
Saat adzan shubuh berkumandang, Sya terbangun. Entah kenapa pagi ini terasa sangat berbeda dari biasanya. Perlahan Sya membuka matanya, tepat di depan matanya sebuah dada bidang terpapang di wajahnya. Seketika ingatannya kembali ke kejadian semalam. Wajahnya berubah menjadi merah merona karena malu.
**flashback
" Terima kasih sayang. " Ujar Radit kepada Sya setelah mereka selesai melakukan sebuah sunah rosul.
" Terima kasih buat apa? " Tanya Sya kepada Radit.
" Terima kasih karena menjadikan aku yang pertama dan percaya padaku. " Jawab Radit menatap mesra Sya.
flashback off
Namun segera Sya singkirkan bayangan itu, ini sudah shubuh dan dia harus mandi wajib dulu sebelum sholat. Baru saja akan beranjak dari tidurnya, ternyata tangan Radit masih membelit pinggangnya.
" Mas, bangun. Mandi dulu abis itu sholat shubuh. " Bisik Sya di telinga Radit.
" Sebentar sayang, 5 menit lagi. " Jawab Radit dengan suara seraknya.
" Ya udah, kalau gitu lepasin dulu. Aku mau mandi Mas. " Ujar Sya kepada Radit.
" Masih mau peluk sayang. " Jawab Radit dengan manja.
" Mas, nanti keburu waktu sholat shubuh habis. Awas dulu aku mau mandi. " Ujar Sya masih membujuk Radit.
Mau tidak mau Radit melepaskan pelukannya kepada Sya. Baru setelahnya Sya beranjak dari ranjang menuju kamar mandi.
Radit tersenyum diatas tempat tidur, dia bahagia karena menjadi laki-laki yang pertama untuk Sya. Jujur saja, dulu saat bersama Audrey dia bukanlah yang pertama untuk mantan istrinya itu. Untuk itu saat bersama Sya egonya seketika melambung tinggi karena saking bahagianya.
Teringat Sya yang saat ini sedang mandi, Radit beranjak dari ranjang dan hanya menggunakan boxer nya saja.
tok... tok... tok...
" Sayang aku mau mandi juga, buka pintunya, kita mandi bareng aja biar lebih cepet. " Ujar Radit dari depan pintu.
" Nggak mau, kamu tunggu aja mas, bentar lagi aku selesai. " Jawab Sya dari dalam.
" Ayolah yank. " Ujar Radit membujuk.
" Nggak mau. " Jawab Sya final.
Radit hanya bisa menghela nafas pasrah dengan penolakan Sya.
......~~~......
Saat ini keluarga Sya sedang sarapan bersama, Ayah Dodi sudah bersiap untuk berangkat ke Kampus. Mama Farida juga sudah terlihat rapi, katanya dia ada acara di rumah teman arisan nya. Asti dan Fardan juga sudah rapi karena hari ini ada jadwal cek kandungan. Sedangkan Sya dan Radit tidak memiliki agenda apapun hari ini. Sebenarnya bukan tidak memilikinya, hanya saja mereka memang belum membuat rencana.
Kendra? Bocah lucu itu sedang fokus menikmati sereal dengan susu cokelatnya dan juga segelas susu strawberry kesukaannya. Aneh bukan? Tapi mau bagaimana lagi, Kendra menyukainya.
Hanya ada pembicaraan basa-basi seperti biasa, setelahnya Ayah Dodi dan Mama Farida berpamitan untuk berangkat.
" Ayah sama Mama berangkat dulu ya, soalnya Mama sekalian ikut mobil Papa. " Ujar Mama Farida. " Asti sama Mas Fardan jadi cek kandungan hari ini kan? " Tanya Mama Farida.
" Jadi Ma, ini bentar lagi kok. " Ujar Asti menjawab.
Setelah berpamitan dengan semua anggota akhirnya Mama Farida dan Ayah Dodi berangkat juga. Tinggal lah Radit, Fardan dan Kendra yang duduk di ruang keluarga entah sedang membicarakan apa, sedangkan Kendra sedang mewarnai buku menggambarnya. Berbeda lagi dengan Sya dan Asti yang saat ini masih ada di dapur.
Sya sedang mencuci piring bekas sarapan mereka, sedangkan Asti sedang duduk menungguinya. Bukan tanpa alasan, tapi ini karena Sya yang melarangnya ikut membantu.
" Kamu tadi pagi udah nggak mual lagi As? " Tanya Sya kepada Asti.
" Masih mual sih, tapi nggak sampai muntah kayak kemarin-kemarin. " Jawab Asti.
" Oo iya, Alhamdulillah dong. "
" Tadi pagi aku liat rambut kamu basah? Jangan-jangan Mas Radit udah berhasil buka segel kamu yah? " Tanya Asti menggoda Sya. Pasalnya tadi sehabis shubuh mereka berpapasan di dapur saat Sya akan mengambil air minum. Dan Asti tentu saja langsung bisa menebaknya, karena dia pun sering seperti itu. Dan juga karena Sya tidak biasanya mandi di jam shubuh.
" Husshh, jangan kenceng-kenceng ngomongnya. Ini semua terjadi juga gara-gara kamu. " Ujar Sya cemberut.
Bukannya Sya tidak senang, hanya saja sebelumnya Sya berencana menunda melakukan itu dengan Radit.
" Halah, tapi kamu suka kan? " Ujar Asti masih menggoda Sya.
Blush, pipi Sya seketika memerah.
" Asti, kok kamu gitu sih. Sejak kapan kamu jadi mesum begini. " Ujar Sya kepada Asti.
" Ya sejak menikah sama Mas kamu lah. Emang siapa lagi yang ngajarin aku mesum kalo bukan Mas Fardan. " Jawab Asti dengan entengnya.
" Tau ah, males. ngomong sama kamu. " Ujar Sya cemberut yang membuat Asti justru tertawa bahagia karena berhasil menggoda Sya.
" Sayang.... " Terdengar suara Fardan.
" Ya Mas. " Jawab Asti menyahuti panggilan dari Fardan.
" Ayo, udah siang. Kita harus berangkat sekarang. " Ujar Fardan seraya mendatangi istri dan adiknya yang tengah bercengkrama itu.
" Mas pamit dulu ya dek. Nggak papa kan di rumah sama Kendra dan Mas Radit aja? " Ujar Fardan kepada Sya.
" Ya nggak papa dong Mas, kan sama suami dan anaknya. " Ujar Asti yang justru menjawabnya.
" Yang ditanya Sya loh yank. " Ujar Fardan kepada Asti yang hanya dijawab kekehan kecil wanita itu.
" Iya bener kata Asti Mas, adek nggak papa kok ditinggal. Ada Kendra sama Mas Radit. " Ujar Sya menjawab.
" Nanti jangan lupa ya ceritain sama aku malam pertama kamu kayak apa. " Bisik Asti seraya mengerlingkan mata menggoda Sya.
Sya yang mendengarnya hanya bisa memelototkan matanya.
...~~~...
Sepeninggalnya Fardan dan Asti, Sya beranjak dari dapur menghampiri suami dan anaknya di ruang keluarga.
" Bunda.. " Panggil Kendra dengan antusias.
" Haii, Kendra sedang mewarnai apa? " Tanya Sya mendekat ke arah Kendra.
" Mewalnai gambal Bunda, Ayah, Kendla sama dedek bayi. " Ujar Kendra menunjukkannya. Memang gambar yang sedang Kendra warnai adalah sebuah gambar keluarga dengan 2 anak laki-laki dan perempuan.
" Kendra mau dedeknya baby girl atau baby boy? " Tanya Radit kepada Kendra.
Sya juga penasaran dengan jawaban Kendra.
Kendra terlihat diam seperti sedang berpikir.
" Emmm, Kendla mau punya dedek bayi apa ya? baby gell atau baby boii. " Ujar Kendra yang sepertinya masih bingung dengan keinginannya.
" Baby gelll aja bial kayak dedek Ulel. " Ujar Kendra memutuskan. " Eehh, baby boiii aja deh bial Kendla punya temen main bola. " Ujar Kendra meralatnya.
Hal ini membuat Sya dan Radit tertawa melihat tingkahnya.
" Jadi baby girl atau baby boy nih keputusan Kendra? " Tanya Radit memastikan.
Sedangkan Sya hanya menontonnya menunggu sebuah keputusan dari Kendra.
" Kendla bingung Ayah, Kendla mau punya dedek baby gell , tapi juga mau punya dedek baby boiii. " Ujar Kendra kepada Radit. " Eemmm, kalo dedek bayinya baby gell sama baby boiii boleh? " Tanya Kendra dengan wajah polosnya.