada Radit.
"Gemes sayang, ihhh pengen cubit pipinya. " Ujar Radit menciumi pipi baby Rendra yang semakin chubby itu.
"Nanti adek bangun lagi Mas. " Ujar Sya lagi.
Dan benar saja, baru juga Sya menyelesaikan kata-katanya baby Rendra sudah membuka matanya.
"Tuh kan adek bangun, Mas sihhh. " Ujar Sya kesal.
"Hehe, maaf sayang. " Radit menjawab dengan tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Nih adek gendong dulu, aku mau ambil ASI aja biar adek ***** pake botol. Mas harus tanggung jawab buat adek tidur. " Ujar Sya seraya menyerahkan baby Rendra kepada Radit.
Dan untungnya begitu Sya melepaskan sumber ASI miliknya baby Rendra tidak menangis. Matanya hanya berkedip-kedip menatap wajah Radit.
Sya memang memiliki stok ASI hasil pumping di kulkas karena kebetulan ASI nya juga keluar dengan berlimpah. Tadinya Sya tidak ingin melakukan pumping, tapi karena baby Rendra minumnya sangat banyak dan untuk memudahkan Sya juga mau tidak mau Sya melakukannya.
Sekitar 5 menit Sya menghangatkan ASInya kemudian langsung memberikannya kepada Radit. Tidak perlu keluar kamar karena Radit sudah membeli kulkas mini yang di letakkan di kamar untuk menyimpan beberapa ASI.
"Kamu nenenin adek dulu Mas dan jangan lupa buat adek tidur, aku mau mandi dulu, badan aku rasanya lengket banget soalnya. " Ujar Sya kepada Radit. " Semangat Ayah... " Sya tersenyum kecil melihat Radit yang terdiam di tempatnya.
Salah sendiri sudah membangunkan baby Rendra yang sedang tidur kan?
Sejak Sya melahirkan, Fardan dan Asti memang belum datang ke Jakarta untuk mengunjunginya dan baby Rendra. Hal ini karena mereka sedang ada di Bali untuk menyelesaikan proyek Fardan yang belum selesai. Tapi tenang saja, mereka berdua sudah mengirimi Sya dengan banyak hadiah atas kelahiran baby Rendra. Dan bagi Sya pun tidak masalah mereka tidak datang, karena yang penting adalah doa dari mereka untuk baby Rendra.
Sedangkan Rida, Raga dan Aurel, mereka belum datang mengunjungi Sya dan baby Rendra karena mereka sedang liburan di Turki. Sengaja mereka liburan lebih cepat dari tanggal kelahiran Sya, tapi takdir berkata lain, jadi ya mau bagaimana lagi.
"Belum Mas, 15 menit lagi. " Jawab Sya dari dalam kamar mandi. "Kamu ajak adek main dulu, aku masih berendam. " Tambah Sya. Rasanya tubuh Sya benar-benar rileks sekarang ini.
Hening, tidak ada jawaban dadi luar Sya pikir Radit sedang mengajak baby Rendra untuk bermain seperti yang Sya katakan. Namun saat sudah 10 menit dan Sya tidak mendengar suara dari keduanya buru-buru Sya menyelesaikan acara mandinya, Sya takut kalau Radit berbuat aneh-aneh kepada baby Rendra.
5 menit kemudian Sya keluar dari kamar mandi, terlihat Radit yang sekarang sudah tertidur di ranjang dengan baby Rendra yang ada di atas tubuhnya. Benar-benar pemandangan yang sangat manis.
Buru-buru Sya mengambil ponselnya untuk mengabadikan moment ini.
Malam harinya, seperti biasa selama beberapa hari ini setelah selesai makan malam, Ayah Dodi dan Radit akan membicarakan sesuatu di ruang keluarga. Entah itu mengenai pekerjaan atau hal-hal random lainnya, dan kali ini pembahasan mereka adalah kambing untuk aqiqahan baby Rendra.
"Kamu sudah beli kambing kan Dit? " Tanya Ayah Dodi kepada Radit.
"Kambing buat apa Yah? " Tanya Radit bingung. Memangnya untuk apa dia membeli kambing kan? Radit tidak berencana untuk membiayai ternak kambing ataupun membuat makanan dari kambing utuh.
"Kok buat apa to nang nang, ya buat aqiqah adek Rendra to, 2 hari lagi kan harus buat acara aqiqah. Potong kambing 2 ekor buat bayi laki-laki. " Ujar Ayah Doi menjelaskan.
Benar saja, Radit sampai lupa mengenai aqiqah baby Rendra yang akan di lakukan 2 hari lagi.
"Oo iya yah, Radit hampir aja lupa. Kalau gitu besok kita langsung cari aja Yah. Sama Ayah deh, soalnya Radit juga enggak tau kambing yang bagus yang mana buat acara aqiqah. " Ujar Radit kepada Ayah Dodi. Memang Radit sama sekali tidak tau mengenai dunia perkambingan.
Dan untungnya Ayah Dodi menyanggupi permintaan dari Radit.
" Ya sudah, besok pergi ke peternakan kambingnya sekalian. " Jawab Ayah Dodi.
Radit menganggukan kepalanya, untuk kali ini yang bisa Radit lakukan memang menuruti apa yang Ayah Dodi katakan, karena bagaimanapun untuk hal seperti ini Radit memang masih sangat awam.
"Iya yah, Radit hubungi Andre dulu biar dia yang cari dimana peternakannya. " Ujar Radit