Baby... I Love You

Baby... I Love You
Bertambah Posesif



Setelah permasalahan yang terjadi diantara Sya dan Radit, kini Radit menjadi lebih posesif dibandingkan sebelumnya. Sya benar-benar tidak habis pikir dengan suaminya itu. Bahkan hanya untuk pergi ke Supermarket yang letakknya tidak jauh dari rumah saja Sya harus bersama dengan Radit. Dan meskipun Sya pergi bersama Mbok Inah atau Mbak Tinah pun Radit tetap tidak mengijinkannya.


Seperti sekarang ini, Sya sedang meminta ijin kepada Radit untuk bisa jalan-jalan ke taman komplek. Tapi apa jawaban Radit, suaminya itu tidak memberikan ijin kepadanya.


"Mas, aku tuh bosen di rumah terus, Rendra sama Kendra juga pasti bosen sama kayak aku. Ayolah Mas, cuma di taman komplek doang. Aku juga ajak Mbak Tinah sama Mbok Inah." Sya masih berusaha untuk meminta ijin kepada Radit.


"Sayang, aku takut kalau kamu pergi keluar tanpa aku disamping kamu." Ujar Radit dengan lembut.


"Takut kenapa? Kasih aku alesan yang jelas dong Mas." Sya semakin tidak sabar menghadapi sifat posesif Radit yang menurut Sya sangat berlebihan itu.


"Aku takut kamu di godain laki-laki hidung belang sayang." Lagi-lagi Radit memberikan alasan yang menurut Sya sangat tidak masuk akal.


"Memangnya aku cantik banget apa sampai di godain begitu." Ujar Sya sewot. Sya yang biasanya kalem, lembut dan sabar kini kesabarannya sedang di uji oleh suaminya sendiri. Bahkan Sya lebih bisa menangani Kendra dan baby Rendra disaat mereka rewel dibandingkan dengan menangani sifat posesif Radit yang tidak masuk akal.


"Ya emang kamu cantik banget, bahkan menurut aku kamu adalah wanita paling cantik di dunia ini. Kamu emangnya nggak sadar kalau kamu tuh cantik banget sayang." Ujar Radit kepada Sya.


Mendengar itu Sya hanya bisa memutar bola matanya kesal.


"Aku emang tau kalau aku cantik Mas, tapi kecantikan aku ini bukan kecantikan yang bisa membuat setiap laki-laki yang melihat aku langsung terpesona. Kamu jangan berlebihan deh Mas" Sya benar-benar kesal sekarang ini.


"Apa sih sayang, aku enggak berelbihan ya. Kamu aja yang enggak tau kalau setiap laki-laki yang melihat kamu pasti akan langsung terpesona." Radit masih kekeh dengan pendapatnya.


"Mas, aku ingetin ya, aku pergi ke taman itu sama Kendra dan Rendra, semua orang yang melihat aku juga pasti bakal tau kalau aku itu seorang ibu dari 2 orang anak. Ditambah dijari manis aku juga terpasang cincin nikah. Jadi jelas kalau aku adalah wanita yang memiliki seorang suami. Apa perlu aku pergi ke taman komplek sambil bawa buku nikah kita berdua agar bisa memperjelas status aku?" Berbicara dengan Radit membuat Sya berharap kalau Tuhan akan memberikan stok kesabaran sebanyak mungkin untuknya.


"Jaman sekarang meskipun udah tau kalau wanita itu udah punya anak dan suami itu nggak berpengaruh sayang. Biasanya wanita yang sudah bersuami justru lebih menarik dimata laki-laki jaman sekarang." Ujar Radit masih dengan memberikan alasan agar membuat Sya tetap berdiam di rumh saja.


"Jadi maksudnya Mas juga tertarik sama istri orang? Begitu?" Ini adalah kali pertama sepanjang pernikahannya dengan Radit, Sya meninggikan suaranya.


Radit seketika langsung tersentak mendengar ucapan Sya. Mana mungkin dia menyukai istri orang lain disaat istrinya sendiri sudah sangat sempurna untuknya.


"Apa sih sayang, tuduhan kamu itu sangat tidak berdasar. Mana mungkin aku suka sama istri orang lain. memiliki kamu aja aku udah sangat bersyukur dan merasa beruntung." Jujur Radit sedikit tersinggung mendengar tuduhan yang Sya alamatkan kepadanya.


"Tidak berdasar bagaimana sih Mas? Kan kamu sendiri yang bilang kalau istri orang terlihat lebih menarik." Jawab Sya santai.


"Aku kan bilangnya laki-laki jaman sekarang yang ada di luaran sana, bukan aku sayang. Aku mana pernah tertarik sama istri orang." Ujar Radit menyangkal tuduhan Sya.


"Tau ah, aku males ngomong sama Mas Radit. Aku tutup, Assalamu'alaikum." Setelah mengatakan itu tanpa menunggu Radit menjwab ucapannya terlebih dahulu, Sya langsung mematikan sambungan telefon diantara mereka.


Sya menghela nafasnya kasar, hal ini membuat menarik perhatian Mbak Tinah yang ada didekatnya sedang menggendong baby Rendra, sedangkan Kendra sedang sibuk dengan buku gambar dan pensil mewarnainya.


Mbak Tinah tersenyum melihat Sya yang terlihat sangat lesu setelah perdebatan panjangnya dengan suaminya sendiri.


"Kenapa Mbak Sya? Mas Radit tetap tidak mengijinkan Mbak Sya ke taman kompelk?" Tanya Mbok Inah kepada Sya.


Lagi-lagi Sya menghela nafas.


"Ya gitu Mbok, aku enggak tau kenapa sifat posesif Mas Radit semakin menjadi-jadi sekarang. Mas Radit tuh keterlaluan banget Mbok, masa cuma ke taman komplek aja enggak boleh. Emangnya siapa sih laki-laki yang bakal godain ibu 2 anak kayak aku ini, di tambah kan ada Mbak Tinah juga yang nemenin aku dan anak-anak." Ujar Sya mengadu kepada Mbok Inah.


"Ya namanya juga Mas Radit terlalu cinta sama Mbak Sya. Mungkin Mas Radit emang bener-bener takut kehilangan Mbak Sya." Jawab Mbok Inah. Jujur saja Mbok Inah baru melihat Radit bersikap seperti ini. Sangat berbanding terbalik dengan sifatnya saat bersama mendiang mantan istrinya dulu.


"Aku tau Mbok, tapi kalau Mas Radit terlalu posesif seperti ini aku juga enggak nyaman. Aku juga cinta banget sama Mas Radit, tapi aku tidak pernah seposefif itu ke dia." Sya masih tidak menerima kalau cinta dijadikan alasannya.


"Nanti lebih baik Mbak Sya bicarakan saja sama Mas Radit. Keluarin semua unek-unek Mbak Sya, jangan dipendam. Takutnya nanti malah jadi boomerang buat pernikahn kalian kedepannya." Ujar Mbok Inah memberikan nasihatnya kepada Sya.


Sya terdiam mendengar ucapan Mbok Inah, benar yang asisten rumah tangganya itu katakan. Dia harus segera menyelesaikan masalah ini dengan Radit.


Pasti juga ada sesuatu yang membuat Radit menjadi posesif seperti ini. Tidak mungkin kan kalau tidak ada alasan?


Bahkan sekarang ini Radit menghubunginya menjadi 1 jam sekali. Mungkin jika hanya itu Sya masih merasa nyaman.Tapi sikap posesif Radit? Sungguh Sya merasa sangat terganggu.


Pada akhirnya sama seperti sebelum-sebelumnya, Sya tetap di rumah sesuai yang Radit perintahkan. Karena Sya sendiri juga tidak berani kalau harus pergi dari rumah tanpa ijin Radit. Sudah cukup sekali Sya melakukannya disaat dia kabur ke Bali tanpa pamit kepada suaminya itu. Sya tidak mau melakukannya lagi.


"Bunda...Kita jadi ke taman?" Tanya Kendra kepada Sya. Pasalnya tadi Sya memang mengajak Kendra untuk pergi ke taman komplek.


Sya tersennyum kepada Kendra.


"Lain kali ya Bang, kita pergi ke taman sama Ayah aja."


.


.


.


Jujur aku juga kesel sama Radit setelah baca ulang part ini😂


Selamat membaca, jangan lupa kritik dan sarannya🤗


Jangan lupa juga baca Laras for Dani.😍


Terima Kasih😘💕