
Hari ini tepat acara 7 bulanan kehamilan Sya, keluarga Radit sudah ada di rumah Sya lagi setelah semalam menginap di hotel. Sudah di katakan bukan kalau rumah orang tua Sya tidak cukup untuk semua orang karena jumlah kamarnya yang terbatas.
Dan sekarang ini acara 7 bulanan kehamilan Sya diadakan. Semua berjalan dengan lancar, di mulai dari pengajian, siraman hingga rujakan. Yang menarik adalah menurut orang-orang jenis kelamin bayi tergantung dari rasa rujak yang di buat, jika rasanya semakin segar itu berarti jenis kelamin si bayi adalah perempuan. Dan jika rasa rujak kurang segar atau enak itu berarti jenis kelamin bayi laki-laki. Entah itu benar atau tidak Sya dan Radit juga tidak tau.
Seharian melakukan prosesi adat mitoni ini membuat Sya merasa kelelahan. Dan sekarang ini Sya sudah ada di kamar bersama Radit, meminta izin untuk meninggalkan lantai bawah yang masih ramai dengan beberapa tetangga dan tamu dari kedua orang tua Sya dan Radit terlebih dahulu. Seperti biasa setiap acara dari keluarga Santoso tentu saja tidak ada yang sederhana. Semua diadakan dengan besar dan megah. Dan Sya menghargai itu meskipun pada dasarnya Sya merasa lelah luar biasa.
" Capek sayang? " Tanya Radit seraya memijat kaki Sya. Melihat berbagai proses mitoni tadi Radit sangat tau kalau Sya pasti merasa lelah.
" Heem... " Ujar Sya bergumam. Matanya sudah terasa berat karena mengantuk. Dari pagi Sya tidak tidur sama sekali.
" Ya udah bobok aja, biar aku pijitin kaki kamu. " Ujar Radit kepada Sya.
" Tapi aku pengen mandi, rasanya gerah banget. " Ujar Sya seraya mengipasi tubuhnya. Selain sering merasa lapar dan mengantuk, Sya juga sering merasa kegerahan. Entah kenapa Sya pun tidak tau. Bahkan di Jakarta pun Sya hampir selalu menggunakan AC atau kipas angin. Mandi pun sering sehari sampai 3-4 kali.
"Tapi udah malem sayang, enggak sekalian besok pagi aja?" Tanya Radit kepada Sya. Ini bahkan sudah jam 7 malam. Mandi malam tidak baik untuk kesehatan kan?
"Tapi aku gerah banget, gimana dong Mas." Ujar Sya sedikit merajuk.
Radit berpikir sejenak untuk mencari solusi.
" Badannya di lap aja ya, dari pada mandi." Ujar Radit kepada Sya.
"Tapi... Ribet Mas, mending sekalian mandi." Jawab Sya.
" Di lap aja ya sayang, Mas bantu deh." Ujar Radit memberikan penawaran.
Sekarang ganti Sya yang terdiam memikirkan ucapan Radit.
"Enggak ah, Mas kan suka modus. Mending aku sendiri aja." Jawab Sya. Dia sudah terlalu hafal dengan tabiat suaminya itu. Membantu tanpa meminta imbalan itu sungguh bukan Radit sama sekali.
Radit tertawa mendengar ucapan Sya. Yang istrinya katakan itu memang benar, tapi untuk sekarang Radit tidak akan memodusi istrinya itu. Radit juga sadar kalau Sya saat ini tidak dalam kondisi yang benar-benar fit setelah acara seharian tadi membuat istrinya kelelahan,
"Kali ini Mas nggak akan minta kok yank, ini pure mau bantuin kamu aja. Serius deh, Mas nggak aka modus. Mas tau kamu udah capek banget." Ujar Radit menanggapi ucapan Sya.
"Beneran? Janji?" Tanya Sya kepada Radit.
"Iya sayang Mas janji, dan doakan saja semoga Mas nggak khilaf." Jawab Radit seraya terkekeh kecil.
Dan akhirnya sekarang ini Radit membantu Sya untuk mengelap tubuhnya. Dan sesuai yang Radit sudah janjikan, laki-laki itu tidak meminta imbalan, hanya memodusi Sya sedikit saja.
Baru saja Sya menyelesaikan mengelap tubuh dan berganti pakaian, tiba-tiba saja pintu kamarnya di ketuk.
Tok...tok...tok...
"Mas Radit... Sya..." Terdengar suara Rida dari balik pintu kamar Sya.
"Itu Mbak Rida Mas, cepet bukain pintunya." Ujar Sya kepada Radit.
Begitu pintu terbuka terlihat Rida yang membawa nampan berisi makanan dan segelad susu.
" Ini aku disuruh nganterin makan malam Sya, Mas." Ujar Rida seraya memperlihatkan nampan yang dibawanya.
"Ya ampun Mbak Rida harusnya nggak usah repot-repot, biar nanti aku turun ke bawah aja." Ujar Sya yang melihat kedatangan Rida yang juga membawa makan malamnya.
"Enggak repot kok Sya. Kamu kayak sama siapa aja sih." Jawab Rida seraaya menyerahkan nampan di tangannya kepada Radit dan langsung di terima laki-laki itu.
" Ooo iya aku mau sekalian pamit balik ke hotel dulu, dan Kendra aku ajak juga. Boleh kan Sya?" Tanya Rida kepada Sya.
"Aku sih boleh aja Mbak, tapi Mbak tanya Mas Radit aja." Jawab Sya ramah.
" Kalau tanya Mas Radit mah udah pasti boleh. Siapa yang nggak mau dikasih kesempatan buat berduaan sama kamu. Iya kan Mas?" Ujar Rida seraya teertawa kecil.
Radit tersenyum kecil mendengar pernyataan Rida. Karena yang adiknya katakan itu memang seratus persen benar adanya.
"Kamu tau aja sih, jelas boleh dong. Ajak aja Kendra nginep sama kamu semalem." Jawab Radit.
Setelahnya Rida berpamitan untuk keluar, meninggalkan sepasang suami istri itu menikmati waktu berduanya.
"Ayo kamu makan dulu yang, abis itu minum susunya." Ujar Radit keapada Sya.
Sya menuruti ucapan Radit untuk menghabiskan makan malamnya. Rasanya Sya sudah tidak sabar untuk segera pergi ke alam mimpinya. Meskipun masih harus menunggu selama 30 menit terlebih dahulu agar nasi di perutnya lebih dulu turun. Jadi semakin awal dia memakannya maka makanan akan lebih awal juga turunnya.
Jika Sya memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa cepat tidur, maka berbeda dengan Radit. Laki-laki itu sedang tersenyum bahagia karena malam ini dia kan puas memeluk tubuh Sya tanpa ada gangguan dari kendra. Ya seperti yang kita tau, di karenakan ranjang di kamar Sya yang sempit inilah jika mereka tidur bertiga pasti Radit harus mengalah dengan tidur menggunakan kasur lain di lantai.
"Kita lagi berdua begini tapi kamunya lagi nggak bisa diapa-apain. Padahal mumpung lagi nggak ada Kendra." Ujar Radit bergumam kepada dirinya sendiri, tapi berhhubung gumamannya itu terlalu keras jadilah Sya mendengarnya.
"Emang kenapa? Mas mau?" Tanya Sya menggoda Radit.
" Mau lah sayang, tapi kamu lagi capek." Jawab Radit.
"Ya udah kalau mau ya silahkna, toh istri kalau nolak suami jatuhnya malah dosa kan." Sya memancing dengan mengeluarkan kata-kata andalan Radit yang selama ini dia gunakan untuk membaut Sya mau menuruti keinginannya.
"Enggak ah, aku nggak mau ambil resiko. Kamu lagi kecapean dan aku nggak mau kalau sampai kamu dan dedek bayi sampai kenapa-napa." Jawab Radit seraya menatap Sya dengan penuh cinta. " Lagian aku udah cukup puas dengan bisa meluk kamu sepanjang malam ini." Tambah Radit yang langsung membuat pipi Sya memerah seketika.
.
.
.
Sekali lagi aku ucapin Minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin. Maafkan segala kesalahan aku yang mungkin disengaja atau tidak disengaja, semua orang pasti tidak akan pernah lepas dari salah dan dosa 😇☺
Terima Kasih🙏💕