
Sya menatap wanita di depannya itu seraya tersenyum penuh kemenangan. Sebenarnya Sya bukan tipe yang suka pamer, tapi wanita ini seperti memaksa Sya untuk menunjukkan taringnya demi keutuhan rumah tangganya.
" Ooo, Pak Radit ternyata sudah menikah lagi ya. Duhhh, sayang sekali saya belum sempat mencoba untuk pdkt sama dia. " Ujar wanita itu tanpa tau malu.
" Dan memang sudah tidak ada kesempatan lagi. " Jawab Sya datar. " Lagian sepertinya mbak ini bukan tipe suami saya sih. Suami saya nggak suka sama perempuan yang ngejar dia duluan. Soalnya dia sukanya ngejar. Dan yang pasti, yang dandanannya nggak menor kaya embak. " Ujar Sya seraya menampilkan senyumnya. Bukan maksud Sya menghina wanita itu, tapi ya gimana wanita itu saja tidak tau malu. Sudah tau kalau Radit sudah memiliki istri, tapi dia masih bisa dengan entengnya berbicara seperti itu.
" Menor? Kamu aja yang nggak tau make up. Ciihh, jadi ibu sambung aja gayanya udah sok. Pasti kamu nikah sama Pak Radit karena hartanya kan. Aahh jaman sekarang mah kalo perempuan muda mau nikah sama duda itu pasti karena hartanya. " Ternyata wanita itu justru bersikap seolah menebarkan bendera perang kepada Sya.
Sya mencoba untuk menahan emosinya dan tetap menampilkan senyum tenangnya. Baiklah, jika memang harus berperang sekarang, maka ayo kita selesaikan. Ujar Sya dalam hati.
" Iiihhh, embak tau aja deh. Iya sih, saya mau nikah sama Mas Radit ya karena dia itu kaya. Kalau nggak kaya mah mana mau saya nikah sama duda. Kayak yang nggak ada laki-laki perjaka aja. Tapi ya mbak, meskipun saya itu matre, tapi Mas Radit tuh bucin banget loh sama saya. Mau bukti nggak? Nih ya saya liatin betapa bucinnya Pak mantan duda itu. Eehh sekalian kenalan juga sama suami saya Mbak. " Sya mengeluarkan ponselnya berniat untuk menghubungi Radit.
" Tidak usah, nggak penting juga buat saya. " Jawab wanita itu dengan jutek, bertepatan juga dengan kelas Kendra yang sudah selesai. Anak-anak sudah mulai berhamburan keluar.
Belum sempat Sya menjawab ucapan wanita itu, tiba-tiba dia sudah pergi bersama seorang anak perempuan berkucir.
" Loh Mbak, nggak jadi kenalan sama mantan duda? Ini mumpung saya sebagai istri sah kasih kesempatan loh. " Ujar Sya dengan suara sedikit dikeraskan. Tentu saja itu membuat wanita tadi memelototkan matanya kearah Sya. Karena kalimat Sya itu membuat dia ditatap oleh ibu-ibu lainnya.
" Bunda... Bunda lagi ngomong sama siapa? " Tanya Kendra yang tiba-tiba saja sudah ada di samping Sya.
" Loh, Abang kok udah disini aja. " Tanya Sya kepada Kendra.
" Iya dong, dari kelas aja Abang udah liat Bunda disini bicala sama Mamanya Selil. " Jawab Kendra. Memang tadi saat melihat kearah luar dari jendela, Kendra melihat Sya yang sedang berbicara dengan mama salah satu temannya, Seril. Tentu saja Kendra sangat senang karena Sya menjemputnya.
" Ya udah, kita ke kedai es krim dulu mau nggak? Bunda rasanya panas banget soalnya, pengen yang dingin-dingin. " Ujar Sya menawarkan kepada Kendra.
Kendra terdiam beberapa saat.
" Emang Bunda boleh maem es klim sama Ayah? Dedeknya nanti nggak papa? " Tanya Kendra kepada Sya. Ternyata bocah tampan itu masih ingat perkataan Radit yang meminta Sya untuk tidak makan es krim terlalu banyak. Benar-benar perhatian bukan.
Sya tersenyum mendengar pertanyaan polos Kendra.
" Boleh kok, tadi Bunda udah telfon Ayah. Atau Abang mau tanya sama Ayah dulu? " Tanya Sya kepada Kendra. Dan betapa mengejutkannya saat Kendra menganggukkan kepalanya. Sya pikir Kendra akan langsung percaya dengan ucapannya. Ternyata tidak, bocah kecil itu ingin memastikan sendiri kalau Sya tidak berbohong. Mungkin ini semua Kendra lakukan karena dia merasa memiliki kewajiban untuk menjaga Sya dan juga adiknya. Dan ya, mengenai ijin, Sya bahkan belum meminta ijin kepada Radit kalau dia akan mampir ke kedai es krim karena tadi suaminya itu sedang ada rapat. Dan tadi Syt hanya meminta ijin melalui Andre untuk pergi menjemput Kendra. Tentu saja itu karena keinginan untuk menikmati es krim timbul setelah Sya terlibat pembicaraan dengan janda yang membuat hatinya panas itu.
" Ya udah, kita ke mobil dulu yuk. Soalnya disini panas. " Ajak Sya kepada Kendra. Dan bocah kecil itu langsung menuruti apa yang Sya ucapkan.
Selagi mereka berjalan menuju mobil, Sya menyempatkan diri untuk mengirimi Radit pesan.
^^^^^^Direktur Ganteng ❤^^^^^^
^^^Mas, aku ijin ke kedai es krim ya. Nanti kalau Kendra tanya apakah aku sudah ijin sama kamu atau belum. Kamu jawab saja sudah. Ya Mas, please.... ^^^
Baru saja Sya dan Kendra masuk kedalam mobil, ponsel Sya berdering menampilkan panggilan video call dari Radit. Langsung saja Sya langsung mengangkatnya.
Kendra langsung duduk mendekat kearah Sya.
" Wa'alaikumsalam sayang. " Ujar Radit menjawab salam Sya.
" Ayah, Bunda jemput Abang sekolah loh. Ini kita mau beli es klim. Kata Bunda tadi sudah bilang sama Ayah, benel boleh kan Ayah? " Tanya Kendra langsung pada intinya. Pasalnya Kendra juga ingin es krim. Tapi kalau memang Sya tidak di perbolehkan untuk makan es krim makan Kendra pun tidak akan membelinya.
Sya mengedipkan matanya memberikan kode kepada Radit. Pasalnya dia tidak tau apakah Radit sudah membaca pesan darinya atau belum.
" Mata kamu kenapa sayang? kelilipan? " Tanya Radit dengan polosnya.
Sya hanya bisa mendengus.
" Iya ini kelilipan. " Jawab Sya seraya menjauhkan wajahnya dari ponselnya.
" Bunda kelilipan? Sini bial Abang tiupin matanya supaya de-bunk pelgi. " Ujar Kendra kepada Sya.
" Enggak usah Bang, udah nggak papa kok mata Bunda. " Jawi Sya seraya menampilkan senyumnya.
Setelah memastikan kalau Sya baik-baik saja, Kendra kembali mengalihkan perhatiannya kepada ponsel yang masih menghubungkan antara dia dan Radit.
" Ayah, tadi belum jawab peltanyaan Abang. " Ujar Kendra mengingatkan Radit.
Radit berdehem sebentar.
" Iya boleh, tapi jangan banyak-banyak oke. " Ujar Radit menjawab pertanyaan Kendra.
Kendra tersenyum puas setelah mendengar jawaban dari Radit. Baiklah, hari ini dia bisa menikmati es krim. Tanpa berpamitan kepada Radit terlebih dahulu, Kendra langsung mematikan sambungan video call mereka.
" Loh, udah selesai? " Tanya Sya kepada Kendra.
" Udah, kata Ayah boleh maem es klim. Tapi Bunda nggak boleh banyak-banyak. Kalau Abang boleh banyak tapi sedikit. " Jawab Kendra seraya tersenyum. Ada yang tau maksud dari ucapan Kendra? Itu berarti Kendra boleh makan sedikit lebih banyak dari Sya, meskipun tidak banyak sekali.
Tiba-tiba ada pesan masuk dari Radit.
Direktur Ganteng ❤
Apa ada sesuatu yang membuat mood kamu buruk sampai kamu membutuhkan es krim untuk memulihkannya sayang?
Kita bicarakan ini dirumah.
Ternyata Pak Direktur kita peka hanya dengan melihat wajah Sya.