Baby... I Love You

Baby... I Love You
Ya sayang...



" Sayang, jadi kapan aku bisa melamar kamu ke Ayah dan Mama? Eehhh apa nggak usah lamaran kali ya. Kita langsung nikah aja gimana? " Ujar Radit kepada Sya.


Ya, jika sudah berdua seperti ini maka Radit akan berubah menjadi seperti anak kecil yang begitu manja, bahkan dia lebih manja dari pada Kendra.


" Terserah Mas maunya kapan. " Jawab Sya santai, saat ini yang ada di fokusnya hanya Ayam bakar yang tadi Andre pesanan untuk makan siangnya dan Radit.


" Beneran terserah aku? " Kali ini Radit menyukaimu jawaban terserah yang Sya lontarkan. Itu berarti Radit berkesempatan untuk melakukan apapun yang dia mau. Dan Radit ingin secepatnya melamar Sya.


" Heem. " Sya tidak sadar jika jawaban yang dia berikan ini akan membuat kejutan untuk dirinya sendiri di kemudian hari.


" Oke. "


Mendengar jawaban dari Sya membuat Radit bahagia sepanjang hari ini. Banyak rencana yang tersusun di dalam kepalanya yang tidak akan pernah Sya duga.


Untuk masalah memberikan kejutan, maka Radit tidak akan tanggung-tanggung dalam melakukannya. Dia akan melakukan dengan sangat totalitas. Terlebih ini semua tentang Sya, tentang wanita yang dia cintai.


" Mas makanannya di habisin dulu, ini bentar lagi waktu istirahat habis loh. " Ujar Sya kepada Radit.


" Emang kalo waktu istirahat habis kenapa? Disini kan bosnya aku. Memang siapa yang berani memarahi aku? " Ujar Radit dengan nada sombongnya.


" Iya deh Pak Direktur terhormat. Tidak ada yang bisa memarahi Anda. " Ujar Sya dengan nada yang dibuat-buat.


" Hahaha... kamu lucu deh. "


" Nanti kalo aku udah habis duluan aku langsung balik ke ruangan aku ya. " Ujar Sya kepada Radit.


" Eehhh, mana bisa gitu, sebelum aku selesai makan kamu nggak boleh keluar dari ruangan ini. " Ujar Radit dengan tegas. Enak saja Sya mau meninggalkan dia untuk makan sendirian.


" Lah aku kan bukan Direktur yang kalo telat nggak ada yang marahin Mas. Aku kan cuma karyawan biasa. " Ujar Radit memberikan penjelasan.


" Kamu karyawan biasa tapi kamu juga menjabat sebagai calon istri Direktur. Jadi, siapa yang berani memarahi kamu? Aku aja yang Direktur nggak pernah marahin kamu. " Jawab Radit dengan santai.


Baiklah, jika sudah seperti ini maka Sya sudah tidak bisa memberikan perdebatan lagi. Dia sudah kalah telak dengan Radit.


Sya sudah menyelesaikan makan siangnya, dia berjalan ke pantry untuk mencuci tangannya.


" Sayang di kulkas ada puding cokelat. Kalau kamu mau makan aja, bawa kesini. " Ujar Radit dari tempat duduknya.


" Iya Mas. "


Sya kembali ke sofa dimana Radit masih makan disana membawa puding cokelat.


" Ini siapa yang buat? Enak banget Mas. " Tanya Sya kepada Radit.


" Mama, tadi Mama nitipin ke Pak Agus. "


Radit segera menyelesaikan makan siangnya, kemudian dia duduk di samping Sya.


" Sayang aku mau. " Ujar Radit dengan manja. Sungguh saat ini wajah Radit begitu sama dengan Kendra. Sangat menggemaskan. Namun jika mode dinginnya sudah keluar, beeehh jangan tanyakan lagi, semua orang yang melihatnya akan merasa membeku sendiri.


" Ya itu masih ada Mas, bentar aku ambilin piring kecil dulu. " Ujar Sya yang akan beranjak dari duduknya untuk mengambilkan Radit piring.


" Nggak usah sayang. Kita satu piring berdua aja. Kamu suapin aku. " Ujar Radit seraya tersenyum manis.


" Manja deh. "


" Nggak papa, sama siapa lagi aku bisa manja-manjaan kalo bukan sama kamu. Kalo sama mama nggak mungkin, yang ada aku nanti di ketawain, apa lagi sama Papa, nanti di kira aku lagi kesambet. " Ujar Radit seraya tertawa kecil " Lagian kesempatan aku manja-manjaan sama kamu cuma di kantor kan, setiap kamu main ke rumah kamu langsung dalam kekuasaan Kendra. Jadi aku bisa apa. "


" Hahaha... Kendra kan masih kecil Mas, wajar kalo dia lebih manja. Kalo kamu kan udah tua. " Ujar Sya tertawa.


" Enak aja aku udah tua, umur aku baru 30 tahun. Sedang matang-matang nya untuk usia seorang laki-laki. " Jawab Radit dengan bangga. " Lagian Kendra posesif banget deh kalo sama kamu, perasaan aku nggak pernah ngajarin dia begitu. " Ujar Radit dengan bingung.


" Kamu nggak pernah ngajarin tapi darah kamu mengalir deras di dalam tubuh Kendra. Jadi sifat posesif Kendra itu emang turunan dari kamu Ayahnya. Kamu nggak sadar kalo kamu itu posesif banget Mas? " Ujar Sya mengingatkan Radit.


" Enggak, Aku posesif cuma sama kamu kok sayang. " Ujar Radit membela diri.


" Ya itu, emang Kendra posesif kalo ke siapa? " Tanya Sya kepada Radit.


" Ya cuma ke kamu juga. " Jawab Radit pelan.


" Lah itu, jadi udah paham kan sifat posesif Kendra itu dari mana. Ya dari kamu sendiri Mas. " Sya tertawa karena tidak tahan melihat ekspresi wajah Radit yang terlihat begitu polos itu.


" Iya yah. " Jawab Radit dengan polos. " Ya udah aaa... " Radit membuka mulutnya meminta disuapi puding oleh Sya.


Akhirnya mereka makan puding dalam piring yang sama.


" Mas Aku ke ruangan aku ya, udah habis jam istirahat. " Ujar Sya kepada Radit.


" Nanti, 5 menit lagi sayang. " Ujar Radit menolak.


" Sayang, aku tau kamu Direktur dan nggak akan ada yang berani marahin kamu kalo kamu telat atau apapun itu. Tapi kita harus profesional. Di kantor aku masih karyawan kamu, bukan lagi kekasih. Jadi aku harus menaati peraturan kantor. " Pada akhirnya Sya mengeluarkan panggilan sayang kepada Radit agar laki-laki keras kepala itu menjadi luluh dan mengijinkan Sya kembali ke ke ruangannya. Sya tau kelemahan Radit, dia paling tidak bisa menolak permintaan Sya jika gadis itu sudah memanggilnya sayang.


" Ya udah Iya, kamu boleh balik ke ruangan kamu. " Ujar Radit kepada Sya.


Nah benar kan, pada akhirnya Radit akan langsung luluh jika Sya sudah memanggilnya sayang seperti ini.


" Makasih Mas. " Sya tersenyum bahagia " Ya udah aku balik ya. " Ujar Sya kepada Radit.


" He.em " Radit menganggukan kepalanya. " Tapi cium dulu. " Ujar Radit kepada Sya.


" Nggak mau, belum muhrim. Emang kamu Kendra minta cium-cium segala. " Ujar Sya kepada Radit.


" Enak ya jadi Kendra. " Radit bergumam sendiri.


" Haha.. Mas lucu banget sih. Selamat bekerja sayang, aku keluar ya. " Sya mencoba untuk menggoda Radit.


" Jangan lupa mikirin aku ya. " Ujar Radit kepada Sya.


" Kalau aku mikirin kamu yang ada kerjaan jadi ngga selesai-selesai Mas. "


" Hahaha... " Radit tertawa bahagia.


.


.


.


Maaf ya buat episode sebelumnya, aku bener-bener lupa. Jadi sebagai gantinya hari ini aku double up. 😁


Terima kasih buat kritik dan saran kalian semua, itu sangat membantu buat aku😍


Terima Kasih😘💕